The Fairytale story series : The Mermaid

on

pizap.com13757716627971

Tittle : The Fairytale story series

Sub-tittle : The Mermaid

Author : Alethea SW

Cast : –  Xi Luhan

– Han Kaila ( Oc )

Other Cast : – Member of SNSD

– Member of EXO

– Shin Rim Ma ( Oc )

– Park Rae Na ( Oc )

– and other.

Genre :  Fantasy , dan tentukan sendiri yang lain

Rating : Semua umur kok

Lenght : Oneshoot ( 8.510 words)

Note : Hola.. Gak tau kenapa aku kepikiran untuk buat cerita beberapa dongeng dan ini aku ambil dari buku cerita juga huahahah.. oh iya,disini memang ada nama-nama mereka seperti pangeran yang main Luhan dan putri nya adalah Kaila.. Anggap saja bahwa jalan cerita ini seperti dibuku dongeng lainnya. Kaila adalah putri dan mungkin beberapa hal yang garing muncul..Oke baca saja dan anggap mereka pangeran dan sang putri .. #ehemkapandimulainya. Oke sampai sini dulu curcol basinya. NO SILENT READERS Oke.. Happy Reading

Beware typo bertebaran.. Cast juga milik tuhan dan management sekaligus milik orang tua mereka dan  Oc milik saya . Ini hanya sedikit diubah sesuai pemikiran saya sendiri

…+++o.O.S.T.A.R.T.O.o+++…

Di ceritakan sebuah kerajaan yang terletak disebuha dasar samudra yang indah . Dibawah sana , ada sebuah kerajaan laut yang indah dengan bentuk bangunan istana yang benar-benar megah . Di huni leh beberapa makhluk hidup disana , seperti ikan , lumba-lumba dan oh.. makhluk hidup disana disebut Duyung.. Mereka manusia setengah Ikan .. kaki mereka adalah buntut ikan yang berbeda degan ikan-ikan.  Mereka mempunyai buntut yang panjang dan indah.  Duyung mereka  indah ( duyungnya pikir aja sendiri ya XD ) .

Mereka hidup dengan damai. Disebuah kerjaan tersebut terdapat seorang perempuan yang sedang bermain dengan lumba-lumba atau sahabatnya. Mereka benar-benar akrab. Mereka juga sudah keluar dari daerah istana mereka karena bermain dengan senang sepertinya mereka sedang main kejar-kejaran.
” NINO!! UDAH-UDAH AHH AMPUN!! “. Teriak Perempuan tadi yang sedang bermain dengan Lumba-lumbanya.

” HAHAHA RASAKAN ITU HAN KAILA!! “. Dendam Nino dengan nada evilnya yang membuat anak tersebut semakin mencepati berenangnya.

” Sudah-sudah jangan menggelitikku.. ” Jawab nya dengan tawa karena dia tertangkap oleh Nino.

” ah Kaila gak seru..iya,iya..ayo kita ke tempat yang lain..”. Tawar Nino kepada Kaila.

Mereka berdua langsung menuju ketempat yang lain. Mereka tidak menuju kebawah laut..melainkan menuju ke atas .. ya..darat.

” Wah anginnya enak.. ” Kaila langsung menghirup udara darat yang khas dengan menutup matanya, ingin merasakan betapa sejuknya udara daratan . Mereka benar-benar menikmati udara daratan.

” Hei.. kau tau disini adalah tempat yang benar-benar ku sukai..”. Sambung Kaila yang sehabis menghirup udara daratan yang sejuk.

” Disini memang indah Kaila.. “. Jawab Nino yang masih menatap lurus . ” sekarang kita balik lagi yuk.. “. Tawar Nino kepada Kaila yang masih saja melihat keatas untuk menikmati pemandangan arak-arakan awan.

” hmm ya sudah ayo..”. awab Kaila dengan senyuman yang santai.

-o-o-o-

Malamnya..  Kaila menyisir rambut dengan senyuman di depan meja riasnya. Menyisir rambut yang lurus dengan sedikit bergelombang dan bewarna hitam. Sesekali dia juga menyiris poni nya dengan lembut seperti menyisir rambut panjangnya itu . Rambut nya panjang melewati pinggang permepuan tersebut , Lebat dan hitam pekat seperti warna Black pearl . Oh tak lupa dengan hiasan kerang yang dihiasi oleh beberapa mutiara ungu pastel . Itu terlihat sangat cantik .

” Kaila.. kau melihat Sisir ku? ” Tanya salah satu kakaknya kepada Kaila . Kaila langsung menoleh kepada kakaknya.

” Tidak.. aku tidak pernah menyentuh barang mu Eon..”. Jawab Kaila dengan senyuman .

” Sooyoung! aku kembalikan sisir mu..”. Jawab Sunny kepada Sooyoung dari arah pintu kamar mereka.

” Eoh? HEI! KAU TIDAK MINTA IZIN KEPADAKU DULU YA! “. Jawab Sooyoung yang langsung berkacak pinggang karena Sunny lah yang telah meminjm sisirnya.

” hehehe.. sisir ku tadi dipakai oleh Jessica.. Maaf ya.. hehe”. Jelas Sunny dengan tampang cenge-ngesan

” huh.. kau ini.. kan aku belum menyisir rambut ku ini.. eh iya.. Kaila rambut mu panjang sekali, sepertinya rambut kita sama panjangnya ya? “. Tanya Sooyoung yang memperhatikan Kaila dari cermin yang masih menyisir rambut nya.

” Hmm.. iya.. rambut ku sudah panjang..”. Jawab Kaila dengan lembut.

” Huah.. Kaila mengalahkan ku.. ” Sunny langsung menghampiri Kaila dan memperhatikan rambut pirang kehitamannya dengan rambut Kaila lewat cermin.

” Huahhh Tiffany! kau curang sini!! itu kalung ku sini kembalikan!! “. Teriak Jessica yang langsung memasuki kamar dengan mengejar Tiffany yang sedang tertawa mengejek Jessica.

” Hayooo ini dari siap hahahah! “. Ejek Tiffany yang masih membawa kalungnya .

” Hei! kalian berdua berisik!”. Kesal Sunny yang melihat tingkah mereka berdua. Kaila yang mendengar keributan tersebut langsung menuju tempat tidur nya yang dekat dengan jendela kamar dan diikuti Sooyoung .

” Bilang saja itu dari Donghae oppa? iya kan? “. Tanya Tiffany yang langsung menuju punggung Sunny untuk mengumpat.

” iya , eh? TIFFANY!! “. Jawab Jessica keceplosan. Sunny langsung risih dan langsung menuju temapt tidur nya yang berada di dekat meja rias Kaila.

” huahhh kalian berdua kerjaannya main terus.. ” Celoteh Taeyeon bersama beberapa perempuan yang memasuki kamar nya .

” Aku bukan main tapi mengejar kalungku sini kembalikan..”. Tiffany langsung menjauhkan kalung Jessica kembali.

” Sudah lah.. eh Kaila kenapa belum tidur..” Tanya Yuri yang langsung menghampiri Kaila dan langsung duduk disamping nya.

” Aku benar-benar tidak sabar untuk ulang tahun ke 17 ku nanti..”. Jawab Kaila dengan pandangan lurus kedepan dan menoleh sebentar kepada Yuri .

” oh..ternyata Kaila udah mau dewasa ya? “. Tanya Taeyeon yang langsung menghampiri Kaila .

” Apa yang kalian lihat diatas sana? “. Tanya Kaila kepada Taeyeon.

” Kami melihat pemandangan yang sangat indah.. “. Celetuk Yoona yang sedang duduk di ranjang tidur Sunny.

” Iya, Kami melihat ada sebuah kapal yang besar juga , dengan beberapa pemandangan yang unik..”. Sambung Hyoyeon yang sedang mengaca di meja rias nya didekat pintu.

” Hmm.. sepertinya itu tidak buruk..”. Jawab Kaila lagi .

” Kapal dan pemandangan indah tersebut adanya pada malam hari.. “. Sambung Seohyun yang langsung duduk disampi Sooyoung.

” Huahahaha dan itu benar-benar menakjubkan, dan oh iya..disana kami melihat seorang manusia,mungkin dia adalah pangeran istana daratan dekat pantai itu..dia tampan “. Tiffany yang menyambung kata-kata Seohyun langsung mengingat kejadia saat ulang tahunnya.

” Hah? Pangeran? apakah dia tampan…?”. Kaila menoleh kearah Tiffany yang baru saja berbicara, Pangeran.

” Dia tampan danTiffany! kalau kau tidak mengembalikkan kalung ku , Maka aku akan membocorkannya ! “. Jessica dan Tiffany melanjutkan kegiatan mereka yang sejenak ditunda.

” Oh ya? bukannya itu sudah kau bocorkan ya? lalu Siwon oppa langsung senang dengan hal itu hahaha! “. Jawab Tiffany bangga.

” oh iya..bodoh nya kau Jessica..”. Jessica langsung memukul kepalanya.

” Sudah.. kalian sungguh berisik..”. Kesal Sunny yang langsung merebut kalung dari tangan Tiffany.

” Hei mengapa kau mengambil kalung ku?”. Jessica memandangi dan berusaha menarik kalung itu dari tangan Sunny, tapi tidak bisa karena tangan Sunny berada di belakang punggungnya.

” Kalian berisik, Kalian juga aneh , dari pagi sampai malam begini , masih saja main dengan kalung ini!sudah kalian tidur!” Titah Sunny dengan galak kepada mereka berdua. Mereka berdua-Jessica&Tiffany- langsung mem-pout bibir mereka.

” kalian ini..ya sudah ayo kita tidur..”. Jawab Taeyeon yang langsung menuju tempat tidurnya yang berada disamping ranjang Sunny. Dan mereka semua langsung menuju ranjang masing-masing.

kapal besar?pada malam hari ? dan pangeran? semoga ia tampan? Batin Kaila yang langsung berposisi untuk tidur. Perlahan-lahan mata Kaila langsung tertutup dengan senyuman kecil.

-o-o-o-

” SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA SAENGI!!! “. Semua kakak Kaila langsung memberi kejutan kepada Kaila. Hari ini Kaila berulang tahun ke-17.

” Gomawo Eonnie.. ” Jawab Kaila yang terharu karena mendapat kejutan.

” Huahahaha sekarang kamu sudah dewasa ya.. “. Sooyoung menepuk tangannya kecil seperti orang-orang biasa lakukan, senang dan bertepuk tangan kecil.

” iya..sekarang kamu sudah bebas untuk melihat daratan.. ” . Jawab Tiffany lagi

” Hahaha jangan lupa melihat pemandangannya juga ya.. karena jika tida melihatnya kau akan menyesal seumur hidup! dan Don’t forget to look the Prince“. Celoteh Yuri yang memperingatkan Kaila

” Ya..aku tidak akan melupakan hal itu..”. Kaila  langsung keluar lewat jendela kamar mereka yang terbuka . Tak lupa ia memberikan senyuman manis nya kepada kakak-kakak nya untuk mengisyaratkan aku pergi dulu.

” Anak itu sungguh suka sekali tersenyum ya..”. Taeyeon masih melihat Kaila yang berenang dari kejauhan.

” Iya, memangnya Sunny, selalu marah-marah dan suka memarahi orang yang lagi tersenyum” Jawab Jessica yang langsung sinis kepada Sunny dengan jawaban yang dingin.

” Kau bilang apa?”. Jawab Sunny yang berpura-pura tidak mendengar ejekkan Jessica.

” HESIH SUDAH! ini ulang tahun Kaila ! JANGAN RIBUT!”. Teriak Sooyoung yang membatalkan perang (?) Sunny dan Jessica.

-o-o-o

” Huah Nino… ini menyenangkan kita bisa main sepuasnya..sudah berapa tempat yah yang kita kunjungi?”. Tanya Kaila yang masih berenang disamping Nino.

” Sudah hmmm.. hampir semua , sepertinya sudah malam”. Nino masih berenang tepat disamping Kaila.

” eh Nino.. apa itu?”. Tunjuk Kaila yang melihat ada sebuah cahaya yang muncul dan langsung menghilang .

” Iya,sepertinya itu kembang api?”. Jawab Nino yang bingung seperti Kaila.

” ayo kita kesana..”. Ajak Kaila yang langsung menuju keatas. Kaila dan Nino sekarang sudah menuju ke dasar daratn dan langsung menaiki (?)  batu yang cukup untuk diraih. Kaila langsung duduk dan Nino berada disamping batu tersebut.

” Wah benar-benar indah..”. Jawab Nino terkagum dengan sebuah pemandangan kembang api.

” Benar, Eonnie ku benar..jika aku tidak melihatnya pasti aku akan menyesal selamanya..”. Jawab Kaila yang benar-benar kagum melihat sebuah pemandangan tersebut.

” Hei..apakah itu pangeran? “. Jawab Kaila yang menyadari bahwa ada kapal besar dari kejauhan.

” Sepertinya iya”. Nino masih menatap lurus kedepan.

” Dia tampan, Eonnie benar-benar hebat.. ”  Kaila memandangi seseorang di kapal besar tersebut. Ya, seorang laki-laki yang sedang berdiri di kepala kapal dan memegangi pagar kayu bagian kepala kapal dengan tatapan kosong memandangi lautan.

-o-o-o-

” Pangeran , kau benar-benar suka dengan angin malam ?”. Tanya salah satu pengawal kepada pangeran tersebut.

” Aku memang selalu suka angin malam ini.. “. Jawabnya yang masih melihat arah laut luas .

” Hyung , mengapa disini sangat berbeda ya?”. Celoteh Sehun , salah satu pengawal pangeran , Xi Luhan.

” Apa yang berbeda?”.  Tanya Luhan kepadanya .

” Angin disini berbeda langit juga sepertinya juga akan buruk..”. Celoteh pengawal tersebut lagi-Jongin-.

” Hei Hyung.. apa ada yang tidak beres?”. Tanya Sehun dengan nada agak teriak  yang melihat seseorang berada diatas pemantau kapal.

” Langit nya  mendung, ada beberapa petir juga.. sepertinya hari ini akan ada badai besar”. Jawabnya dengan agak teriak agar Sehun bisa mendengarnya.

-o-o-o-

” Sepertinya akan ada badai “. Nino langsung mendongak keatas untuk melihat keadaan langit malam.

” Iya.. ada petir juga..”. Kaila juga ikut melihat ke atas langit. Terdapat beberapa samar-samar kilatan petir dilangit malam tersebut. Angin berhembus kencang sehingga badan Kaila terasa dingin. Beberapa saat kemudian HUjan turun dengan deras. Kaila masih duduk ditepian batu tersebut bersama Nino. Tiba-tiba munculah ombak dari arah belakang mereka yang menghantam mereka sehingga Kaila terjatuh.

Kapal tersebut tidak seimbang, Banyak ombak yang menghantam  kapal tersebut. Sehingga kapal tersebut menabrak batuan besar dan membuat kapal menjadi lebih tidak seimbang.

  -o-o-o-

” CEPAT!! TURUNKAN SEKOCI NYA!! ” Titah Nahkoda. Mereka semua yang berada didalam kapal berhamburan untuk menyiapkan sekoci. Seketika itu pangeran juga masih berlari menuju mereka. Tetapi Pangeran tertinggal bahkan terhantam oleh ombak yang sangat besar sehingga membuat pangeran terjatuh dari kapalnya. Dan akhirnya juga kapalnya juga hancur oleh ombak tersebut .

-o-o-o

” Oh tidak.. dia tenggelam!aku harus menolongnya!”. Jawab Kaila panik dan langsung berenang menuju kedasar laut untuk menolong pangeran yang tenggelam.

” Kaila!! tunggu! “. Teriak Nino yang mengejar Kaila.

Kaila langsung mencari kedasar lautan , Dia tahu bahwa ada yang tenggelama walaupun tadi hanya melihat samar-samar karena hujan yang lebat. Dapat! Kaila menemukan seseorang yang tenggelam, Itu? itu pangeran, Kaila langsung sigap menolong pangeran, dan langsung membawa pangeran menuju dasar pantai.

-o-o-o

Kaila sudah berada di dasar pantai, dan pangeran masih belum menyadarkan dirinya. Kaila menatap lekat wajah sang pangeran. Sungguh tampan sekali pangeran ini, Oh tidak, Kaila juga meraba wajahnya, Ia meraba pipi nya, merapikan rambut yang menghalangi dahi nya, dan..tanpa disengaja ia menyentuh bibir nya.

DEG! hati Kaila berdegup kencang saat menyentuh bibirnya. Ia kaget, baru pertama kali menyentuh bibirnya..meraba wajahnya saja ada perasaan takut jika ia terbangun. Mata pangeran terlihat seperti berusaha membuka matanya. Ia juga melihat samar-samar sebuah bayangan perempuan yang sedang menatapnya. Kaila mematung , tetapi terdengar juga samar-samar orang-orang yang memanggil namanya. Kaila yang mengetahui adanya keberadaan manusia tersebut langsung menceburkan diri kepantai.

” Pangeran!!! eh itu pangeran!!”. Jawab seorang pengawal dari kerajaan istana yang langsung lari dan diikuti oleh yang lain.

Mereka menuju ketempat dimana pangeran tergeletak didekat pantai tersebut.

” Eung.. aku dimana?”. Katanya yang masih setengah sadar.

” Kau terdampar pangeran..”. Jawab seorang perempuan berambut blonde coklat sebahu dengan gaun ala putri kerjaan yang sederhana, bewarna merah coklat .

” Akhirnya pangeran baik-baik saja..!”. Jawab salah satu pengawal tersebut.

” ka..kamu siapa?”. Tanya pangeran yang berusaha duduk.

” Kenalkan..aku Shin Rim Ma..”. Jawab perempuan tersebut.

” Ayo kita ke  istana..”. Jawab Pengawal tersebut yang membantu pangeran untuk berdiri

Disisi lain,Kaila hanya melihat adegan (?) tersebut dan langsung meninggalkan tersebut dengan wajah yang sedikit lesu.

-o-o-o-

Kaila duduk disamping jendela kamarnya tersebut dan memandang lurus kearah luar jendela tersebut.. ia masih memikirkan kejadian  beberapa hari yang lalu.

” Saeng?saengi? “. Kaila tersadar dari lamunan tersebut karena ada yang memanggilnya.

” Eon.. “. Jawab Kaila singkat yang melihat bahwa ada kakaknya.

” mengapa beberapa hari ini kau terus termenung? ada masalah?”. Tanya Taeyeon yang langsung mengusap kepala Kaila.

” eh..eng..enggak kok..tidak apa-apa..”. Umpat Kaila yang kembali meamndangi keluar jendela dengan tatapan kosong.

” Tidak baik menyembunyikan maslah..masalah kan bisa diatasi bersama-sama..”. Entah kapan Sooyoung ada dikamarnya.

” Benar yang dikatakan Sooyoung? apa benar kamu punya masalah?”. Tanya Taeyeon lembut lagi.

” Apa karena si Kyuhyun ? yang mencuri pot bunga Anemon mu itu?” . Sambung Tiffany yang ikut-ikutan menanyakan kepada Kaila.

” Hmm.. apa gara-gara Ryewook oppa  yang tidak mengasih hadiah padamu?”. Celoteh Hyohyeon yang ikutan juga menanyakan masalah kepada Kaila.

” Bukan semuanya..”. Jawab Kaila lemas.

” Lalu apa? “. Tanya Yoona yang menghampiri Kaila dan duduk di ranjang Tiffany dekat ranjang Kaila.

” Tapi a-”

” Sudah tidak apa kita akan membantu..”. Jawab Yuri yang duduk di meja rias Kaila.

” a..ku..hmm.. aku ingin..menjadi manusia..”. Jawab Kaila jujur dengan perasaan takut.

Semua kaget dan tergencang mendengar pernyataan adiknya tersebut. Hening, ya..mereka hening karena jawaban Kaila.

” Kenapa kau menginginkan menjadi manusia?” Ucap Jessica yang membuka keheningan menreka.

” Aku ingin merasakan bagaimana menjadi mereka, mempunyai kaki, dan aku juga ingin menghirup udara darat mereka yang sejuk..”. Ucap Kaila yang masih mentap kearah luar jendela.

” eh ta..tapi..kau yakin ingin menjadi manusia?”. Tanya Seohyun yang ragu.

” iya aku yakin..”. Jawab Kaila singkat.

beberapa detik mereka hening kembali.

” Baiklah..aku akan mengantarkan mu ketempat penyihir itu..”. Jawab Taeyeon. Mereka langsung kaget dengan jawaban Taeyeon. Kaila juga menoleh kearah Taeyeon dengan tatapan apakah ia serius?.

” Eon? kau serius?”. Jawab Kaila dengan tatapan heran.

” Ya.. kami serius, jika itu yang kau mau maka kami akan membantumu” Celoteh Yuri lagi mewakili semua jawaban kakak-kakaknya.

” Iya..sekarang ayo , aku antarakn ke tempat penyihir itu..”. Jawab Taeyeon yang meyakini Kaila. Kaila langsung menurut dan langsung mengikuti langkah berenang Taeyeon.

-o-o-o

Mereka berenang  semakin dalam kebawah dasar laut yang agak hitam tersebut. Terlihat ada gua yang agak hitam .

” itu tempatnya , aku tidak bisa mengantarkan sampai kesana , aku hanya bisa sampai sini..maafkan aku.” Jelas Taeyeon dengan perasaan sedih.

” Tidak apa-apa..terima kasih..” Kaila mengerti dan tersenyum, dan Kaila langsung menuju kearah Gua yang seram tersebut , terdapat belut listrik , ikan kecil yang agak mengerikan, bahkan ada ular laut yang seram .Tetapi Kaila tetap masuk kedalam sana yang sangat gelap.

” Wah,wah.. ternyata ada tamu ya?”. Suara tersebut membuat Kaila terkaget dan muncul rasa takut.

” i..i..i..ya “. Jawab Kaila dengan gugup . Ya, itu adalah penyihir ,penyihir yang cukup cantik , Kaki duyung nya bukan kaki duyung yang dimilik Kaila , melainkan seperti tulang-tulang sayap setan dan agak lebar bentuk nya, kaki duyung nya terlihat ada robekkan-robekkan yang terlihat seperti benar-benar penyihir , dan Buntut nya juga bewarna hitam seperti penyihir yang lainnya.

” Ada apa kau kesini anak manis?”. Tanya penyihir tersebut yang sudah duduk ditempat nya tersebut.

”  a..a..ku punya permintaan kepadamu..”. Jawab Kaila yang takut.

” hmm apa yang kau mau manis?”. Tanya penyihir itu sambil memainkan ular lautnya .

” a..a..ku ingin menjadi ma..ma..nusia” Kaila takut mengucapkannya sehingga ia mengucapkannya seperti orang yang gagap.

” HAHAHAHA! kau ingin menjadi manusia?”. Tanya nya lagi dengan menatap lekat Kaila.

” I..i..ya” Jawab Kaila lagi.

” hahah baru kali ini aku melihat ada yang meminta menjadi manusia, ikut aku”. Jawab Penyihir tersebut dan tersenyum evil.

Terlihat banyak ramuan-ramuan asing yang dilihat Kaila , terdapat juga kuali yang besar dengan isinya yang sepertinya penyihir tersebut juga sedang meracik nya.

” ini dia manis..”. Jawab penyihir tersebut memberrikan sebotol carian bewarna merah kepada Kaila.

” jika kau ingin menjadi manusia , tukarkan dengan suara indahmu.. bagaimana? hanya dengan meminum ramuan ku itu..”. Jelas penyihir dengan evil smiriknya.

” su..su..suara? ” Jawab Kaila yang terkejut.

” bagaimana?”. Tanya penyihir itu lagi.

” Ba..ba..baiklah..”. Glekk! Kaila langsung meminum ramuan tersebut. PRANG! botol tersebut pecah. Kaila langsung memegang lehernya karena lehernya terasa tercekik. Sebuah cahaya muncul dalam diri. Cahaya tersebut merubah dirinya menjadi manusia dan tiba-tiba cahaya itu hilang bersama Kaila.

-o-o-o-

Terdapat seseorang yang terdampar..oh? itu Kaila.. Kaila terdampar? apakah gara-gara cahaya tadi?. Perlahan-lahan Kaila membuka matanya. Ia terkejut karena ia sudah berada disar daratan. Ia perlaahan duduk dari tidurnya. Ia terkejut kembali , Ia mempunyai kaki, Kaki yang ia harapkan kepada penyihir tadi dan oh? dia baru sadar bahwa buntut nya adalah kaki ini. sekarang ia hanya diabaluti oleh sebuah rok yang sangat minim, bewarna ungu pastel yang berkemilau dan oh? dia memakai Bra bewarna ungu kemilau juga seperti warna roknya tersebut tetapi agak muda.

” Hei.. ada orang disana..”. Jawab seseorang dari arah kejauhan yang dapat didengar oleh Kaila. Orang tersebut berlari menuju arah Kaila. Kaila kaget karena disini juga ada orang.

” Hei , kamu.. kenapa kamu disini?”. Tanya orang tersebut yang sudah berada didepan Kaila dengan berjongkok didepannya.

” Oh iya? namamu siapa?”. Tanya orang  tersebut dengan ramah.

” Han Kaila” Suara Kaila hilang, dia baru ingat kalau suaranya ditukarkan oleh kakinya.

” hah?  An aila?” Tanya orang itu bingung.

Kaila langsung menggeleng kepalanya dengan cepat.

” hmm lalu siapa?”. Tanya nya lagi. Kaila langsung menulis namanya diatas pasir .

” H-A-N? oh.. Han Aila..”. Jawabnya mengerti. Kaila langsung menggeleng lagi. Ia langsung menunjukkan kerang dikepalanya.

” Kerang? maksud mu apa?”. Tanya nya lagi. Kaila langsung mencopoti kerang hias yang ada dikepalanya dan ditaruh kedekat tulisan H A N tersebut . Dan meneruskan tulisan .

” Kerang? A-I-L-A?  apakah maksudmu nama depan mu dari kerang? Atau hmm..kerang ya? Kerang ? AILA? oh mungkin maksudmu adalah nama depan mu dari k?”. Jawab orang itu dengan menjetikkan jarinya. Kaila segera mengangguk cepat.

” berarti namamu Han Kaila? benar?”. Jawabnya spontan. Dan Kaila mengangguk kembali.

” Nama yang indah..kau hampir membuatku bingung. Namaku Luhan..”. Jawab orang itu dengan senyum yang manis.

” Oh iya? mengapa kau disini? dimana teman mu? apakah kau tidak mempunyai tempat tinggal ?”. Kaila hanya menggeleng pelan.

” Kalau begitu, ayo ikut aku.. “. Kaila hanya menurut dengan anggukan yang pelan. Kaila dibantu berdiri oleh pangeran . Tetapi hampir terjatuh . Jika tidak ditahan dia benar-benar terjatuh .

” Ayo aku bantu kau agar kau bisa berjalan..” dan kembali membantu Kaila berjalan dengan sempurna.

-o-o-o-

Mereka sudah sampai disebuah kerajaan,  wow..sungguh indah..

” Hyung ! kau kemana sa– Hey ini siapa?”. Sehun langsung mengecilkan suaranya karena pangeran membawa seorang perempuan.

” ini Kaila.. aku membawanya..dia tidak tahu tempat tinggalnya mungkin ia terdampar..”. Jelas Pangeran kepada Sehun. Sehun hanya menganga sedikit melihat dia membawa seorang perempuan. Hei? sejak kapan pangeran mau membawa perempuan? apalagi ini adalah perempuan yang cukup,asing? pikir Sehun yang menatap Kaila. Okay masih dengan posisi mulut terbuka sedikit.

” Kau serius..perempuan ini tinggal disini?”. Tanya Sehun dengan suara yang pelan.

” Iya..hmm BIBI!! “. Teriak pangeran yang memanggil Bibi istana.

” Ada apa pangeran?”. Jawab bibi tersebut dengan ramah.

” Tolong rias Kaila..kalau bisa dandani secantik mungkin” Titah pangeran yang menyerahkan kaila kepada bibis tersebut.

” Baik pangeran”. Tanpa titah pangeran lagi bibi itu langsung membawa Kaila pergi dari mereka berdua.

” Hei mengapa kau membawa perempuan itu? “. Tanya Sehun dengan penasaran.

” Sudah kebuliang aku menemukannya terdampar.. lagi pula aku juga senang jika dia akan menjadi teman mainku nanti..”. Jawab Pangeran dengan senyum dan meninggalkan Sehun sendiri. APA? Teman main? Hei! sejak kapan pangeran suka ber’main’? Apa pemikiran Sehun saja yang selalu negatif?

” He tunggu aku..”. Sehun langsung mengejar Pangeran.

-o-o-o-

” Pangeran, apakah wanita yang dimaksud pangeran itu cantik?”. Pengawal yang berada disamping kiri Jongin-Baekhyun-menanyakan hal itu kepada pangeran. Tadi pangeran bercerita kepada semua pengawalnya. Dan mereka sedang duduk di meja makan yang panjang.

” Hmmm, mengapa ada orang yang tersesat disana?”. Pengawal yang ada didepan Sehun-Jongdae-mengusap dagunya yang tidak gatal. Bermaksud memikirkan hal yang baru saja diceritakan pangeran.

” Apakah ia seksi-Ouch!Hei!”. Jongin menjitak kepala pengawal disamping kanannya-Tao-dengan keras sehingga ia memegang kepalanya kesakitan.

” Kau ini! pikiran mu itu apa saja sih? heran sekali..coba kalau aku menjadi pangeran, pasti sudah kubuang kau kelaut karena pikiran mesum mu!”. Jongin memukul lengan teman pengawalnya agar temannya tadi-Tao-tidak berbicara seperti itu lagi.

” Sudah! kalian ini! kalau aku menjadi posisi pangeran, pastinya aku akan melempar kalian berdua kesamudra!”. Mereka berdua-Jongin&Tao-langsung diam mendengar perkataan teman pengawalnya yang berada didekat Baekhyun atau lebih tepatnya disamping kanan Baekhyun yang posturnya sepertinya tinggi-Yifan-menodong mereka dengan pisau makan.

” Hei..sudah tidak apa-apa”. Mereka berdua yang baru saja disandra oleh teman pengawal yang menodong pisau makan pada mereka berdua langsung menjulurkan lidah dengan kompak. ” WEEK!”. Syukurlah Luhan melihat kejadian pertengkaran kecil tadi.” ish..awas saja kalian”. Desisnya yang masih menatap sebal kepada dua orang tadi.

” pangeran muda, kami sudah selesai”. Seorang pelayan atau bibi tadi menghampiri meja mereka. Luhan langsung mengisyaratkan kepada bibi pelayan agar mngeeluarkan Kaila dari ruangan yang dipakainya sekitar setengah jam.

KRIEK!

Suara pintu terbuka membuat para pengawal pangeran menoleh serempak dan ingin mengethaui siapa yang disana. Luhan berdiri dan tersenyum melihat seseorang yang tadi keluar itu seperti pikirannya-Kaila-memakai baju dress panjang dengan bawahnya yang agak mengembang dan rambut nya yang digerai bewarna hitam dengan kunciran setengah gerai yang memakai bross mawar merah muda. Memakai dress putri kerajaan yang bewarna merah muda . Simple but beautiful. Itu yang ia pikirkan.

Semua pengawal juga ikut berdiri. Suara gesekan kecil kursi benar-benar agak risih, tapi tidak menurut mereka. Kaila agak menundukkan kepalanya karena ia kurang percaya diri kepada semua yang ada dimeja makan. Pangeran segera menghampiri Kaila yang masih terpaku ditempatnya.

” Hei ayo..mari kuantar kebangku mu..” Luhan langsung menuntun Kaila ke bangku dekatnya samping Kiri yang masih kosong dan disebelah bangku kosong itu terdapat teman pengawal nya yang memiliki lesung pipit yang benar-benar imut-YiXing-. Kaila langsung mengikuti perintah pangeran. Dan orang tadi,disebelahnya memberikan senyum manis untuk Kaila.Cantik, ya itu pikiran para pengawal yang melihat Kaila masuk kedalam ruangan ini.

” cantiknya, UH mengapa aku tadi menolak untuk duduk disitu sih! Joonmyun mengapa kau menyiakan kesempatan duduk disebelah bangku kosong tadi sih!”. Pengawal yang berada didepan Sehun merutukki dirinya dengan nada yang pelan tapi dapat didengar oleh semua orang disini.

” YIXING! KAU CURANG! Hyung! mengapa kau tidak bilang bahwa bangku kosong itu anak cantik itu-Ouch! sakit!”. Pengawal tadi-Joomyun- mendapatkan lemparan buah apel yang tepat mengenai kepalanya. Ia mengusap kepalanya dan menoleh kearah siapa yang melempar kearahnya.

” Salah kau sendiri! mengapa kau bertukar tempat duduk dengannya? sudah jelas ia akan duduk disamping mu? tapi giliran dewi fortune memilih Yixing untuk mendapat koin  Luckynya..beruntungnya kau mau bertukar tempat dengannya,YiXing”. Pengawal yang berada diujung kanan dekat Sehun-Minseok-juga ikut menyalahkan dirinya. Pengawal yang dilempari buah tadi langsung mem-pout bibirnya.

” HIDANGAN SIAP!!!”. Setelah kejadian tadi, sang koki-KyungSoo-keluar dengan membuka pintu ruang mereka dengan lebar. Terdapat beberapa pelayan dan koki membawa makanan untuk mereka. Mereka semua langsung menata.Dan tak lupa menyediakan segelas air putih.

” Terima kasih KyungSoo-ah..ayo makan..”. Pangeran menawari nya dengan sebuah senyuman.

” Terima kasih pangeran, aku setelah pangeran saja”. Sang koki keluar dari ruangan tersebut dengan senyum.

” Nah sekarang ayo kita makan” Semua langsung duduk dan memulai aktifitas mereka. Kaila masih menatap makanan yang berada didepannya. Melihat Garpu dan pisau secara bergantian. Memutar balikkan garpu tersebut. Ia melihat pisaunya seperti ingin membunuh seseorang saja.Sepertinya ia bingung bagaimana benda itu digunakan.

” Hei? ayo dimakan? atau-Hei menggunakan pisau seperti itu salah Kaila..”. Luhan memperhatikkan Kaila sedari tadi tanpa Kaila sadari. ” Seperti ini, Yap”. Luhan mengajari Kaila yang belum tahu menggunakan barang tersebut. ” Benda yang dikananmu iya, tancapkan ke daging itu. Dan masukkan kedalam mulutmu.” Kaila mengikuti ajarannya dan dia memasukkan sepotong daging kedalam mulutnya.

” mengapa anak itu tidak tau cara memakainya?-Hei!”. Pengawal disamping kiri Sehun-Chen- memukul lengannya dengan sedikit keras.

” Lanjutkan makananmu cadel! kau ini, biarkan saja pangeran mengurusnya, dia juga cantik walaupun dia juga tidak tahu pisau dan garpunya. Kau ini untung saja hanya aku yang bisa mendengar celoteh mu! kalau tidak mati kau!”. Pengwal itu membisikkan dengan mistis ditelinga Sehun. Anak tadi memang berbicara agak pelan sehingga tidak ada yang tahu dia berbicara apa.

” Sudahlah Sehun! apa kau mau aku lempar dengan gelas ini?”. Yifan mendengar teriakkan Sehun tadi dan mengangkat gelasnya yang masih penuh dengan airnya.

-o-o-o-

Kaila mengubah bajunya tadi menjadi piyama dress bewarna merah jambu dan dia duduk dimeja rias kamarnya. Menyisir-menyisir-menyisir. Rambutnya terurai panjang dan menyampinginya sehingga leher sisi kirinya tertutup oleh rambut hitamnya.

” Hei?mengapa kau belum tidur dan..lihat rambutmu panjang sekali..aku suka rambut mu”. Luhan yang memasuki kamar Kaila lagsung tertuju kepada Kaila yang masih dimeja rias dan melihatnya dicermin meja rias Kaila. ” Ayo tidur..”. Luhan membantu Kaila untuk menempatkan Kaila diposisi yang nyaman dan menutup tubuh Kaila dengan selimut yang masih terlipat.

” Nah..semoga kau nyaman, selamat tidur..”. Luhan mengacak poni Kaila dengan lembut dan meninggalkan kamar Kaila dengan menutup pintu kamarnya. Selamat tidur juga pangeran..Kaila memejamkan matanya dengan senyuman kecilnya lagi.

-o-o-o-

” Kaila..bisakah kau menemaniku jalan-jalan?”. Pangeran mengajak Kaila yang lagi didepan balkon kamar nya. Kaila yang menyadari bahwa pangeran didalam kamar segera membalikkan tubuhnya. ” Kau pasti mau ayo!”. Tanpa ba-bi-bu , Kaila ditarik oleh pangeran keluar kamar dan menuju pantai.

” Hei lihat sepertinya, pangeran suka sekali dengan anak itu..bahkan pangeran tumben sekali ingin bermain kepantai , biasanya saat kita mengajaknya dia menolaknya..” pengawal yang masih menyiram tanaman depan istana-Chanyeol-melihat Kaila dan pangeran keluar dari istana.

” Ya Ampun Park Chanyeol!! “. Teman pengawalnya membuat Chanyeol menoleh kearahnya dan segera mematikan kran airnya.

” Eh! maaf! aku tidak sengaja!”. Pengawal yang memegang kran tadi segera menjatuhkan selang air yang dipegangnya dan segera menuju ketempat temannya tadi.

” Oh tidak baju ku jadi basah..ISH! AWAS KAU CHANYEOL!!”. ” Maafkan aku Joomyun-ah..aku benar-benar tidak sengaja..”. ” Kau ini tidak sengaja menyiram ku atau sengaja melihat pangeran dan anak itu keluar sehingga aku tersiram dengan selangmu?”. Pengawal tadi yang basah kuyup menatap tajam kearah temannya yang meminta maaf kepadanya. ” ehehehe maaf aku benar tidak sengaja..”.

” Huahh.. segarnya angin disini..pemandangan pantai juga benar-benar indah, aku sangat jarang bermain disini, dan tidak tau kenapa aku ingin bermain kesini..” Pangeran duduk di tepi pantai yang luas tersebut. Angin berhembus dengan damai, Kaila juga ikut duduk disamping Pangeran. Mereka berdua memandangi bentangan luas laut pantai yang terkena sinar oranye matahari yang ingin tenggelam karena tugas menyinari paginya sudah selesai.

” Ah..saat aku masih kecil, aku selalu bermain setiap sore…seperti ini, mengumpulkan kerang, dan bermain air sesuka hati ku. Bahkan,aku pernah membuat kalung dari kerang dan beberapa manik-manik kecil yang sederhana namun menurutku indah. Tapi yah, aku sudah membuangnya..karena aku tidak tertarik lagi dengan benda itu..” Kaila memandang wajah pangeran dengan seksama, Dia juga mendengarkan ceritanya.

” Saat aku masih kecil juga, aku sering bermain bersama pengawal-pengawal yang kemarin, Merekalah yang sudah membuatku membuka pintu warna ku sehingga mereka senantiasa menemaniku dari kecil hingga sekarang. Aku tertua dari mereka, mereka adalah teman-temanku yang sejak dulu juga dirawat oleh orang tua ku tetapi-“. Pangeran menundukkan kepala, Kaila agak cemas karena pangeran menjadi agak pucat.

” Kedua orang tua ku sudah tidak ada, mereka sudah tenang disana, Tanpa teman-temanku , Mungkin aku akan mengurungi diri dari setiap hari bahkan sampai sekarang didalam istana. Mereka adalah saudara-saudaraku yang benar-benar perhatian kepadaku ” Kaila tersenyum . Dan pangeran menoleh kearah Kaila sehingga pandangan mereka bertemu.

” Hei..kenapa kau memandangku seperti itu?”. Kali ini pangeran mencipratkan air laut ke Kaila . Ekspresi Kaila memang terkejut karena pangeran langsung mencipratkannya dan langsung berlari. ” Ayoo kejar aku!!”. Kaila berdiri dan mengangkat rok dressnya yang panjang. Dua tangannya mengangkat rok nya sambil berlari mengejar pangeran. Mereka bermain air saling menyirami.

” Kau curang!!”. Pangeran mengejar Kaila yang jaraknya agak dekat dengannya. Kaila tertawa tanpa suara. Rok dressnya sering terjatuh sehingga menyebabkan sedikit terinjak dengan kaki nya dan hampir terjatuh.

” YAP! AKU MENDAPATKANMU!!”. Pangeran memeluk Kaila dari belakang dan memutarkan badanya sehingga Kaila juga ikut terputar dan sedikit terangkat. Hari itu,adalah hari paling menyenangkan untuk mereka berdua.

-o-o-o-

Kaila berada dimeja rias, dan memakai baju gaun sederhana bewarna hijau muda. Duduk, dan menatapi diri sendirinya lewat kaca meja tersebut. Kaila memegang sebuah benda yang mengantung dilehernya, Kalung yang dihiasi oleh sebuah kerang dan manik-manik sederhana. Ada senyuman kecil saat melihat kalung itu. Dan Kaila segera menuju berlari senang ke ruang dimana pangeran bermain bersamanya, ruang tamu. Namun, Kaila merubah muka bahagianya menjadi muka yang pucat. Hei mengapa ia merubah wajah cantiknya seperti itu?

” Oh Kaila, perkenalkan, ini Shin Rim Ma, dia adalah calon istriku..”

PLETTARR!!

Hati Kaila benar-benar pecah, seperti tersambar petir dan pecah seperti kaca.

” Aku Shin Rim Ma, Salam kenal..”. Kaila tersenyum miris saat melihat perempuan itu adalah calon istrinya pangeran.

@diharipernikahan

” Untuk calon suami, diharapkan untuk memakaikan cincin kepada calon istri,dan calon istri juga melakukan hal seperti calon suami..”. Sang pendeta memperbolehkan sang Calon suami-istri ini untuk memasangkan cincin bersamaan.

” Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami-istri..”. Pangeran dan perempuan disampingnya-calon istri yang sekarang sudah sah menjadi istri tetap-tersenyum bahagia. Tapi, tidak di sisi lain, dimana mereka para tamu undangan berbahagia, melihat pangeran menikah, Kaila tidak bersorak-sorak , Dia tersenyum paksa, dan mengeluarkan setu-persatu butiran bening dari mata coklatnya.

-o-o-o-

Kaila duduk termenung dia tempat balok-balok kayu sambil melihat kalung kerangnya. Ia memandangi kalung tersebut. Mengingat hari-hari kemarin adalah hari yang sangat menyedihkan walaupun ada kebahigaan yang menyelip diharinya. Kaila duduk disamping kapal. Hari sudah menjadi malam. Bahkan hanya ia yang berada diatas kapal. Butiran air beningnya teratuh tanpa disadari Kaila dan terjatuh kedalam lautan yang terbentang luas tersebut.

” Kaila..hei..Kaila!”. Kaila mencari sumber suara yang memanggilnya, ia lihat tengok kiri-kanan tak dapat menemukan sosok seseorang.

” Kami dibawah mu..”. Kaila langsung melihat bawah atau laut. Suara itu adalah suara kakaknya-Taeyeon-. Disana terdapat kakak-kakak Kaila dan Nino,Sahabatnya.

” Hei saengi sudah lama tidak berjumpa”. Kaila tersenyum manis kepada semua kakaknya.

” Sebelumnya kami ingin memberikan ini..”. Tiffany melemparkan sesuatu dan benda itu tertancap dibadan kapal atau didekat Kaila.

” Kami menukarkan benda itu dengan rambut kami..”. Sooyoung menjelaskan mengapa rambut kakak-kakaknya pendek sebahu.

” Itu adalah benda yang membuatmu kembali seperti semula..”.Jessica menambahkannya lagi. Kaila mengambil benda tajam -belati-tetapi motifnya berbeda dengan motif yang biasa ia lihat.

” Jika kamu ingin kembali,bunuhlah pangeran,tepat pada jantungnya”. Kaila masih memandang pisau itu dengan seksama. Perkataan Yuri tadi benar-benar membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Ia menoleh kearah kakaknya tadi.

” Maafkan kami, hanya itulah jalan satu-satunya agar kau kembali seperti semula, dan salah satunya mengembalikan suaramu..dan car kau bisa kembali lagi bersama-sama..” Sunny mengucapkan kata-kata tersebut dengan nada penyesalan. Dilihat satu -persatu diantara mereka mulai menenggelamkan kepalanya dari Tiffany sampai Sunny.

” Semoga kau berhasil..”. Sunny langsung menyelam, semua sudah pergi. Dan Kaila memegang belati itu erat-erat.

TAP_TAP_TAP

Suara sepatu Kaila berbunyi memenuhi lorong dalam kapal besar tersebut. Kaila menuju kesebuah tempat dimana pangeran dan istrinya berada.

KRIEEKK~

Suara pintu yang agak ngilu tersebut membuat Kaila harus berhati-hati, Agar tidur mereka masih nyenyak. Kaila membuka pintunya sedikit melebar. Kaila melihat mereka tidur dengan berlawanan arah. Sang istri-baru-menghadap ke kiri membelakangi pangeran dan, ah..pangeran tidur dengan posisi tiduran. Kaila perlahan menuju ketempat dimana sang pangeran tidur disana. Ini lah kesempatan untuk Kaila, Membunuh tepat pada jantungnya. Tertidur, ia ingin membunuh pangeran dalam kondisi terlelap dimana pangeran sudah berada dialam mimpi yang membuat begitu nyaman dalam tidurnya.

ini saatnya Kaila..inilah pembalasan yang cocok untuk pangeran karena telah menyakiti hatimu, Pengorbananmu juga dilampaukan begitu saja, ini pembalasan yang cocok untuk nya Kaila..Kaila berbicara sendiri didalam hatinya. Ia siap-siap mengayunkan pisau itu tepat kearah jantungnya.

DZINGGG!

Pisau itu diayunkan dengan cepat tetapi, Pisau itu hampir mengenai jantung pangeran. Hanya 1 cm lagi ia akan menusuk jantung sehat pangeran. Ia coba ayunkan lagi, tetapi sama saja, masih tidak bisa menembusnya. Kaila mengeluarkan cairan beningnya begitu saja. Ia memaksakan tangannya untuk membunuh pangeran.Tetapi, tangannya seperti menolak permintaannya. Hatinya terus memaksakan untuk menusuk jantungnya.

Mengapa dengan tanganku? Ya tuhan…wajahnya benar-benar tampan saat kondisi seperti ini, Tuhan aku tidak tega membunuh orang yang aku sayangi, tolong aku..Air matanya mengalir dengan deras. Ia berusaha mengayunkannya lagi kali ini dengan mata terpejam, Menahan airnya dan tidak mau melihat darah yang bersih itu keluar dari tubuhnya.

DZINGGG! PRANG!!

Kaila benar-benar tidak kuat bahkan tidak tega membunuhnya, ia menghentikan ayunannya lagi dan dia juga menjatuhkannya.

” Eung..” Kaila menoleh kearah pangeran, Sepertinya ia terjaga dari tidurnya. ” eum..Ka-kaila..mengapa kau-“

Kaila langsung berlari meninggalkan kamar tersebut, tidak mementingkan bahwa ia akan dikejar karena ketahuan sudah hampir membunuhnya, dan lainnya. ia berlari menuju arah atas kapal dimana menunjukkan alam laut yang bebas itu.

” Kaila! uh?”. Pangeran melihat ada sebuah belati tergeletak. Pangeran yang melihat benda itu tergeletak langsung mengambilnya dan menoleh kearah pintu. Ia langsung bangkit dari ranjangnya dan memastikan bahwa disampingnya-istri barunya-tidak terbangun. Ia ikut keluar memastikan bahwa orang tadi bukanlah yang ia maksud.

Kaila menuju kearah pojok depan kapal atau kepala kapal yang lancip . Kaila berdiri dan memandang beberapa detik melihat terbitnya sang fajar. Kalung yang ia pegang sedari tadi dilepas begitu saja. Ia memutar balikkan badanya. Dia mendekapkan tangannya menyilang serta mengepal kedua tangannya kedadanya. Ia memejamkan matanya dengan perlahan-lahan dan dia terjun dengan kondisi seperti tadi.

BYURR!!

Maafkan aku pangeran, aku tidak bisa membunuhmu karena kau adalah orang yang aku sayangi,Kakak maaf aku juga tidak bisa memenuhi permintaan kalian, Nino maaf aku harus meninggalkanmu. Pangeran, semoga kau masih mengingatku,mengingat hari-hari kita dimana kita masih bisa bersama. Sekali lagi maaf, lebih baik aku pergi dengan cara ini dari pada kau terbunuh dengan tanganku sendiri , Maaf..hanya itu..yang kuucap dalam diriku kepadamu..selamat tinggal pangeran, bersenanglah tanpaku..Kakak terimakasih atas kebaikan kalian..Good bye. Kaila perlahan-lahan menutup matanya dan menaikan  kedua  bibirnya dengan lembut tanpa paksaan. Air matanya tercampur dengan air laut. Dan itu adalah air mata terakhirnya.

” KAILA?KAILA!”. Pangeran segera mencari sosok yang dicarinya tetapi ia tidak menemukannya. Ia mendengar suara dari dasar laut tersebut. Ia langsung menghampiri ke sudut depan kapal dan melihat bahwa ada beberapa gelembung dari dasar laut. Seperti ada yang tercebur. Pangeran menatap fajar yang perlahan-lahan akan muncul. Dan hei? dia menginjak sesuatu..dia sadar dia menginjak sesuatu dan dilihatnya,adalah kalung kerang,milik Kaila.

Flashback On

” Hayoo ini apa?”. Kaila bingung karena melihat ada sebuah kalung didepannya. Ternyata sang pangeran memperlihatkannya dari arah belakang dan tangannya menuju kedepan untuk memperlihatkan kalung kerang yang dibawanya.

” Ini  adalah kalung, ini aku yang membuatnya..aku masih mempunyai kerang kecil yang biasa dulu aku koleksi. Manik-manik ini..aku masih menyimpannya di kotak pernak-pernik yang aku umpatkan bertahun-tahun dibawah kolong kasur ibuku atau kamarmu. Huh kukira aku membuangnya ternyata masih ada..beruntungnya aku menyimpan di tempat yang tidak aku periksa…” Pangeran duduk disamping Kaila yang masih bingung.

” ini khusus untuk mu, aku membuatnya dari sore sampai malam..huh melelahkan..”. Pangeran mengeluh lagi dan Kaila hanya tersenyum. 

” Apakah kau menyukainya?”. Kaila mengangguk bersemeangat. ” Sungguh?”. Kaila mengangguk bersemangat dengan senyum. Jujur,Kaila sangat menyukai kalu kerang yang dibuat oleh pangeran.

” Huah..senangnya kau bisa menerima kalung yang benar-benar sederhana ini..Sini aku pakaikan”. Pangeran segera menuju arah belakang dimana ia bisa memakaikan kalung kerangnya ke leher Kaila. Tak lupa Kaila mengangkat rambut panjangnya.

” Dengan kalung ini juga, aku juga bisa mengenalimu dimanapun kau berada”. Pangeran tersenyum puas. Kaila menatap kalung nya dengan lekat. Bagus,itulah pikirannya, sesederhana kalung ini adalah kalung paling beharga untuk Kaila.

Flashback End

” Han Kaila..” Pangeran menatap lekat kalung itu. Ia ingat betul tentang pemberian kalung ini untuknya. Pangeran menatap lurus fajar yang telah terbit menyinari lautan indah itu menjadi cerah.

-o-o-o-

” Dan akhirnya sang putri duyung pun menjadi buih..dan dibawa menuju surga oleh para bidadari karena kebaikannya..sementara pangeran, akan mengenang kalung tersebut sebagai bukti bahwa sang putri duyung selalu ada disisinya. SELESAI!!!”. Rae Na berteriak sambil merentangkan kedua tangannya keatas.

” Huah.. kenapa kalian tidak tidur sih!”. Rae Na berkacak pinggang walaupun ia duduk disofa.

” Lagian sih, ceritanya seru banget!”. ” Iya, biasanya kalau orang mendongengkan harusnya sih ya, kita ngantuk..” Celoteh Baekhyun dan Xiumin yang menjawab pertanya RaeNa.

” Huh kalian ini..sudah dewasa saja masih ingin didongeng oleh ku”. Rae Na menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

” hah! kan kita jarang sekali didongeng-”

” Iya sekali didongeng oleh ku, baterai kalian semakin kuat”. Sehun hanya cengir mendapat jawaban Rae Na seperti itu.

” oke..kesimpulan cerita ini apa hayo?”. ” AHH AKU!!”. Semua menengok kebelakang, Luhan mengangkat tangannya.

” Nah apa hayo?”. Rae Na tersenyum melihat Luhan mengangkat tangan.

” Kalau kita disakiti oleh sesorang,janganlah membuat dendam kepada orang yang telah disakiti walaupun dia tidak tau perlakuannya yang membuat kita sakit hati. Karena tanpa disadari kita juga, orang yang kita dendami adalah orang kesayangannya, Jadi berpikir dulu sebelum bertindak..dan ambilah keputusan itu dengan baik”. Rae Na tersenyum senang karena Luhan tau kesimpulannya.

” Yap! 100 buat Luhan.. Apa yang tadi dikatakan oleh Luhan tadi itu benar… berpikir dulu sebelum bertindak..dan ambilah keputusan itu dengan baik. Walaupun orang itu juga pernah menyakiti kita tanpa ia sadari, maka maafkanlah terlebih dahulu sebelum ia meminta maaf kepada kita. Dengan begitu hidup nya dan hidup kita akan tenang suatu saat nanti”. Rae Na membetulkan perkataan Luhan.

” Huahh gege benar-benar daebak!”. Kris mengangkat kedua jempolnya untuk Luhan.

” Siapa dulu? XI LUHAN!!” Luhan tersenyum bangga mendengar pujian Kris.

” Nah.. sekarang dari tokoh-tokoh ta-”

” Kalau pangeran jelas aku!karena wajahku ini kan tampan, sementara kokinya adalah KyungSoo-“. ” MWO? a-apa ?”. D.O kaget mendengar perkataan Luhan yang menunjuk dirinya.

” sementara pengawalnya adalah Jongin-”

“Hah?”

“Lalu Yixing-“.

” Hei!”.

“hmm Yifan-“.

“Aku?”.

Tao-“.

“Hei kok aku?”.

“Jongdae-“.

What?”.

“siapa lagi AH! Suho-“.

“mengapa aku dibawa sih?”.

“Minseok-“.

“Oh shut up!”.

” Baekhyun-“.

” Hey seenaknya saja jidatmu mengatur begitu!”.

” dan AH! SEHUNNIE!”.

“Hei! aku tidak mau!”. Semua disebutkan secara detail dan Rae Na yang tahu bahwa suasana akan mulai ribut menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

” ohohoh Chanyeol-ah..kau tukang kebun!”. Kali ini Luhan menjentikkan jarinya.

” Hei aku tidak mau menjadi tukang kebun!”. Chanyeol menyipitkan matanya kearah Luhan.

” Jelas kau pantas untuk menjadi tukang kebun dan menyiramSuho seperti bunga”.

” Hei! mentang-mentang kau berwajah baby face  seenaknya saja kau menganggap kau adalah seorang pangeran eoh?”. 

” Hei Bacon, memang nya kau memiliki wajah seiimut aku? aku imut begini kan banyak disukai Yeoja-OUCH!”. Luhan memegang kepalanya yang terkena serangan bantal dari Jongin.

” Kau ini sudah tua! bahkan lebih tua dari kami! seharusnya yang menjadi pangeran itu adalah anak-anak muda termasuk kami! semua juga berhak dong untuk menjadi pangeran..”. Jongin membela semua anak yang menjadi pengawal,koki-KyungSoo-, dan tukang kebun-Chanyeol-.

” Betul!”. Jawab mereka semua serempak dan Luhan berdiri dari duduknya.

” oh ya? bahkan pengawal-pengawal itu memanggil pangeran muda dan mau jika dipanggil namanya langsung, kau tidak mendengar ceritanya bahwa pangeran selalu memanggil mereka dengan kata memanggil tanpa kata Hyung?’. Luhan memandang satu persatu yang masih duduk dan mereka sedikit mendongak melihat Luhan berdiri.

” Hei! pengawal-pengawal mereka memang berteman dari kecil mangkanya ia mungkin merasa saudaranya, tapi bisa saja pangeran itu lebih muda? dan paling muda diantara pengawal itu? sejak kapan pangeran itu berbicara nama mereka masing-masing didalam cerita itu”. Kris ikut berdiri dan berkacak pinggang .

” Sejak Xi Luhan yang menjawab pertanyaan Park Rae Na-”

” Apa hubungannya dengan Rae Na Noona, eoh? Dia kan hanya senang kau sudah bisa berbikir cepat!bahkan benar apa yang dikatakan oleh Noona..baterai kita masih penuh..”. Baekhyun ikut berdiri dan menyilangkan tangannya kedepan dada.

” Hei,hei sudah-”

” Dan kupastikan tokoh-tokoh itu cocok dengan kita,” Ucapan Rae Na tadi terpotong dan tidak didengar oleh Luhan.

” kita? Hello? awake please? you said ‘Kita’ ? wether i not mistaken to  hear?”  Baekhyun memajukan telinganya seperti tidak mendengar perkataan Luhan tadi.

” oh sud-”

” Hei kau ini..mengapa kau bilang seperti itu? pasti memang cocokkan?”. Luhan menjawab pertanyaan Baekhyun dengan sedikit kesal.

” Oh Shut-”

” Semua orang berhak memiliki pikiran masing-masing gege..aku memikirkan jika aku adalah pangeran maka kau adalah tukang kebun..” Kris membela pernyataan Baekhyun.

Mereka yang lagi duduk menyaut -Hei- agar mereka sadar bahwa Rae Na sudah risih dengan kadaan mereka bertiga.

” OH SHUT UP PLEASE?! MY PATTIENT IS RUNNING LOW! BECAUSE YOU’RE”. Rae Na berdiri dan sedikit membentak kepada ketiga anak tadi. Semua langsung terdiam. Melihat satu sama lain.

oh come on , this is fairytale story, not real story.. please.. not problem it”.  Rae Na kembali meredakan suaranya saat ketiga anak yang berdiri itu sudah tahu bahwa dirinya ternyata risih karena ulah mereka bertigaa.

” The story can you think in you’re brain and in you’re self.. Now Luhan,  Why did you cut my talk before?”. Rae Na berkacak pinggang kembali menghadap Luhan

” eheh.. im sorry, i don’t know if you talk something to me Noona..Mianhae” Luhan membungkukkan badannya 90 derajat.

” Euh kalian ini juga.. selalu saja..aku belum selesai ngomong kalian juga memotongnya..jadi masalah kan..Kau ini juga Luhan, Dengarkan baik-baik dan- WOW?Jam setengah dua belas malam? ayo-ayo kita bahas lain kali sudah malam ayo kita tidur..”. Rae Na menepuk tangannya sembari memberikan isyarat titah juga untuk membereskan ruangan yang ditempati mereka.

” huahh aku haus-“. Kris yang masih berdiri memegangi lehernya yang sepertinya kehausan

” Ah~ biar aku ambilkan..”. Rae Na ingin beranjak kedapur tetapi dicegat oleh pertanyaan Baekhyun.

“Eh? Noona mau kemana? biarkan saja dia mengambilnya sendiri” Baekhyun menahannya sebelum Rae Na benar-benar jalan ke dapur tadi.

” Benar, biar aku saja yang mengambilnya..takut merepotkan”. Kris menambahi penanggapan Baekhyun tadi.

” Yang pastinya kedapur. Aku juga ingin minum, Sudah that’s okay. Lebih baik kau siapkan saja tikar dan  Bed Cover disamping kamar tamu dan juga berada dikamarku, terserah kalian ingin siapa yang mengambilnya, sekarang atur semuanya..aku pergi dulu sebentar” Rae Na segera pergi meninggalkan Baekhyun. Baekhyun yang tidak bisa mencegat Rae Na langsung menghampiri Chanyeol yang sedari tadi menatap mereka berdua.

” Huah matilah kita Baekhyun-ah”. Chanyeol langsung berbisik kepada Baekhyun seraya memberi aba-aba untuk lari.

” satu,dua,tig-“.

BLAM!PLENTANG!BLUGEM! JDER!#Soundtracktidakjadi-_-

Terdengar suara bendungan (?) yang terdengar sampai arah ruang tamu. Semua anak yang masih didalam ruang tamu langsung menengok kearah sumber suara.

” BAEKHYUN!”. Mereka berdua-Baekhyun dan Chanyeol-berhenti berbicara karena mendengar suara teriakkan yang familiar ditelinga mereka. Semua anak yang ada didalam sana langsung menoleh kearah 2 orang yang berdiri didekat sofa seraya ingin pergi.tetapi mereka mengehentikan langkahnya yang ingin mereka langkahi.

” Ya ampun ! Seharusnya kau memaksa Kris agar dia mengambilnya sendiri hyung! eh ups”. Chanyeol yang habis memarahi Baekhyun langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya karena omongannya tadi. Semua anak termasuk Kris menatap kosong yang tidak bisa diartikan oleh mereka berdua.

” Eoh? kau bilang apa? untukku?”. Kris menunjuk dirinya yang masih menatap Chanyeol dengan menyipitkan matanya.

” YOU’RE WILL DIE!”. Mereka berdua langsung menoleh kearah sumber suara. Terdapat Rae Na dipenuhi oleh tepung dan membawa panci ditangan kanannya sambil memukulnya ketelapak tangan kiri .

” Ayo kita pakai cara mustika kita..”. Baekhyun menjawabnya dengan senang.

” Benar-“. Chanyeol menjetikkan jarinya seperti memounyai ide cemerlang.

” sim salabim..MUSTIKA-BURRRR!!”. Mereka langsung melesat berlari. ” YOU’R IN MY HAND NOW!”. Rae Na segera melompat melewati sofa.

” Sebaiknya kita biarkan saja noona menghabisi mereka berdua..”. Lay mendongak sedikit dimana ia bisa melihat Rae Na mengejar Baekhyun dan Chanyeol.

” Benar..lebih baik kita bagi tugas. Aku,Lay,Jongdae dan Minseok mengambil beberapa tikar, dan bantal disamping kamar tamu tadi , Suho  hyung mengambil bed cover yang berada di kamar Rae Na noona dan sisanya mengambil Bed Cover yang berada dikamar tengah milik Chanyeol”.  Jelas Tao panjang lebar.

” Ayo kita ambil Bed Covernya” Kris mengajak Sehun,Luhan,Jongin dan Kyungsoo. Mereka lebih mementingkan mengambilkan barang dari pada mengurusi kedua anak yang dikejar oleh Rae Na. Baekhyun dan Chanyeol benar-benar gesit, mengelilingi seisi rumah ini dan Rae Na juga ikut-ikutan mengelilingi rumahnya.

” Itulah akibatnya ingin mengerjai yang lebih tua.. jadi yang kena batunya orang lainkan-” 

BLAM!

Kris yang baru saja mengobrol dengan mereka -Jongin,DO,Luhan,dan Sehun- terkena tepung yang membuat dibelakangnya menjadi terbatuk-batuk. Kris tetap menjadi patung serta korba hantaman tepung yang digantung.

” UHUK!UHUK! oh tidak! Sehun! Oh Seh-Huaaa!!”. Luhan menepi posisi Sehun dan Kris. sudah jelas Sehun disamping Kris. Tetapi karena ia juga tak bisa melihat karena matanya kelilipan terkena tepung, ia terpeleset karena menginjak beberapa kelereng disana.

” eh Hyung? Kau dima-“.

BRAKK!

Sehun terjatuh juga karena menginjak kelereng-kelereng yang habis diinjak oleh Luhan.

” Ohh Jongin,D.O.. tolong aku!”. Kris meraba dinding disampingnya dan berjalan arah kanan. Berjalan tak tentu arah.

”  Hyung! UHUK!UHUK!. Kami disini ah.. perih sekali..”. Jongin juga tidak bisa melihat karena matanya terkena tepung. Ia juga ikut terpeleset dan menimpa Sehun.

” Hei.. Jongin kau dimana?”. D.O berusaha menyesuaikan matanya agar ia bisa melihat. Ia juga ikut jalan tak tentu arah. Kris mengusap wajahnya berkali-kali agar matanya bisa melihat dengan jelas. Diikuti D.O meraba-raba apakah disekitarnya ada barang yang ia sentuh.

” Hei ini siapa?”. D.O memegang punggung Kris sambil memegang matanya yang terkena tepung itu juga.

” Ah a- sepertinya ada yang menyangkut?”. Kris berhenti sebentar merasakan kakinya yang tersangkut seperti benang. D.O juga ikut berjalan dan tak sengaja menginjak kelereng yang mengakibatkan Luhan terjatuh tersebut. Kris terdorong oleh D.O karena D.O menginjak Kelereng tersebut. Kris merasakan kakinya yang tersangkut itu tertarik oleh kakinya sendiri dan terjatuh. D.O yang terjatuh seperti Kris memegang pantatnya dan saat Kris ingin bangkit, tiba-tiba

BYUR!!

Kris dan D.O tersiram oleh air yang berada diatas langit-langit ruangan yang ia kunjungi sekarang, Air itu menumpahi seluruhnya ke Kris dan sebagian juga menyiram D.O yang dibelakangnya.

PLUK!

Ember air yang tergantung tadi terjatuh tepat dikepala Kris.

” Hei disini gelap ah! apa ini?”.Kris meraba benda yang ada dikepalanya. Dia segera mengambil benda tersebut dan memperhatikannya serta badannya yang basah kuyup dicampur tepung.

” Huahh!! bajuku basah!!”. DO segera bangkit dari posisinya sambil memegang pantatnya yang masih sakit. Sambil menarik piyama biru tua gelapnya yang terlihat basah karena terkena air .

” Euh.. sakit sekali..Hei yang menindihku! siapa ini? aw! pinggangku!”. Luhan meringis kesakitan sambil memegang pinggangnya yang terkena benturan lantai.

” Yak! aku benar-benar ingin menendang- AW!”. Luhan yang ingin bangkit dari posisi jatuhnya yang terjengkang tersebut memegang pantatnya.

” BAJU KU? AH EMBER?! “. Kris melihat bajunya dan mengalihkan pandangannya ke ember yang dipegangnya dengan tatapan melotot.

” Aw..pinggulku..”. Jongin berusaha bangkit dari posisi menindih Sehun tetapi dia masih meringis kesakitan dan kembali lagi menindih Sehun.

” Omona! mengapa jadi salah sasaran? seharusnya kan ini sasaran Tao,Minseok,Jongdae,dan Lay! Ups“. Chanyeol yang tidak sengaja  melewati ruangan tamu , melihat Kris dan lainnya berantakkan alias terkena jebakkan Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol menutup mulutnya lagi karena ia keceplosan lagi mengungkapkan jebakkan tersebut. Mereka semua-Kris dan yang lain- yang sudah berlumuran tepung dan ada yang terkena air-DO dan Kris- menatap tajam Chanyeol.

” Yak! Chanyeol-ah! cepat kita kabur- o..ouw..sepertinya ada yang salah jebakkan lagi..”. Baekhyun yang melihat Chanyeol berhenti tepat dikamar tamu tersebut juga memperhatikan orang-orang yang ada didalam sana. Tatapan mereka semua benar-benar tajam seperti ingin membunuhnya.

” Yak! anak autis! sini kalian berdua! akan kulempar kau dengan ember ini!”. Baekhyun dan Chanyeol segera lari sebelum mereka semua yang berada didalam ruangan tersebut mengejar mereka-bahkan lebih tepatnya membantu Rae Na balas dendam-.Luhan,Sehun dan Jongin segera cepat bangkit walaupun badan mereka ada yang sakit. Kris segera melesat keluar dan membawa ember yang sedari-tadi ia pegang karena bajunya yang basah kuyup ,disusul D.O yang membawa sapu yang juga berada didekat lemari tempat Bed Cover bertengger (?) disana ,dan sementara Jongin,Luhan dan Sehun melepas sendal tidurnya.

” Wah tak kusangka Rae Na noona galak seperti itu, seram sekali membawa panci..”.Lay yang mengekor Tao,Minseok dan Jongdae segera membahas Rae Na.

” Benar..aku tidak tau lagi nasib mereka berdua itu”Minseok menambah pernyataan Lay.

” Sudah lebih baik kita mengambil tikar dan-AAAWWW~”. Tao yang berjalan duluan merasa menginjak benda-benda kecil yang banyak sehingga ia jatuh terjengkang.

” EEEEHHHH~!”. Jongdae yang berjalan menyusul Tao ikut terjatuh seperti Tao tetapi sepertinya..kakinya menyandung sesuatu yang panjang dan Jongdae terjatuh tengkurap.

BBUHGG!

Tao mendapatkan serangan jebakan tepung yang tergantung didalam sana, sampai akhirnya tali yang disandung Jongdae adalah salah satu tali jebakan tersebut. Lay dan Minseok yang melihat Tao dan Jongdae seperti itu segera menghampiri mereka berdua. Mereka masuk dan membantu Tao dan Jongdae untu berdiri. Tetapi, Dewi Fortuna berkata lain , Lay harus ikutan terpeleset akibat benda bulat yang banyak dan kecil yang berserakan disekitar Tao dan ikut duduk terjengkang dan tak sengaja mendorong kaki Minseok yang akhirnya Minseok juga ikut terjatuh seperti Jongdae. Dan akhirnya Minseok jatuh dalam posisi tengkurap. Hei , Minseok menemukan sesuatu yang panjang.

Apa ini ? Minseok yang bingung segera menarik nya dan..

BYUUURR!!

Ember bertengger diatas kepala Jongdae dengan air yang mengenai piyama peach bergambar monyetnya dan piyama Minseok -disebelahnya- yang setengah basah kuyup karena air yang muncul dari atas (?).

” SIAL! KENAPA GELAP BEGINI? HEI TOLONG AKU!!”. Jongdae mengomel didalam ember yang ada dikepalanya. Suaranya agak menggema didalamnya . Tao yang baru saja bisa melihat -karena matanya terkena tepung- memanggil-manggil nama mereka bertiga.

” HUAHH!! BAJU RILAKUMAKU BASAH!! HUWAAA..”. Minseok memperhatikan secara seksama piyama rilakuma bewarna coklat mudanya itu yang sudah basah dan hampir menangis karena..itu baju kesayangannya! oh Minseok -_-

” AHAY! HARI KEBALIKAN  ! AKU YAKIN SUHO HYUNG TEPAT SASARAn AHAY!”. Refleks mereka ber-empat menoleh sumber suara tersebut. Oh tidak.. Bakhyun dan Chanyeol lagi.

” BAEKHYUN! CHANYEOL! HEY BOCAH AUTIS DAN ADIK PENYEBAR VIRUS GILA! KEMARI KALIAN! MALAM INI KALAIAN TAK AKAN KUAMPUNI!!”. Terdengar suara Rae Na sampai arah kamar mereka ber-empat -dan dua bocah autis yang lagi nyengir-. Mereka berdua yang sedang nyengir langsung kabur melesat ke arah yang terdekat.

” Hei!! kalian!! AWAS KALIAN!!”. Semua yang ada didalam kamar ikut beranjak berdiri untuk mengejar bocah-bocah itu. Jongdae membawa ember nya dan sementara itu mereka ber-tiga -Tao,Minseok,Yixing- mengambil sendal mereka sama seperti yang dilakukan Jongin,Luhan dan Sehun.

PLENTANG!TENG!BRUK!JDER!TOING!

” BAEKHYUN!! CHANYEOL!!!”. Teriakkan membahana Suho terdengar oleh dua orang yang memeliki nama tersebut.

” o-o-uw..”. Chanyeol dan Baekhyun bergumam berbarengan. Terlihat baju Suho benar-benar seperti hantu. Air yang hampir mengenai piyama panda merah -baju nya kena tapi celananya setengah- itu membuat terkesan seperti hantu Namjagwishin.. tak lupa iya membawa sapu lidi yang berada ditempat Suho tadi.

” AHA! MAU KEMANA KALIAN HAH!”. Refleks mereka berdua menoleh secara takut-takut. Terdapat Park Rae Na yang tersenyum setan bersama teman-teman dibelakangnya yang terkena jebakkan yang dipasang mereka.

” BAGUS NYA KALIAN MEMBUAT BATERAI TIDURKU MENJADI BOCOR KARENA KALIAN!”. Rae Na melotot dengan dengan senyuman Death glarenya .

” Ekhm Chanyeol-ah apakah kita harus menyerah?”. Baekhyun tampak susah menelan ludahnya kedalam tenggorokkannya.

” TIDAK AKAN! AYO SEKARANG KITA KE KA—KABUR !!!”. Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan segera kabur dari beberapa orang yang akan menyantapnya malam ini.

” YAK AUTIS!VIRUS! SINI KALIAN!!”. Suho yang tampak gregetan dan kesal menyusul mereka berdua duluan. Dan disusul oleh beberapa orang -komplotan Rae Na tadi-.

Malam ini adalah malam yang seharusnya menjadi malam yang sudah dihiasi bunga tidur dari dongeng yang selalu disukai semua orang.Tetapi,bagi mereka,hari ini adalah malam yang dihiasi oleh sebuah kenistaan dari seorang bocah autis dan bocah penyebar virus kebahagiaan itu. Malam yang akan menjadi malam panjang untuk mengejar dua orang komplotan yang membuat mereka yang harusnya tertidur dengan mimpi, menjadi Satpol PP yang berusaha mengejar banci taman lawang (?)

-THE END-

Huahhh~ akhirnya finish juga.. ini sekitar 8.000 kata.. Banyak amat -_- . Gempor cyin~ maaf garing-garing gimana gitu ya soalnya gak enak kalau cuman cerita romance doang kayak cerita dongeng aslinya..dan penulisannya kalau ada yang kurang. oh iya iya bocah autis dan bocah virus..mengapa mereka memasang jebakka tersebut. sebelum mereka mendengarkan cerita Rae Na mereka memang mau balas dendam.. karena karya lukis mereka yang sudah tak disengaja diinjek oleh mereka ber-11 

| Chanyeol : Apa? EH! BUKANNYA ELU YANG NYURUH KITA BERDUA MASANG JEBAKKAN?! | Baekhyun : Ngatain lagi lu.. bocah autis segala! ITU KAN KARYA LUKISAN ELU! SALAH LU SENDIRI NITIP KE KITA-KITA! | Chanyeol : Tau! | Author : Eh comel bener lu pada! | Kris : OO~ Jadi elu thor yang bikin kita kayak gini ?! BAGUS! *Death glare melotonya muncul* | Author : Eh? KAGAK!! BUKAN GUE!! | D.O : EH GARA-GARA KALIAN BERTIGA! KITA KAGAK BISA JADI TIDUR NIH!! TANGGUNG JAWAB LU PADA ! | Sehun : BATERAI GUE JADI KAGAK BISA DICHARGER LAGI TAOO! | Tao : Bisa kagak jangan bawa-bawa nama gue -_- | Sehun : Apaan sih lu ge? ikut-ikut aja! | Tao : Jelas gue ikutan! lu manggil nama gue, mereka bertiga juga bikin gue kena tepung kayak tante-tante girang begini! | Author : Apaan sih! gue gak ikutan masang jebakan! tapi cuman nyuruh mereka masanginnya! gara-gara kalian lukisan gue yang gue titipin nih dua bocah ancur kayak diacak-acak sama penghuni ghaib sini! gue balas dendam sama kalian! eh? ups.. * tutup mulut dengan satu tangan* | Rae Na : Oh.. jadi elu yang bikin gue harus bawa bawa panci di kaki gue? bagus ya.. *tameng panci* | Chanyeol : Gue bilang juga apa!! bukan kita berdua! tapi dia! | Jongin : ALAH! KALIAN BERTIGA SAMA-SAMA KOMPLOTAN! PANTAT GUE ENCOK GARA-GARA LU BERTIGA SEMUA! | Author : Ekhm… gue pakek cara mustika ciptaan gue ah.. | Baekhyun : Thor.. ikut ya 😀 | Author : Ayo.. sini-sini | Chanyeol : sim salabim | Author : Mustika— | Author,Baekhyun,Chanyeol : KABOOORRR!! | Luhan : KAMFRETTT!! SINI LU PADA!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s