Gift a Song

on

gift-a-song-asweety6-storyline

Tittle : Gift a Song

Author : Asweety6

Cast : – Oh Sehun

– Oh Ka Rin  ( Oc )

Other cast : – Byun Baekhyun

– Do KyungSoo

– and other

Rating : G

Lenght : One shoot

Genre : Family,Sad

Note : Aku buat ff ini dari otakku sendiri dan langsung muncul saat mendengarkan satu lagu..huahahah #gaje .Aku kepikirannya juga setelah dengerin lagu nya dari Lenka- Like a Song. Ya ampun cuman diganti Lik nya doang -_- tapi bukan unsur plagiat! sekedar terinspirasi dan inilah genre songfic  ku yang pertama juga , Tanpa romance juga .Oh iya kalau ada yang judulnya juga sama… mohon dimaklumi,ini imajinasi hasil otakku ya.. Happy reading^o^

Beware typo bertebaran . Cast adalah milik tuhan dan keluarga mereka sendiri kecuali sehun tunangan saya XD . OC milik saya sendiri . Alur cerita dari otak saya sendiri. 

Postert by ===>> Lee Yong Mi @cafeposterart.wordpress.com

*^*^*S`T`A`R`T*^*^*

Author POV

Ting..ting..ting…

Alunan piano  meneglilingi ruangan tersebut . Seorang perempuan tengah memainkan alunan piano  Suzanne Ciani-Buterrflies tersebut dengan tenang  dan juga-pastinya-fokus dalam memainkan alunan lagu tersebut. Sedikit menggema disekitar ruangannya-ruang tamu-Hingga akhirnya lagu tersebut lambat launpun sudah selesai dimainkan.

TAP_TAP_TAP

Suara sepatu menghiasi pengakhiran alunan melodi tersebut..sepertinya ada yang sedang jalan menuju ruang tamu? ah, benar..ada yang menuju ruang tamu. Seorang laki-laki membawa tas ransel hitam dengan jalan agak gontai . Menatap lurus kedepan . Dengan muka yang agak malas.

” Kakak ” . Perempuan itu memanggil anak itu. ” Bisakah kakak menemaniku untuk memainkan lagu bersamaku?”. Sambung perempuan itu yang melihat kakaknya berjalan menuju keluar rumah.  Langkah sepatu pun berhenti. Anak laki-laki itu langsung menoleh tanpa membalikkan badannya ke arah anak perempuan tersebut.

” Maaf,aku ada urusan”. Jawabnya dingin dan langsung menuju keluar rumah. Anak perempuan itu langsung menunduk, raut muka kecewa.

Anak laki-laki itupun langsung memasuki mobil nya dan langsung melesat menuju arah jalan raya.

Sehun POV

Aku langsung menyiapkan semua buku pelajaran sekaligus pr sekolahku. Ya, aku akan menuju rumah temanku, Baekhyun. Aku segera menuruni tangga , dan aku langsung berjalan menuju keluar rumah. Dan aku juga melihat anak itu sedang duduk didepan piano hitam atau piano classic yang benar-benar antik dan benar-benar seperti masih baru. Aku juga sempat mendengar beberapa lagu yang dimainkan oleh anak itu. Aku sengaja melewatinya dan…

” Kakak ” . Anak itu memanggilku. Aku benar-benar malas menanggapinya,jadi aku lanjut saja menuju kearah pintu.

” Bisakah kakak menemaniku untuk memainkan lagu bersamaku?”. Sambung perempuan itu yang melihatku berjalan menuju keluar rumah.  Langkahku langsung  berhenti. Dan aku langsung menoleh ke arah anak itu.

” Maaf,aku ada urusan”. Jawabku singkat tapi dingin dan langsung menuju keluar rumah. Sepertinya anak itu langsung  kecewa.

Aku segera langsung memasuki mobilku dan langsung menuju kerumah temanku itu.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

@BaekhyunRoom

” kau aneh ya..”. Baekhyun langsung menjatuhkan semua buku pelajarannya. Anak ini bena-benar ingin membuatku melempar penggaris karena telah mengagetkanku.

” Kau ini!! sekali lagi seperti itu? aku akan melemparmu dengan penggaris, tapi BESI!”. Jawabku menekan kata besi.

” Maaf, tapi buku ini benar-benar berat..aku terus bolak-balik ke ruang tamu dan kesini..”. Tatar nya yang langsung mengelap keringat dipelipisnya.

” Lagian sih..buku ada dimana-mana?!” Jawabku yang benar-benar ingin melempar bukunya ke mukanya karena wajahnya yang cengar-cengir (?) kepadaku. Oh, tepatnya watadosnya itu. Itu membuatku ingin memukulnya dengan centong nasi.

” Oh iya..mengapa kau tidak bersama adik mu? bukannya adikmu juga pernah mengerjakan pr-pr ini?”. Tanya Baekhyun menatapkku bingung.

” Tidak, lebih baik aku belajar dengan mu , mungkin saja ia juga belum mendapat tugas ini..”. Aku langsung mengeluarkan  buku pelajaran yang akan aku kerjakan dengannya. Oh? adikku memang seangkatan dengan ku. Tugas-tugas juga sama. 

” Kau tau? setiap aku akan ulangan Fisika, aku pasti diajarkan olehnya..sehingga aku mendapatkan nilai-

” Tertinggi kedua setelah Jung Hyochul”. Aku tau itu..Dia mendapatkan nilai tertinggi ulangan Fisika setelah Jung Hyochul.

” Kau ini tau saja..sekarang kan pelajaran Sejarah, mengapa kau tidak belajar bersamanya? padahal ia juga pandai dengan pel-

” Bisakah kita mengerjakannya dan tidak membahas adikku lagi?”. Aku menatapnya dingin karena dia selalu membahas kepintaran adikku.Yap, aku kadang iri dengan adikku itu. dia memang pintar di pelajaran ini dan fisika. Aku? apakah harus membahas juga? aku biasa-biasa saja. Aku juga sebenarnya juga dibilang golongan murid pintar juga. Sama seperti yang ada dirumahku-adikku-But,nilai tertinggi yang sering kudapat adalah pelajaran geografi dan b.inggris. Argh! guru yang sama killer nya! guru yang blasteran china-kanada di Geografi itu hampir membuatku meledak-walaupun aku yang tertinggi dipelajarannya- Alisnya dan wajahnya seperti angry birds yang sering kumainkan di Ipadku itu. Dan guru yang tergila-gila dengan ayam sehingga saat jam pelajarannya ingin dimulai , sering-bahkan setiap hari- mengucapkan salam morning chicks!! Hei? konyol kan? dikira kami anak ayam? tapi..begini-begini, guru ayam ini galaknya hampir setara dengan guru angry birds itu.

” eh..mm.. anu.. ayo kita mulai ” Mukanya langsung takut..Hahaha konyol sekali , keringatnya juga mulai ada dipelipisnya. Baekhyun,Baekhyun.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

Author POV

@ 11.38 pm , Seoul 

     Sehun yang sudah sampai dirumahnya tersebut langsung membuka pintu dan menutupnya kembali. Pekerjaannya dengan Baekhyun sudah selesai. Sehun langsung menuju kedalam rumah. Dan menuju ke kamarnya yang ada dilantai 2.

” Kakak..”. Langkah Sehun terhenti lagi.

” Mengapa kakak baru pulang jam segini? besok kita harus masukkan? besok juga kakak juga mempunyai Pr..”. Adiknya melihat Sehun dari piano yang sudah dimainkannya.

” Aku sudah mengerjakannya..” Sehun hanya menoleh sedikit , ia tidak mau menghadap kebelakang sepenuhnya menghadap adiknya tersebut. ” Mengapa kau tidak tidur? kau bisa tidur kan? mengapa masih di piano bodohmu itu?”. masih tetap sama. Jawaban yang dingin dan langsung menuju arah tangga.

” A-a-ku menunggu kakak pulang..”. Sang adik benar-benar memasang wajah yang agak khawatir karena kakak nya yang baru pulang jam yang ingin menunjukkan di Seoul benar-benar malam.

” Kau rela tidak tidur karena aku?”. Sehun langsung menuju keatas dengan ucapan yang dingin. Sang adik hanya menundukkan kepala karena agak takut dengan sikap nya nanti jika ia menjawab pertanyaan kakaknya.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

    ” Baik anak-anak pelajaran kita sampai disini dulu, selamat istirahat ” Guru membereskan semua peralatannya untuk menuju keluar dari kelas yang sedari tadi mengajar di kelas Sehun. Semua anak berhamburan keluar kelas.

” Sehun, aku ingin mengembalikkan buku dulu ya.. apakah kau ingin ikut?”. Sehun masih membereskan bukunya diselangi dengan gelengan pelan tanpa jawaban dari mulut nya.

” Baiklah.. See you after break!!”. Baekhyun langsung meninggali Sehun dengan lari ala anak kecil.

KRUYUK*suaraperutSehun#CERITANYA:D

” Ah sial..”. Sehun memegang perutnya. Dia langsung mengecek tasnya dan dia tidak menemukan barang yang dia maksud. Dompet. Dia mencari dompet. ”  sial..mengapa aku bisa meninggalkannya? ARGH!”. Sehun langsung menenggelamkan wajahnya ketangannya yang sedang menyilangkan dimejanya.

Dari dedaunan pintu kelas Sehun, Ada dua orang yang mengintip Sehun.

” Ayo Karin..masa sama kakakmu kamu takut, ayo!”. Seorang laki-laki bermata bulat tengah menyemangati teman perempuannya didedaunan pintu kelas Sehun dengan suara yang agak pelan -bahkan volumenya kecil- namun dapat terdengar oleh perempuan tersebut. Perempuan itupun langsung menuju ke kelas dimana  Sehun berada dengan perlahan-lahan dan menuju meja Sehun.

” Kakak..”. Sehun tidak bergeming. ” Kakak..” . ” Mau apa kau kemari?”. Sehun langsung mengangkat wajahnya dengan jawaban yang dingin dan datar seperti biasanya. Perempuan itu hanya gugup dan keringat dingin membasahi lehernya. Sudah biasa anak perempuan itu berkeringat dingin akibat orang yang ada dihadapannya, Oh Sehun.

” A-aku hanya mengantarkan ini..”. Karin mengulurkan sebuah kotak makanan bewarna kuning dengan tutup kotak makan nya tergambar keroro. Sehun hanya menatap kotak itu dengan sekilas.

” Pasti kau belum makan , ini aku berikan untukmu..”. Karin melanjutkan perkataannya.

” Aku tidak perlu itu..mengapa kau memberikan kepadaku , nanti kau yang kelaparan demi aku..”. Sehun kembali menenggelamkannya ketangannya.

” Aku sudah makan, bahkan sebelum kesini aku sudah makan punyaku..aku taruh disini saja..”. Karin langsung menaruh kotak kuning didekat Sehun dan langsung meninggalkan Sehun yang masih menenggelamkan tangannya.

Sehun mengangkat wajahnya untuk memastikan bahwa adiknya sudah pergi.Sehun mendapatkan sebuah kotak makan keroro yang berada didekat tangannya. Sehun memandangnya beberapa detik.

” Ck.. apa boleh buat, perutku sudah tidak bisa menahannya” Ah, sebaiknya seperti itu Sehun. Sehun langsung membuka kotak makan keroro dan isinya.. Ah~ Chesscake, kesukaan Sehun. Tapi, dari mana ia bisa membuatnya. Omong kosong, Sehun langsung memakannya sampai habis.

 ♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

 

@21.09,Seoul

Alunan piano terdengar lagi diseluruh ruang tamu. Karin memainkan satu lagu lagi dari Suzanne Ciani-Megan’s Dream dengan tenang seperti biasanya. Ia suka memainkannya ketika ia memilik rasa beban dalam seharian penuh disekolahnya.sementara Sehun. Dimana Sehun? Sehun sedang menuruni tangga,sepertinya ia ingin pergi.

” Kakak..”. Karin memberhentikan piano yang dari tadi ia mainkan. Sehun masih saja berjalan acuh didepan Karin. ” Bisakah kakak menemaniku bermain ?”. Langkah Sehun terhenti.

” Menemani bermain dengan piano bodohmu? kau kan bisa bermain tanpa ku” Jawabnya dingin dan melanjutkan jalannya.

” Tapi aku ingin temani kakak..”. Sehun berhenti kembali. Menatap tajam dan membalikan tubuhnya.

” Kau ini sudah besar! kau bisa kan tanpa kutemani ! kau bisa sendiri kan ? buktinya tadi kau bisa memainkannya tanpa kutemani setiap kau meminta ku untuk menemanimu!”. Baru kali ini Karin mendapatkan bentakkan dari kakak nya.

” Tapi aku ingin diajari oleh kakak…”. Karin menahan air matanya.

” Kau bisa kan sendiri? “. Sehun menatap tajam Karin dengan penuh amarah.

” Aku tidak mau sendiri…aku ingin kakak berada disampingku..karena-

” Karena apa?”. Sehun memotongnya dengan nada yang tinggi.

” Karena setiap aku memainkan lagu-lagu ini aku merasa sepi dan belum merasakan kenikmatan dalam lagu yang kumainkan!’. Pernyataan Karin membuat Sehun terdiam.

” Justru aku yang merasa tidak ada kenikmatan setiap aku mendengar lagu-lagu mu!”. Sehun menaiki nadanya lagi dengan mata yang memerah.

” Aku benar-benar iri dengan kau..dari kecil sebelum papa meninggalkan kita, aku benar-benar kagum bahkan iri karena hanya kau yang diajari oleh papa!”. Tanpa disadari Sehun mengeluarkan butiran-butiran beningnya. Ayah mereka sudah lama meninggal sejak mereka duduk dibangku sekolah dasar kelas 5 karena serangan jantung.

” Kamu selalu diajari lagu-lagu yang aku suka oleh papa! sementara papa, sama sekali tidak pernah mengajariku bahkan untuk melihatku bermain saja tidak pernah! Hanya kau saja yang terus di perhatikan! “. Karin yang mendengar Sehun langsung kaget dan mengeluarkan butiran beningnya.

” Dari kecil! aku selalu berusaha untuk memainkan agar papa tau bahwa aku bisa memainkannya tapi? Apa? saat aku bisa memainkan lagu aku idamkan untuk kumainkan, papa lebih memilih untuk melihat mu bermain lagu yang papa ajari dari pada usahaku berminggu-minggu untuk membuktikan bahwa aku bisa menaklukan benda musik yang aku suka!”. Sehun mengeluarkan pernyataannya dan air matanya benar-benar mengalir membasahi pipi putihnya.

” Usahaku benar-benar tidak berguna! papa lebih memilih mengajari mu dan menemanimu bermain alunan lagu daripada melihat usahaku bahkan TIDAK pernah mau mengajariku! ” . Sehun memejamkan matanya seperti mengingat rasa sakitnya yang diderita dahulu dengan menekan kata TIDAK kepada Karin.

” a-a-pakah kau membenciku ka-karena hal i-

” IYA! AKU MEMBENCIMU KARENA ITU! MEMPUNYAI KASIH SAYANG PAPA,BAHKAN MAMA PUN JUGA MEMPERHATIKANMU SAJA! SEHINGGA AKU MEMBENCI BENDA KESUKAANKU DAN LAGU-LAGU YANG AKU IDAMKAN UNTUK DIMAINKAN PUN AKU SUDAH MEMBENCINYA KARENA AKU TIDAK MENDAPATKAN HAL YANG SAMA SEPERTIMU!”. Sehun meluapkan amarahnya dan menatap amarah kepada Karin yang ikut mengeluarkan cairan bening seperti Sehun.

” Apa gunanya kita menjadi anak kembar tapi hanya satu yang diperhatikan? “. Karin benar-benar menangis mendengar kata-kata Sehun tadi.

” Kak! kita diciptakan menjadi anak kembar karena pasti ada sesuatu yang masih diumpatkan oleh tuhan! kakak pasti berguna untukku juga dan papa juga mama!”. Karin sekarang angkat bicara. Oh? Karin dan Sehun adalah anak kembar. Tetapi, Sehun lah yang terlebih dahulu dari Karin . Hanya beda 15 menit dengan Sehun.

” Aku ingin kau menemaniku karena tanpamu,aku merasakan bahwa hidupku tidak berarti dengan alunan-alunan yang ku mainkan!”. Karin menutup matanya dan menunduk karena air matanya yang tidak mau dilihat oleh Sehun.

” Jika mama pulang? kenapa selalu KAU yang diperhatikan dan ditanya? keadaanmu,keberadaanmu, bahkan selalu TENTANG MU DAN PERMAINAN PIANO MU YANG SELALU DITANYA OLEH MAMA? AKU TIDAK PERNAH MENDAPATKAN SEPERTI ITU?!”. Sehun benar-benar marah dan menekan beberapa kata-kata untuk Karin.

” AKU BENCI BENDA BODOH ITU! MELODI! BAHKAN KAU! AKU BENCI SEMUA!! ARGH!”. Sehun mengacak rambut nya frustasi dan langsung berlari keluar rumah dengan mata yang masih berlinang dipipinya.

” SEHUN! TUNGGU!”. Karin masih terduduk dibangku pianonya dengan nada yang agak teriak.

BRAKK!!

Sehun menutup pintu rumah dengan cara membanting yang membuat suara pintunya tertutup dengan keras. Sehun memasuki mobilnya dan langsung melaju mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.

” SEHUN!! JANGAN PERGI! KUMOHON!!”. Karin yang melihat mobil Sehun sudah melaju langsung terjatuh di daunan pintu. Karin menangis, menangis menyesal karena tidak tahu bahwa keadaan kembarannya seperti ini.

Sehun melaju dengan kekuatan yang tinggi. Jalanan agak sepi, sehingga Sehun bisa mengendalikan mobilnya dengan kekuatan yang tinggi. Sehun meluapkan amarahnya dengan hal ini, memukul stirnya, dan mengelap pipinya dengan tangankananya karena air matanya masih keluar mengenai pipinya. Beberapa menit kemudian ada sebuah truk juga yang hampir menabraknya tetapi, walaupun sudah membanting stir untuk menghindar, Sehun masih tidak bisa terhindar maut..Bagian samping mobil Sehun ditabrak dan mobil Sehun terguling jauh hampir mengenai tiang listrik.

PRANGG!!

Karin menangis kembali karena mendapatkan telepon dari salah satu rumah sakit. Sehun berada dirumah sakit karena tabrakan yang begitu parah. Karin menjatuhkan gagang teleponnya dan terjatuh kebawah karena tak percaya bahwa Sehun akan kecelakaan. Karin menangis tersedu-sedu,bahkan sampai histeris mendengar kembarannya mengalami kecelakaan.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

 Karin masih menangis didepan ruang UGD dimana Sehun masih ditangani oleh para tim medis. Setelah 1 setengah jam , Dokter keluar dari ruang UGD. Karin langsung berdiri dan menanyakan keadaan Sehun. Sehun masih bisa selamat, namun, karena faktor kecelakaan yang hebat, Kaki Sehun dinyatakan lumpuh akibat tulang kakinya yang retak bahkan ada yang patah . Dan dokter menyatakan bahwa kaki Sehun dinyatakan positif lumpuh seumur hidup.

PLETTARR!!

Hati Karin benar-benar seperti disambar oleh beberapa petir karena mendengar bahwa Sehun akan seperti ini. Karin menjatuhkan beberapa butir bening dan terjatuh dikursi. Karin benar-benar sedih  karena kembarannya, akan mengalami hal ini.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

 ” Kakak..bangunlah, aku tidak mau sendiri…”. Sudah 4 hari berturut-turut Sehun belum sadar. Sejak insiden itu , Mamanya Sehun memutuskan untuk bekerja pada pagi sampai sore. Dan berita Sehun ke mamanya benar-benar hampir membuat Mama mereka berdusa Syok. Bunyi alat pendektesi jantung membuat suasana menjadi tenang. Karin masih menatap kakak kembarnya sambil meneteskan air matanya tanpa ia sadari.

Karin menjaganya juga 4 hari berturut-turut. Karin hampir tak makan karena ia lebih mementingkan kembarannya ini. Karin tertidur pulas dengan wajah yang agak sembab karena menangis. Ia tertidur sambil memegangi tangannya.

” Eung..”. Suara yang hampir tidak terdengar oleh semua orang. Hei itu suara siapa? itu suara Sehun. Sehun membuka matanya perlahan-lahan. Silau,cahaya lampu membuat matanya harus mengedipkan beberapa kali untuk memastikan bahwa dia berada dimana. Jemearinya perlahan juga bergerak. Karin menguap dan meretangkan tangannya. Oh,betapa terkejutnya Karin melihat Sehun sudah membuka matanya.

” Oh Sehun!!”. Karin memeluknya dengan senang . ” Aku panggilkan dokter sebentar..”. Karin meninggalkan Sehun sendiri. Dan beberapa menit kemudian dokter datang untuk memeriksa Sehun.

” Dia sudah membaik..”. Karin tersenyum, tanda ia akan menjaga Sehun sebaik mungkin mulai dari sekarang.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

” Kakak.. ayo makan” Sehun diam,dia tak bergeming, dia masih menatap kosong kedepan. ” kakak..kumohon 1 suap saja..”. Karin memajukan sendok isi bubur tersebut . Sehun menoleh kearah kanan tandanya ia tidak mau makan. Karin hanya  pasrah, ia takut, ia akan marah karena tidak mau disuapi olehnya karena Sehun belum membaik.

” Sudah, jangan paksakan dia Karin, Mama mengerti, pasti ia belum lapar..” Tangan mamanya memegang bahunya lembut dan berbicara dengan pelan. Karin hanya mengangguk mengerti.

@ Oh Family Home

Sehun sudah diperbolehkan pulang. Tetapi, sekarang Sehun menggunakan kursi roda. Karin lah yang akan menjaga Sehun. Sebaik mungkin. Itu janjinya didalam hatinya dan didirinya.

” Huah!! Akhirnya makanannya sudah selesai..Bi, tolong siapkan dimeja ya..”. Karin mencuci tangannya di wastafel dapur. Bibi nya hanya mengangguk dan segera menata masakan yang tadi mereka buat. Karin mengeringkan tangannya dengan lap gantung yang didekatnya. Dan segera ia menuju keatas menuju kamar Sehun.

CEKLEK!

Suara pintu terbuka. Karin melihat kamar Sehun agak gelap karena hari memang sudah sore.

” Kakak.. ayo kita makan..”. Sehun tak bergeming.

” Jika kakak tak makan, nanti kakak sakit..”. Sehun masih tak bergeming dan masih berada diposisinya, Balkon. Angin sepoi-sepoi membuat udara kamar Sehun agak sepi karena sedikit hening.

” biarkan aku sakit, aku juga tidak lapar” Masih tetap seperti biasanya.

” Tidak, kali ini kau harus makan, sudah 2 hari kau tidak mengisi perutmu”.” Kau pasti lebih senangkan jika aku sakit? “. Sehun menjawab dengan dingin , masih tetap memandang arah luar yang dipenuhi kota-kota yang bersinar oleh beberapa lampu walaupun diluar sana cuaca tidak baik.

” Aku tidak mau kau sakit..”. Karin menjawab pertanyaannya.

” Ck, kau juga pasti senang karena aku tidak bisa seperti biasanya, hanya duduk dikursi ini, dan tidak bisa melaukan aktifitas apa yang aku mau, IYA KAN?”. Sehun menekan kata terakhirnya. Karin mulai mendekati posisi Sehun. ” jangan mendekat”. Karin berhenti. ” Jauhlah dariku mulai sekarang..”. Karin langsung mendekat dengan perlahan-lahan.

” Sudah kubilang jangan mendekat!”. Sehun sedikit membentak. Karin masih berjalan dengan pelan.

” Kau tuli? sudah ku bilang jangan mendekat!!”. Sehun menoleh arah Karin yang semakin mendekat. Karin langsung berlari menuju arahnya.

” Aku tidak mau menjahuimu!”. Kini , Karin berada dihadapan Sehun. Dan , Karin langsung memeluk Sehun.

” Lepaskan aku bodoh!”. Sehun memberontak namun, Karin mempererat pelukkannya.

” Aku sudah berjanji, bahwa aku akan selalu menjagamu,bahkan selalu disampingmu” Air matanya membasahi bahu Sehun. Sehun berhenti karena merasakan bahunya hangat karena terkena air mata Karin yang jatuh. Sehun merasakan kehangatan yang benar-benar menurutnya hangat. Ia baru mendapat pelukkan yang ia inginkan, Hangat dalam kasih sayang. Tanpa disadari butiran bening Sehun jatuh.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

  Hari-hari telah berlalu. Sehun menjalani hidupnya dengan kursi roda dan diam dirumah untuk beberapa hari ini yang memang kondisinya menurut Sehun masih tidak memungkinkan. Mungkikah ia malu karena kakinya yang sudah lumpuh? berjalan dengan menggunakan kursi roda sepanjang hari bahkan sepanjang umurnya kelak? itu adalah urusan Sehun dan tuhan. Merekalah yang tahu tentang privasi Sehun mengapa selalu dirumah tanpa hari sekolah. Sementara itu , Karin yang notabene nya adalah adik kembar Sehun , selalu saja membantu Sehun mengerjakkan pr yang diberitahu Baekhyun kepadanya . Tugas yang hampir bikin setengah mati itu-fisika-menjadi lebih ringan karena ada Karin yang selalu membantunya mengerjakkan pr-walaupun bukan kemampuannya-.

Lambat-laun pun, Sehun dan Karin agak dekat. Apakah mungkin Sehun mau menerima Karin perlahan-lahan karena berterima kasih karena sudah dibantu mengerjakkan pr? Tidak. Sehun menerima perlahan-lahan kebaikkan Karin karena Sehun meresa Karin memang anak yang selalu peduli dengannya-walaupun Sehun dulu tidak menganggapnya ada-. Karin yang melihat perubahan sifat kepada dirinya semakin senang dan bersemangat untuk mengurusinya. Ibunya? Selalu sibuk. Hanya kadang-kadang saja ibunya dapat melihat keadaannya. Namun. Menurut Sehun, kasih sayang nya  kepadanya seperti hampir memudar, Ia hampir saja membenci ibunya juga kalau tidak ada Karin yang selalu mengurusinya.

Sehun yang selalu ditemani kembarannya ini lambat-laun juga merasakan kehangatan dan kesenangan setiap kali Karin menjadi mood maker-sementara-. Karinlah yang sudah membuat senyumnya menjadi terbuka sekian lama dikunci oleh kunci dinginnya. Apa? Senyum? Hei Oh Sehun tersenyum? berterima kasihlah kepadanya Sehun. Walaupun yah, sifatnya masih melekat. Dingin,cuek,datar. Sedatar wajah slenderman #ditabokSehun | Sehun : Elo pikir gue slenderman apa! ganteng gini kok dibilang slenderman! | Author : namanya juga cerita! hah? ganteng? ngaca dulu deh #gayaomdeddy,ngasihkacakemukasehun| Sehun : Awas lu! |

@Sehun room

” kak..”. Karin kali ini sedang mengerjakan pr b.ingris bersama Sehun. Hei? sebentar,pr b.ingris?oh..pelajarannya guru penggila ayam.Ralat-mereka sedang mengerjakan pr guru ayam itu dikamar Sehun. Sehingga keheningan beberapa menit yang berada dikamar Sehun itu menjadi bersuara.

” hem..”. Sehun hanya bergeming dan masih fokus dalam tulisannya.

” minggu depan .. aku-“. Karin menjedanya sebentar. Sehun masih saja berkutat dengan pensilnya. Ia tidak akan berhenti jika orang itu belum memberikan penjelasan yang jelas.

” aku lomba “. Sehun berhenti menulis. Ia berhenti dengan posisi masih menatap bukunya yang tengah ia tulis tadi. Posisi pulpennya juga berhenti ditengah kata yang sedang ia tulis.

” Aku lomba di Joong Ang University “. Lanjut Karin yang memang agak ragu berkata kepadanya.

“Lalu apakah aku harus tau hal ini?”. Sehun masih dalam posisinya. Jawaban yang ia lontarkan juga terkesan datar.

” Iya. Kau harus hal ini. Aku hanya tidak mau saja kau khawatir jika aku pagi hari nanti tidak ada dirumah. Ah- maksudku itu jika kau mau datang hanya sekedar melihat. Aku memang percuma saja bilang ini kepadamu. Karena kenyataannya kau juga malas melihatku karena kau membenciku karena insiden beberapa hari lalu itu. Ibu bilang juga aku harus mengajakmu. Tapi kau memang tidak mau melihatku dalam lomba itu nanti.Jadi aku tidak akan memaksakan mu. Aku bisa sendiri bersama KyungSoo.” Karin tersenyum tipis setelah menjelaskannya.

Aku tidak membencimu, mengapa ibu berkata harus dengan ku saja? Batin Sehun yang langsung menoleh kearah Karin. Masih dalam posisi yang sama. Hingga beberapa detik Sehun mengalihkan pandangan ke bukunya yang sedang ia tulis.

” Memang ibu tidak bisa datang?”. Sehun bertanya dengan nada datarnya-lagi-. Karin yang baru melanjutkan pekerjaannya itu langsung mengalihkan kearah Sehun.

” Ibu sibuk.. ibu juga tidak sempat , Kau tau? aku berharap Ibu bisa melihatku nanti, dan..aku juga berharap kau juga ada disana.”. Karin tersenyum getir dan langsung melanjutkan pekerjaannya.

aku janji, aku akan datang. Batin Sehun sambil tersenyum simpul tanpa disadari Karin.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

12th April 2013 , 06.49 AM in Oh Family House.

  Hari ini adalah hari dimana Karin akan mengikuti lomba di salah santu Kampus ternama di kotanya. Memang agak jauh dari rumahnya. Mangkanya Karin bangun sepagi ini walaupun acara itu dimulai jam 09.15 siang nanti. Mungkin diperkirakan oleh Karin akan memakan waktu 35 menit untuk sampai ke kampus tersebut. Itu kalau jalan raya tidak padat. Jika padat, kemungkinan akan sampai 45 menit. Kali ini , Karin tidak akan membangunkan Sehun. Karena ia yakin bahwa Sehun tidak akan mau ikut dan juga ia membenci dirinya.

Karin menghampiri kamar Sehun. Dilihat Sehun masih terlelap dialam mimpinya. Perlahan-lahan Karin mengusap rambut Sehun. Hingga akhirnya ia mencium beberapa detik kepala Sehun. Ia tak tega membangunkannya hanya karena ingin izin pergi untuk menuju kampus Joong Ang . Sebab kemarin adalah perjuangan Sehun untuk melawan soal-soal berhitung rumus-rumus aljabar disekolahnya. Sehun memang tak terlalu pandai di pelajaran itu. Namun, Karin selalu siap membantu nya walaupun itu juga bukan bidang keahliannya. Ya, Sehun kemarin masuk sekolah, tetapi memakai dua tongkat penyangga untuk membantunya berjalan.

Karin langsung menutup pintu kamar Sehun kembali. Ia tahu , bahwa kalau ia meminta izinnya juga, itu percuma saja. Buat apa toh? pasti dia tidak peduli dengan lomba ini. Ini juga sebenarnya hari  yang spesial dan Karin harap hari ini adalah hari terbaik seusai keinginannya walaupun harapan itu tidak tercapai nantinya.

” Karin! hei..ayo,kita jadi berangkat kan? apakah kau sudah bilang kepadanya kalau hari ini kau akan lomba? “. Kyungsoo yang melihat Karin sedang menutup pintu kamar Sehun langsung menyentuh pundak Karin dengan tangan kanannya,

” Sudah.. bahkan minggu kemarin sudah kuberi tahu, aku.. belum bilang. Percuma ia mau mendengarkan permintaan izin bahwa hari ini aku akan lomba dan berharap ia akan datang. Lagi pula, ia kan membenciku ” Karin tersenyum simpul.

” Tidak! Sehun tidak membenciku lagi pula aku yakin ia ingat dengan hari ini..lagi pula ini kan hari spesial untuk kalian berdua bukan?”. Kyungsoo menenangkan hati Karin.

” Iya sih..tapi- yasudahlah ayo kita berangkat..”. Karin dan Kyungsoo langsung menuju mobil Kyungsoo dan segera berangkat menuju kampus yang akan Karin kunjungi.

@ 09.05 Am , Seoul

” Eung..Hoam!! “. Sehun menguap sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Merenggangkan ototnya yang masih pegal. Otot lengannya iya renggangkan keatas. kedua sendi bahunya memutar kebelakang karena terasa pegal. Lehernya ia tengklengkang ke kirin dan kanan karena lehernya yang juga begitu pegal. Pertempuran kemarin melawan rumus-rumus aljabar dan beberapa rumus yang ia benci itu membuat badan dan otaknya benar-benar ingin meledak. Untung saja ia belajar bersama Karin. Kalau tidak , err.. pasti ia akan menatap kertas ulangannya itu dengan tatapan membunuh dan seketika kepalanya akan meledak begitu saja.

Sehun segera mengambil kedua tongkatnya yang berada di dekat kasur tidurnya dengan setengah nyawanya . Lalu , ia menuju ke arah tirai yang menutupi jendela balkonnya tersebut .

SREKKK!

Tirai telah ia buka. Ia menyipitkan matanya sehingga ia melindungi matanya dengan salah satau tangannya untuk menghindari silaunya cahaya matahari yang menyinari kamarnya itu.

” Eung.. jam berapa ini? ” Ia bertanya kepada dirinya sendiri. Ia menoleh kearah arloji jamnya yang terletak d samping kasurnya. Ia menuju tempat arloji itu diletakkan. Ia mengambil jam itu lalu..

” APA!! JAM SEMBILAN LEWAT ENAM MENIT?! ” Sehun yang melihat beberapa digit angka dari arloji tersebut langsung memperbesar matanya yang sudah setara dengan mata bulatnya Kyungsoo . Lalu ia menuju ke arah kalender yang berada didekat arloji diletakkan tersebut.

Jumat , 12 , April ,  2013. HEI! haruskah kita memakai tahunnya juga?

” WTF! IM FORGET ! eh? apa! ” Sehun baru menyadari satu hal lagi. Hari Karin berlomba. Hari spesial mereka berdua. Yaitu dimana mereka berdua dilahirkan ke bumi dengan notabene kembar.

” OH TIDAK! AKU BELUM MENYIAPKAN HADIAH BUAT NYA! LOMBANYA! HADUH! AKU SUDAH TELAT BERAPA JAM UNTUK MENYAKSIKAN NYA! AKU KAN SUDAH BERJANJI! ARGH!”. Sehun berteriak frustasi. Ia juga mengacak rambutnya itu dengan kasar karena saking frustasinya karena ia takut untuk telat menonton adiknya itu berlomba.

I’m walkin’ nopeun eondeongmaru

I’m walkin’ nalgeun undonghwaro

I’m walkin’ maeil geotgetji

naneun eonjekkaji naneun eonjekkajina

Disela-sela frustasinya Sehun , terdapa nada dering suara panggilan masuk di handphonenya. YEAY! Bakehyun menghubunginya. BINGO! Sehun butuh bantuan anak ini pastinya.

” Halo-“

” SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA OH SEHUN KU YANG JELEK! SOK PINTAR! ANAK KESAYANGAN ANGRY BIRDS! ANAK AYAM DAR-“

” BODOH! MENGAPA KAU LANGSUNG BERBICARA TANPA HENTI SEPERTI ITU?! KAU PIKIR KUPING KU INI BISA MENAGKAP SEMUA OMONGAN MU YANG SEPERTI KERETA SERTA TOAK ITU HAH!”. Sehun yang kaget karena langsung diceramahi panjang lebar karena ulang tahunnya langsung balik berbicara dengan handphone yang sudah ada didepan mulutnya sehingga seperti michrophone yang akan di gunakan untuk bernyanyi.

” JUSTRU SUARAMU LAH YANG MENJADI TOAK! “. Sehun yang dapat mendengar celoteh Baekhyun dari posisi handphone yang ia dekatkan dimulutnya tadi langsung mencibir kesal.

” Baekhyun-ah..”. Sehun langsung memasangkan handphonenya ke telinganya lagi

” iya, ada apa chick? “. Sabar Sehun.. kau tidak mau membuatnya kesal kan?

” Bisa aku minta bantuan mu tolong..” suara Sehun dibuat lembut olehnya. Mungkin dengan suara manjanya.

” Iya dengan senang hati dudewhat happened?

” HUAHHH!! HARI INI SEHARUSNYA AKU BANGUN LEBIH PAGI! AKU TAKUT IA KALAH DALAM LOMBA NANTI!! AKU INGIN LIHAT DIA! MENDUKUNG DIA! HUAAHHH!!”. Sehun terduduk di dekat ranjangnya dan merengek atau bisa menangis. Satu tangannya masih memegang handphone di telinganya dan menenggelamkan kepalanya ke dalam tangannya yang sudah berada di sisi ranjang kasur.

” HEISH! KUPING KU NANTI TULI TAU! tumben sekali ingin bangun pagi? hah lomba apaan? dia siapa? “. Baekhyun yang masih mendengar suara isakkan Sehun pun langsung bertanya spontan karena ia masih bingung dengan permintaan temannnya ini.

” Ka-karin hari i-ini hiks! lomba.. ha-hari ini ju-juga hhiks! ulang tahunnya.. a-aku i-i-ingin dia hiks! melihat bah-bahwa a-a-aku sud-dah tidak mem-be-c-c-i nya hiks! a-a-aku i-i-ingin saat di-dia lom-b-ba aku bi-bisa membe-rri nya semang-ngat hiks! a-a-aku ju-juga bingung hhiks! ha-hadiah apa~ yang harus k-k-ku berikan~ Hiks! “. Baekhyun mendengar temannya ini benar-benar menangis karena penyesalannya yang agak konyol. Tidak . Maksudnya pernyataan polosnya Sehun tentang hari ini.

” AH! bagaimana aku antarkan kau ke tempat lomba Karin! “. Sehun yang mendengar ucapan Baekhyun itu langsung mengangkat wajahnya yang beseri-seri.

” Benarkah! padahal aku belum melanjutkan perkataan ku bahwa aku kesana harus menaiki apa hhikss!”. Masih ada segukan dikit karena Sehun memang habis menangis. Ia hapus bekas air matanya yang masih mengaliri pipi nya itu dengan tangannya.

” lebih baik, kau cepatlah mandi, masalah hadiah nya nanti aku yang urus.. sudah ya aku ingin menyiapkan mobil ku dulu.  WAIT ME! AND DON NOT GO ANYWHERE IN HOME!“. Sehun menautkan kedua ujung bibirnya ditambah eye smile yang sembap.

” YES! SIR! “. 

PIP

Sehun mematikan panggilannya dengan Baekhyun tadi. Okay! kali ini Sehun semangat 45 dari sebelumnya. Ia berjalan memasuki kamar mandinya dengan cepat. Tentunya memakai tongkat nya yang menjadi penompang tubuhnya agar ia bisa jalan.

@ in outdoor theather room , Joong Ang University

” APA! YA UDAH! CEPETAN!! SEKARANG UDAH LEWAT TAU! UDAH 3 ORANG YANG MAJU KE PANGGUNG! “. Kyungsoo yang sedang menelpon dengan seseorang membuat Karin bingung terhadapn ekspresi Kyungsoo tadi. Terkejut dan hampir frustasi.

” AH! KAU INI! eh? Maaf!! ku kira kau sedang berada disana…aduh bahaya tau kalau nelpon keadaan gaswat begitu..”. Baru kali ini Kyungsoo memasang muka khawatir yang begitu horror. Ya, muka horror yang Kyungsoo terapkan adalah Mata besarnya yang hampir keluar karena saking terkejutnya ia tambah lagi. Mungkin seperti burung hantu. mukanya tegang dengan jari-jari yang sedang ia gigit. Kau lapar ya?

” BREBES! PASTI DAH! Udah .. bahaya kau menelpon dengan kekuatan tinggi seperti itu. he’eh.. sip.. dia urutan,, hemm.. 29. Peserta 40 orang. Oke salam kan cinta ayamku kepadanya ya..muach! “. Ya Tuhan! Kyungsoo melakukan kisseu kepada handphone? apa? apaan lagi cinta ayam! apakah ia ingin dengan guru ayam itu? apa dia homo karena suka dengan guru penggila ayam itu? hueks -_-

” Kyungsoo, kau seperti err~ mengerikan..”. Jujur Karin berkeringat banyak dibagian lehernya. Rambutnya seperti lengket dan basah karena terkena air keringat dilehernya. Rambut setengah kuncirnya benar-benar hampir ingin diacak karena keringatnya sudah sampai bagian kunciran tengahnya itu.

Kyungsoo hanya menyengir dengan eye smile miliknya. Karin yang melihat perubahan Kyungsoo seperti itu , malah mengeluarkan keringat dinginnya lagi dibagian lehernya bahkan pelipisnya.

” TIDAK ADA APA-APA My bean!  ” Kyungsoo masih tetap pada posisi wajah menyeramkannya itu -menurut Karin- .

” Lebih baik kita masuk saja.. kita lihat peserta lainnya siapa tau saja dia bisa kau kalahkan..”. Kyungsoo mengedipkan sebelah mata kirinya dengan senyum yang tak bisa diartikan oleh Karin. Bisa senang tanpa ada rasa beban ataupun sebaliknya.

” Kau ini.. ayo “. Akhirnya mereka berdua masuk kedalam gedung Theater nya.

sementara itu..

Baekhyun membantu Sehun untuk masuk kedalam mobilnya. Lalu , ia memasukkan kurssi rodanya yang berada diluar ke dalam bagasi mobilnya. Baekhyun lah yang menyuruh untuk menggunakan kursi roda. Tapi itu bukan masalah bagi Sehun ,yang terpenting adalah datang keacara adiknya. Sehun tampak melihat langit-langit mobil. Melihat sekitar-kitar yang ada didalam mobil ini sambil menunggu Baekhyun. Sehun tampak terleb ih segar sebelumnya. Menggunakan kemeja kotak-kotak biru dan didalami oleh kaos putih. Sehun sengaja mengancingi kemeja tersebut agar lebih keren. memakai jeans biru , dan sepatu nike putihnya. You really cool boy .

” Oh iya.. kau sudah tau apa hadiah untuk Karin nanti? “. Sehun langsung bertanya saat Baekhyun menutup pintu pengemudinya .

” Tentu dude..  ini sebenarnya juga hadiah mu juga.. sederhana.. nanti kau akan tau sendiri “. Baekhyun tersenyum yang juga tak bisa diartikan oleh Sehun .

” Kalau begitu.. cepat kita kesana sebelum dia tampil! “. Sehun yang sudah greget karena telat dan takut ia tak bisa melihat penampilan adiknya itu , langsung memasangkan savety beltnya.

” Oke… siap , MULAI! “

CIIITTTT!!!

Mobil Baekhyun sudah jalan dengan bunyi decitan dikit yang diakibatkan karena gesekan aspal itu langsung meninggalkan rumah keluarga Oh .

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

DRRRTT!DRRRTT! DRRRTT!DRRRTT!

” Ah pasti mereka! “. Kyungsoo bergumam kecil yang tidak bisa ditangkap oleh pendengaran Karin.

” Tuh kan! oh iya Karin maaf ya… aku ada urusan , aku pasti akan nonton kok! “. Kyungsoo yang sudah melihat pesan singkat di handphone itu langsung meminta izin kepada Karin . Karin langsung mengangguk kecil .

” Sebentar lagi aku.. Sehun , coba saja kau datang , pasti aku tidak akan setegang ini..”. Karin menahan bendungan airnya . Ia benar-benar takut dan sangat gelisah dicampur tegang. Baru pertama ini ia benar-benar takut dan gelisah menyelimuti dirinya.

in other place..

” HAI CHICKHAPPY BIRTHDAY YA!! “.Kyungsoo langsung memeluk erat Sehun . Sehun yang kaget karena pelukan mendadak dari Kyungsoo langsung sesak nafas.

” H-hei a-ku tidak bi-sa na-fas ta-u!! “. Kyungsoo yang sudah merasa puas memeluk Sehun langsung melepaskan pelukkannya.

” Oh iya sekarang giliran Karin loh!! “. Kyungsoo yang bersemangat itu langsung membuat Sehun membelalak matanya.

” APA!? CEPAT! AKU INGIN LIHAT!! “. Sehun yang hampirkaget langsung menyuruh Baekhyun untuk segera menuju gedung theater.

But we not enter this room..” Sehun lebih kaget lagi karena mendengar pernyataan Baekhyun tadi.

” Ke-kenapa? kan ini masuk ruangan theater nya.. ” Sehun seperti gelisah karena takut tidak bisa meliat sepenuhnya adiknya lomba.

” Ada jalan pintas agar kau bisa melihatnya lebih dekat..”. Kyungsoo menambah pernyataan Baekhyun.

” di ma-“

” Sudah ayo ! ” Baekhyun segera mendorong kursi rodanya.

Back to theater..

PROKK!! PROKK!! PROKK!!

Terdengar suara tepuk tangan yang menyelimuti ruangan theater tersebut. Karin benar-benar takut. Ia sekarang berada di belakang panggung atau di sisi panggung yang biasa dipakai untuk keluar masuknya pemeran tokoh . Gelisah , itu juga termasuk. Tegang juga termasuk tetapi itu sudah biasa . Yang dirasakannya adalah tiga itu. Takut lah yang paling utama. Hatinya berdetak cepat seperti ingin berlari untuk lomba lari . Ia tak melihat Kyungsoo sama sekali dikursi nya.

” Sekarang peserta urutan 29.. Oh Karin dipersilahkan untuk memasuki panggung ” . Karin semaakin cemas , Kyungsoo..kau dimana? itulah pikiran Karin yang benar-benar cemas.

KARIN!! HWAITING! Karin menyemangati dirinya. Karin segera menuju memasuki area panggung tersebut dan menuju ketempat piano itu berada. Ia duduk. Ia sempat melihat tiga juri yang sedang memperhatikannya dan para peserta dan penonton.

” HEI! OH KARIN!! “. Karin yang mendengar suara pelan namun terdengar olehnya langsung menoleh kearah samping dimana tempat itu adalah tempat tadi menunggu peserta lain selesai lomba. Karin tersenyum kaget karena mendapatkan Sehun berada disana melambaikan tangannya dan duduk di kursi rodanya. Dilihat juga ada Baekhyun dan Kyungsoo berbisik pelan ‘ Hwaiting ‘ . 

” Jangan cemas! aku disini! “. Sehun berbicara pelan lagi namun dapat terdengar oleh Karin . Karin mengangguk semangat . Ia pejamkan matanya dan menghirupi udara lalu mengeluarkannya sehingga ia terlihat rilex dari pada sebelumnya.

Permainan dimulai. Karin memainkan lagu dari Yiruma-River flows in you . Nada pembuka lagu tersebut membuat Sehun menjadi fokus dengan lagu yang dimainkan oleh Karin. Ia tau lagu ini. Ini adalah lagu kesukaannya. Lagu penghilang rasa stress nya dan pendamai suasana hatinya. Sehun tersenyum . Ia juga sedang memperhatikan Karin yang begitu lincah memainkannya. Ia bisa saja mempelajari lagu itu tetapi karena kondisi dulu yang membenci alat musik ini dan adiknya sendiri.

Sehun berjanji akan lebih menyayangi adiknya. Hanya adiknya saja yang bisa mengerti perasaannya , membantunya , bahkan yang dapat membuat nya tersenyum lagi yang telah ia kunci dulu dengan kunci dinginnya. Oh tak lupa juga kepada orang terdekat yang salah satunya sahabatnya. Dia lupa bagaimana rasa bencinya kepada benda klasik tersebut. Ia lebih ingin mempelajarinya lebih dalam dengan alunan melodi indah yang ingin ia pelajari bersama Karin walaupun ia bisa belajar sendiri karena Sehun sebenarnya bisa memainkan alat musik itu bahkan mempelajarinya 5 tahun .

Yang ia pikirkan sekarang adalah.. menyayangi adiknya karena pernah membuat hati adiknya tertusuk oleh jarum-jarum perkataannya yang ia lontarkan dari mulutnya kepada adiknya, Karin. Ia juga akan melindungi nya apapun demi adiknya yang telah ia sakiti karena perlakuan adiknya kepadanya yang benar-benar peduli seolah Sehun adalah barang kesayangannya sehingga tak ada yang boleh menyentuhnya sedikit pun .

PROKK!PROKK!PROKK!PROKK!

Para juri berdiri dari tempat duduknya setelah selesai menyaksikan dan mendengarkan permainan dari Karin tadi. Hampir semua orang juga berdiri dari tempat duduknya dan bertepuk tangan dengan kagum. Karin mendongakkan kepalanya menghadap semua para penonton yang ada didepannya. Karin tersenyum senang karena berhasil melawan rasa takut dan gelisahnya. Ia maju kedepan dan membungkukkan badannya 90 derajat. Setelah itu ia menengok kearah Sehun dan langsung berlari menuju arah nya.

GREP!

Karin memeluk tubuhnya erat. Sehun langsung membalasnya dengan erat . Mereka berdua menangis . Saling membasahi kedua pipi nya basah karena air mata mereka.

” Terima kasih Sehun.. hhiks! “. Karin mngeluarkan beberapa kata yang ditambahi dengan segukan.

” A-aku yang harusnya berterima-kasih hhiks! kepadamu! untuk kebaikan hhiks! mu! ” Sehun semakin mempererat pelukkannya .

” sa-sa-saengil chuk-kae h-hamnida Sehun! hhiks! “. Karin menangis lebih dalam karena kebahgiaannya yang ia harapkan terkabulkan. Sehun datang.

” n-naa-do rin.. maaf aku tak bawa hadiah hhiks! untuk mu hhiks! ” Sehun masih saja memejamkan matanya.

” Tidak apa-apa.. Sehun lebih spesial dari kado.. ” Karin memperlonggar pelukkannya. ” Sebab Sehun adalah hadiah Karin yang Karin suka dari kado manapun.. Sehun tidak bisa digantikan oleh kado atau siapapun.. sebab , kadoku sudah bersama ku sampai saat ini.. ” . Karin mengusap kedua pipi Sehun dengan lembut . Sehun memegang tangan kanan Karin yang sedang mengusap pipinya.

” Maafkan aku.. aku belum bisa menjadi kado terbaikmu-“

” Tidak.. kau kado terbaikku.. kau pasti bisa menjadi kado yang lebih baik dari pada yang lain.. “. Karin mengeluarkan butiran bening nya lagi.

” Ka-karin.. aku janji , aku akan menjadi kado yang terbaik untuk mu.. karena kamu ju-juga kado terindah dan terbaik yang Tuhan berikan kepada ku.. terima kasih kau telah menjadi kado teristimewa ku yangindah ” Sehun kembali memeluk Karin sambil memejamkan matanya . Butiran beningnya keluar lagi tetapi disela-sela ia mengeluarkan butiran bening itu , ia mengulas senyum. Senyuman yang hangat yang baru ia keluarkan lagi . Karin langsung membalas pelukan Sehun dengan seulas senyuman yang mengandung arti juga.

” Game-Over “. Baekhyun bergumam kecil dan terkekeh geli mengingat bahwa sebenarnya Sehun membenci Karin dan menyingkirkan Karin dari kehidupannya . Namun , Sehun telah mengakhiri permainan dirinya dengan berdamai bersama lawan permainannya-Karin-.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

Seorang laki-laki sedang memainkan lagu Bethoven-Fur Elise. Ia memainkan pembukaan lagu itu dengan menarikan beberapa jarinya di atas tuts-tuts piano tersebut. Menari seperti orang yang sedang menari tarian balet . Lembut , dan lincah. Namun , tak beberapa lama saat dia sampai dibagian tengah lagu , Ia lupa kelanjutan not not lagu ini .

” Perlu ku bantu? “. Laki-laki itu mendongak keatas , lebih tepatnya ke arah seorang perempuan yang sudah duduk disamping nya. Tanpa menjawabnya , Laki-laki itu tersenyum menandakan ia mau dibantunya. Dua orang sekaligus dalam mainkannya. Terkesan ramai. Dari berpaduan rendah , hingga tinggi. Mereka memainkannya layaknya  melangkah lurus tanpa ada yang berbelok sedikitpun.

” Kau harus mempelajari bagian tengah mungkin?”. Tanya perempuan yang sedang duduk disampingnya setelah selesai menyelesaikan lagu tersebut.

” aku hanya lupa bagian notnya saja.. ” Ia tersenyum kembali .

” Oh~ mungkin kalau mau aku akan mengajarkanmu lagu Mozart mungkin? hmm lagu Turki march? itu akan cukup menguras tenaga loh “. Goda perempuan yang berada disebelahnya dengan senyuman yang menggelikan.

” itu tidak akan menguras tenaga..yang akan menguras tenagaku adalah bagaimana cara aku bisa menyayangi mu dan mencintai benda ini..”.

GREB!

Laki-laki-Sehun- itu langsung memeluk anak perempuan disampingnya. Sebaliknya anak perempuan itu -Karin-memeluknya dengan penuh kasih sayang.

” Terima kasih Karin..kau adalah hadiah terindahku sepanjang hidupku setelah benda klasik ini  dan melodi musik yang selalu kau mainkan..

karena mu..

aku semakin mengerti bahwa orang terdekat yang berada disekitar kita adalah hadiah terindah dari Tuhan..termasuk Kau~ I need you forever..” Sehun

” Aku berterima kasih kepadamu Sehun..kau memang hadiah manis yang membawaku untuk mempeajari kasih sayang…kau hadiah yang

indah bahkan aku merasa kau mengalhkan keindahan melodi yang sering kumainkan..Tuhan,terima kasih atas hadiah mu ini yang telah

kau berikan padamu .. Sehun,aku menyayang mu~” Karin

THE END

Alhamdulillah selesai ^^. Banyak typo kan? kayaknya endingnya tak terlalu sweet deh -_-. Oke terima kasih telah membaca dan komentar juga sangat dibutuhkan.. sampai jumpa di ff selanjutnya #bow

Iklan

2 Comments Add yours

  1. ikapramestiputri berkata:

    aku suka ! bener dehh ,,, feel.nya kurang kerasa tapi komedinya kerasa /eh?/
    keep writing ya ^^

    Suka

    1. asweety16 berkata:

      heheh. iya aku agak boring pas nulis gininya ._.” makasih ya udah komentar^^

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s