Laksamana Rempong ‘chapter 2’

laksamana-rempong-asweety16-storyline-redo

Tittle : Laksamana Rempong ‘ Chapter 2 ‘

Author : Asweety16

Main cast :

– Alethea as Thea ( OC )

– Wu yifan as Kris

-Kim Jongin as Kai

-Xi Luhan as Luhan

-Choi Jinri as Sulli

-Oh Sehun as Sehun

-Huang ZiTao as Tao

Other cast : You can find in story

Lenght : Chaptered

Genre : Comedy , School life , Friendship , Litlle bit action , Litlle bit Romance

Rating : +13 #intinyaaman^^

Summary : 7 bocah tergabung dalam persahabatan konyol ini harus merasakan bagaimana perjuangan hidup yang dirasakan oleh beberapa pejuang dulu bertempur melawan penjajah. Lalu,apakah insiden yang akan menguras tenaga mereka untuk menyelamatkan diri mereka secara bersama-sama dan menolong targetnya? Inilah pemuda-pemuda rempong yang akan bersiap bertempur dalam aksi mereka. MERDEKA!

Note : Hai~ ada yang sudah baca prolog dan teaser nya ._. . Disini saya akan menceritakan tema berbeda lagi. Semoga tidak garing kayak kerupuk. Ohoho.. Cast milik tuhan dan keluarga, Oc punya saya!mending cek kidot  yok! AND DON’T PLAGIAT MY STORY!  Ini adalah karya saya juga 100% Indonesia#aslidariotaksaya^^

Poster by : Lee Yong Mi : @Cafeposterart

ミ★S.T.A.R.T★彡

~

MENYANYI?! ( ada apa dengan Thea? )

Author P.O.V

Terdapat empat orang anak yang sedang berkumpul dikantin sekolah. Oh ya..mereka sedang istirahat pertama. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang menurut mereka lucu. Banyak siswa-siswi yang berlalu lalang melewati kantin hanya untuk sekedar membeli atau makan disana. Anak berlima ini sedang berkumpul dengan minuman yang mereka sukai. Salah satunya juga disaaat mereka sedang tertawa, ada yang tersedak ludahnya sendiri dan segera meminum minuman yang sedari tadi sudah ia minum setengah. Anak-anak ini terdiri dari 3 bocah laki-laki dan 1 anak perempuan yang berkuncir dua. Tiga anak bocah laki-laki itu adalah Kris, Kai , dan Sehun.Sedangkan anak perempuan tersebut adalah Sulli. Saat Kris sedang menyedot  jus jambu yang ia pesan itu..

BRAK!!

Kris hampir terjengkal kebelakang dari kursi panjang milik kantin sekolah itu dan menyemburkan setengah minuman yang sudah ia masuki kedalam mulutnya itu keseseorang yang ada dihadapannya-Sehun-. Sehun memejamkan matanya karena ia terkena semburan tepat dimukanya-Pada saat itu juga, Sehun sedang meminum teh nya karena ia tersedak tadi-. Kai? Ia hampir saja menumpahkan minumannya yang sedang ia sedot sedangkan Sulli hanya kaget saja mundur kebelakang .

Kris melihat ada tangan yang menurutnya itu adalah ‘dia’. Ia tahu bahwa tangan itu miliknya. Tangan itu juga yang membuat ia menyemburkan setengah isi dimulutnya tadi sekaligus menggebrakkan meja kantin. Ia melihat dari dibawah tangan itu. Kertas? Lalu merambat-rambat mendongakkan kepalanya. Sudah dugaannya. Itu Thea. Wajahnya terlihat datar dan tidak berekspresi. Sehun mengusap wajahnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa. Thea langsung duduk disamping Kris. Sementara Kris tidak berhenti memandanginya sampai Thea sudah duduk.

Tiba-tiba Tao datang dengan minuman yang ia pesan. Lalu, ia duduk disamping Kai. Lama sekali Thea tidak bergeming sedikit pun kepada mereka . Thea juga sama seperti Kris. Memandanginya tanpa ekspresi. Matanya yang dibingkai oleh kaca bewarna hitam-ungu itupun membuat Kris mengerutkan dahinya. Kris masih saja mencari-cari apa yang Thea pikirkan. Sama seperti mereka, Kai menggonta-gantikan pandangan dari Kris menuju Thea. Tao yang masih mengaduk-ngaduk minuman dengan sedotan minuannya itu segera bergeming.

“ satu..dua-“

“ HUAHHHAAHHHAA! “ Thea segera menenggelamkan kepalanya kemeja dengan kedua tangannya yang ia lipat sedari tadi. Kris bingung.. mengapa yang tadinya wajahnya yang datar itu langsung mengubah wajahnya menjadi..sedih?

“ A (read=ya), lu kenapa?” Thea masih bergeming dengan suara sedih yang menurut nya teramat berat. Ia tak menanggapi suara Kai.

“ Baca..” Tao memberikan kertas yang Thea bawa tadi kepada Kai. Kai menerimannya. Ia segera membacanya dengan mengerutkan dahinya.

“ Emang kenapa sama nih poster? Bukan gue nih yang bikin..apa dia maunya liat poster mading yang selalu gue bikin buat pengumuman sekolah?.” Kai bertanya dengan tampang polosnya ke Tao. Tao hanya menghembuskan nafas beratnya sambil menipukan poninya. Kris segera mengambil kertas yang dimaksudkan Kai adalah poster mading itu dari tangan Kai. Ia membacanya sama seperti Kai.

“ Ada apaan emangnya? Sampai Thea nangis gara-gara bawa poster beginian..” Kris memberikannya kepada Sehun agar ia bisa melihatnya juga.

“ Gini loh.. Thea itu sedih karena disitu tertera lomba ME-NYA-NYI.. are you not see the part?” Tao akhirnya menjelaskan mengapa Thea tadi mengubah raut wajahnya. Sulli yang sudah berpindah tempat yang tadinya disamping Kris menuju samping kirinya Thea itu mengusapkan punggung Thea . Sama saja, Thea masih menangis tersedu-sedu yang ia buat namun itulah kenyataan pahit yang harus lihat didalam poster itu.

“ Oalah.. tapi ini ‘kan perwakilan kelas..” Sehun akhirnya mengangkat wajahnya yang sedari tadi ia tundukkan hanya sekedar membaca poster atau mading sekolah itu. Sulli meminta poster mading tersebut dari tangan Sehun dan segera membacanya sama seperti Sehun lakukan.

“ Justru itu.. dia takut diejek lagi sama tante girang cs itu..” Kai mengerutkan dahinya. Kris hanya melihati Tao yang sedang berbicara menjelaskan keadaan yang ada disampingnya itu.

“ Maksud lu juga si sapi bengek?” Kris membuat Kai bingung. Sehun yang sehabis menyedot minuman nya itu segera mengaduk-ngaduk minumannya lagi dengan sedotannya.

“ Lo gak tau ‘sapi bengek’ itu siapa?” Kai menggelengkan kepalanya menandakkan ‘aku tidak tahu’ dihadapan Sehun.

“ Noh.. yang lagi cenge-ngesan bareng tante girang dan anggota bebeknya.” Tao merangkul Kai dan segera menunjukkan telunjuknya kearah beberapa permpuan yang sedang bergerombol membawa minuman mereka yang baru saja mereka beli. Tao menujuk kearah anak perempuan yang sedang menampakkan giginya dengan rambut yang digerai sebawah dadanya dengan bando polkadot berwarna merah. Ia juga sedang menyedot-lebihtepatnya juga menggigit sedotannya- minumannya sambil tertawa. Itu adalah Yuri anggota Tiffany cs yang sering Tao bully -juga termasuk anggota Tiffany cs-.bersama teman sekelasnya.

“ Oh.. si bebek ompong itu..” Kai bergeming kecil saat ia melihat objek yang ditunjukkan Tao.

“ EH!EH! ada yang liat Baekhyun gak? Dari jam lapan sampai jam segini gue belum ketemu sama dia!” Luhan yang tiba-tiba muncul dihappannya mereka semua membuat mereka semua berpaling kearahnya.

“ Gue tau.. sini ikut gue..” Thea segera mengangkat wajahnya yang sedari tadi ia sembunyikan dan langsung mengajak Luhan keluar dari kantin itu. Akhirnya Luhan ikut dengan Thea-dengan cara Thea menarik bajunya-.

“ Eh?Thea tadi nangis beneran apa enggak tuh?” Kai masih melihat bayangan Thea dan Luhan dari kejauhan arena luar kantin.

“ enggak.. cuman ngenes doang” Akhirnya mereka semua ber-oh-ria.

Thea dan Luhan masih melewati koridor sekolah. Sebagian orang ada yang melihat mereka aneh karena Thea menarik Luhan dengan cara menarik bajunya. Itu sudah kebiasaan sehari-hari mereka berdua melakukan ini dengan tatapan orang-orang yang sedang melihatnya. Akhirnya Thea berhenti disalah satu depan pintu ruangan.

“ Noh.. liat” Luhan melihat kedalam ruangan dengan melihat dari jendela kecil yang ada dipintu. Terdapat seorang anak dengan seorang guru yang berhadap-hadapan yang didepannya juga ada sebuah Al-Quran yang terbuka. Seseorang itu sedang membaca Al-Quran tersebut.

“ Nyariin dia buat nagih Al-Quran yang lu pinjemin ‘kan? Tuh dia.. lagi di tes satu Juz sama Pak Dasir.” Thea melipatkan tangannya dibawah dadanyasambil menyenderkan tubuhnya kedinding.

“ Oh.. masa sih dia belum khatam?” Luhan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana abu-abunya sambil melihat seseorang anak itu .

“ Eh.. dia itu ‘kan ceritanya Remedial baca surat An-naba, Lalu kata Pak Dasir, dia disuruh baca satu Juz .. Juz ke tiga puluh.” Luhan hanya ber-oh-ria.Luhan yang tak sengaja memalngkan wajahnya kearah samping kiri, ia langsung menyenggol Thea dengan tangan kanannya yang masih ia umpatkan kesaku.

“ The, ada kak Donghae noh” Thea yang melihat tatapan Luhan yang berpaling kearah kanannya itu segera menyesuaikan diri. Tangannya yang ia lipat itu segera merapikan kerudungnya dan letak kacamatanya itu.

Seorang anak laki-laki sedang berjalan santai melewati koridor yang baru saja Thea dan Luhan lewati. Ia memilik rambut hitam legam seperti orang-orang yang teresan style. Gaya nya yang memang cocok sebagai pelajar SMA ini membuat orang-orang menatapnya kagum. Ia murah senyum kepada orang-orang yang memandanginya.Tangannya ia masukkan kedalam saku celana pelajar sekolahnya itu. Ia adalah salah salah satu idola sekolahnya, dan juga salah satu pengurus OSIS yang bisa kita bilang ia adalah Ketua OSIS. Luhan dan Thea menatapnya kagum. Thea memang salah satu penggemar ketua OSIS ini. Namanya Donghae.

Akhirnya orang yang Thea lihat dan Luhan lihat itu melewatinya tanpa menoleh kearah mereka berdua karena memang dia hanya ter senyum sambil menatap pandangan lurus kedepan. Thea masih saja melihati bayangan Donghae yang semakin lama semakin mengecil.

“ Menurut gue Robert Pattinson yang masih cakep..” Thea segera menoleh kearah Luhan.

“ JADI VAMPIRE JADI-JADIAN AJA BANGGA!” Luhan menoleh kearah Thea yang sudah kembali lagi menyenderkan badannya dan melipat kedua tangannya.

“ EH! MENDING YA NGE-FANS SAMA VAMPIRE JADI-JADIAN..Lah?! INI NGE-FANS SAMA LEE MIN HOK!” Luhan membentuk mulutnya seperti yang ia katakan diwajah Thea.

“ Bau banget.. lu makan apaan sih!” Thea menjepitkan hidungnya dengan kedua jarinya sambil mengibas-ngibaskan wajahnya seperti orang yang tidak tahan bau.

“ NGACOK! Gue makan sayur nangka tadi dirumah! Masa bau sih?” Luhan mencoba merasakan bau mulutnya dengan cara mengeluarkan sedikit nafas dari  mulutnya ditangan nya lalu dicium.

“ BODO AMET DAH!-.”

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

“ Anak-anak.. sudah yang kalian ketahui bahwa nanti sekolah akan mengadakan lomba untuk 2 minggu yang akan datang. Untuk itu, mari kita diskusikan siapa yang akan mengikuti lomba-lomba yang akan diwakilkan oleh salah satu anak dari masing-masing kelas.” Wali kelas Thea dan Tao itupun segera membuka topik yang akan dibicarakannya.

“ Kategori pertama..ada lomba balap Karung-.”

“ HAH!” Semua anak yang sedang memperhatikan ucapan gurunya itu segera membuka mulut mereka.

“ SERIUS PAK ADA BALAP KARUNG?” Thea masih dalam posisi yang sama seperti yang lainnya.

Of course..dua rius juga boleh..” Semua anak langsung tertawa karena mengikuti gayanya anak-anak zaman sekarang.

“ Siapa yang bersedia?.”

“ TAO PAK!” Tao yang sedang asik menggambar itupun langsung menghentikan aktifitasnya. Akhirnya Tao menoleh kesampingnya karena orang yang menyebut namanya dengan lantang itu tepat disampingnya, Thea. Tiffany cs? Mereka sedang bercanda gurau sendiri.

“ JANGAN SAYA PAK! SAYA GAK MAU!” Serggah Tao sambil melambaikan tangannya tanda ia tidak mau.

“ Ayolah.. masa gak mau buat pengalaman sih.. gue yakin lu pasti menang.” Thea menyenggol saudaranya itu. Tao hanya mengerucutkan mulutnya sambil menatap saudaranya itu.

“ Sekretaris satu? Siapa?-“

“ ZELO PAK!.” Mereka semua langsung menunjuk Zelo yang berada di kursi ketiga bagian sisi  paling kanan.

“ Tolong dicatat.. nanti diserahkan ke panitia lomba.” Zelo segera mengangguk perkataan gurunya dan menulis buku catatan nya itu.

“ Lalu.. lomba Futsal dan Basket, yang ikut ekstrakulikuler saja atau ada tambahannya..” Dikelas Thea, banyak anak-anak yang mengikuti kedua eskul tersebut.

“ Untuk perwakilan menyanyi,siapa yang akan bersedia?-.”

“ Tiffany pak! Tiffany!.” Yuri yang tadinya bercanda gurau bersama Tiffany itu segera menunjuk kearah Tiffany. Tiffany hanya berpura-pura malu dan menolkanya. Teman-temannya-anggota nya-yang diajak bercanda itu hanya ber e’he ria.

“ HOOOO!!!” Semua anak yang bukan termasuk pertemanan Tiffany itu langsung menyoraki Yuri. Thea hanya menundukkan kepalanya sambil menggambar asal. Tao tak luput dari penyorak Yuri itu. Yuri hanya mengerucut bibirnya.

“ SOTOY EMANG LO! KAYAK LO WALI KELAS AJA !” Tao yang memang salah satu orang yang menyorakinya langsung menyemburkan kata-kata yang selalu ampuh untuk pembully-an nya bersama teman-teman sekelasnya itu.

“ YEEE!! EMANG KENYATAANNYA TIFFANY BISA NYANYI KAN?! EMANG NYA YANG PUNYA SUARA KAYAK KODOK BENGEK?” Sunny yang salah satu anggota Tiffany itu segera membela Yuri.

“ JANGAN ASAL BICARA LO! KAYAK LO BISA NYANYI AJA BEK’BEK! APALAGI  LU PI’! UDAH BENGEK, SOTOY LAGI!” Thea masih menunduk karena perkataan yang Sunny lontarkan. Tao yang menjadi pembelanya itu langsung membuat Yuri bergerutu tidak jelas. Teman-temannya yang setuju dengan Tao langsong menyorakinya lagi.

“ Heh,heh.. sudah,sudah.. Gak boleh begitu, masa teman kalian sendiri dibegitukan..” Elak pak guru yang membuat anak-anak berhenti menyoraki Yuri dan Sunny.

“ Kenyataannya begitu pak! Masa d ia ngejekkin Thea kodok bengek, padahalkan suaranya Thea lebih bagus dari Sunny! “ Tao menimpali pernyataan pak gurunya.

“ Sudah,sudah..kalau begitu Tiffany saja yang mewakili kelas..”  Semua anak-anak langsung menyoraki Yuri dan Sunny kembali.

“ Emang seharusnya Tiffany ‘kan?! Lah?! Kalau yang nyanyi suaranya kayak kodok bengek gitu gimana mau menang?!MALU KALEE!!” Naeun, yang duduk disamping Tiffany itupun segera membalas perkataan Tao yang sempat tertunda. Thea melirik sekilas kearah Naeun dan mendesah berat sambil meniup kerudung paris putihnya itu.

“ Lu kalau mau bikin pertandingan adu bacot jangan disini deh! Malah lu kali yang kalah ! seenak jidat lu aja Thea suaranya kayak kodok bengek..lu kali ‘PRENG’! “ Minho yang juga termasuk anak yang membully anggota Tiffany cs ini angkat bicara.

“ Sudah-sudah.. harap tenang. Sekarang untuk pengiring, siapa yang bisa memainkan alat musik?” Pak guru bertanya lagi seusai Minho berbicara.

“ Chanyeol pak! Biarin aja Chanyeol pacaran sama tante girang!” Semua anak tertawa kembali. Thea hanya tersenyum miris sambil menggambar sesuatu yang masih ia gambar sedari tadi. Chanyeol segera memukul lengan Baekhyun dengan keras karena seenaknya saja menyebutkan namanya.

“ Jangan saya pak.. saya mau nya ikut basket aja-.”

“ Lu diganti aja sama Minho, kan Minho juga rata-rata sama lu..UDAH PAK CHANYEOL IKUT LOMBA NYANYI PAK!” Baekhyun segera mengangkat tangannya Chanyeol,namun beberapa detik saja tangannya Chanyeol segera diturunkan karena Chanyeol berusaha melepaskan tangannya dari cengkaraman Baekhyun.

“ Chanyeol.. kamu yang mengiringi lagu nanti ya..biarkan Minho gantikan posisimu..” Chanyeol pasrah. Akhirnya nama Chanyeol ditulis dibuku catatan Zelo. Baekhyun melirik Chanyeol dengan kedua alisnya terangkat licik.

“ Untuk lomba kelas-.”

“ THEA PAK!!” Semua anak serempak lagi menjawab pertanyaan Pak guru. Thea yang tadinya menggambar terhenti kembali karena jawaban anak-anak tadi.

“ IYA PAK! BU WAKETU’ AJA! GINI-GINI BU WAKETU’CINTA KEBERSIHAN LOH APALAGI DIA JUGA KEPALA SEKSI KEBERSIHANNYA OSIS PAK..” Tao tersenyum senang. Thea hanya mengerutkan dahinya kepada Tao karena begitu detailnya Tao memberitahu tentang dirinya.

“ Ini baru saja saya mau bilang.. untuk Thea, nanti saya mau bicara di-.”

“ Bukan EMPAT MATA! HAHAHAHA!” Anak laki-laki dikelas itu segera tertawa karena lawakkan mereka sendiri.Thea hanya menggelengkan kepalanya yang mengartikan’dasar anak laki-laki’ .

“ Heish kalian ini…” Pak guru menggelengkan kepalanya pelan.

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

“ Untuk lomba basket.. maksimal lima orang, dan sisanya bisa jadi cadangan.. siapa yang bersedia?” Dikelas Kris, sang wali kelas yang ternyata guru olah raga itupun sedang mengumumkan tentang perlombaan nanti.

“ KRIS PAK! DIA ‘KAN KALAU NGE-DRIBLE BAWA KE RINGNYA ‘KAN CEPET PAK!.” Lay, teman sebangku nya Kris itu langsung mengajukan jawaban kepada gurunya. Kris tersontak kaget dan segera menoleh kearah Lay.

“ Cepet sih..tapi NGE-SHOOT NYA YANG GAK BISA!.” Kris menoleh kearah Kwangmin yang ingin merendahkan dirinya. Lalu , anggota Kwangmin pun tertawa. Hanya beberapa orang juga yang ikut tertawa. Lay hanya menggelengkan kepalanya .

“ Sudah-sudah, walaupun dia belum terlalu bisa meng-shoot bola, tapi keahliannya dalam mengejar lawan dan merebut bola nya lebih hebat dari padamu Kwangmin.” Akhirnya gurunya membela Kris. Sisanya yang belum tertawa itu segera menertawakan Kwangmin cs. Kwangmin hanya mempout bibirnya kesal.

“ Tapi ‘kan juga kemampuan shootnya yang pertama-.”

“ Lalu kedua tinggikan badan mu bro!.” Lay membalas perlakuan Kwangmin yang ingin memojokkan Kris. Beberapa orang yang tadi habis menertawakan Kwangmin langsung tertawa kembali bahkan semua anak-anak yang dikelas itu menertawakannya. Beberapa anggotanya itupun juga tertawa. Lalu Kwangmin memperingatkan anggotanya untuk diam. Kris hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum geli .

“ Sudah tenang! Kris, kamu ikut lperwakilan lomba basket ya?.”

DUK!DUK!DUK!

Kris mendribel bola basketnya didepan ring basket yang berjarak tidak jauh darinya. Beberapa kali ia mendribel bola basketnya . Ia berhenti mendribel basket nya dan segera menangkap basketnya. Ia segera men-shoot bolanya ke ring namun, ia mendesahkarena ia tak dapat memasukinya.

“ Sini biar gue yang ajarin” Entah kapan Thea berada dibawah ring basket dengan celana selutut warna hitam yang biasa dipakai orang-orang untuk olahraga dan masih memakai baju seragam sekolah. Kali ini, Thea melepas kacamatanya yang selalu ia gunakan setiap hari-hanya saat ia belajar dikelasnya-. Kris sudah biasa melihat pemandangan dimana Thea akan melepas kacamatanya saat ia akan pulang sekolah atau saat tidak ada waktu belajar.

Lalu Thea mendrible bolannya sampai ketempat Kris berada. Ia mendriblenya lalu melemparkan dari bawah kaki kananya menuju keataas perut sambil menangkap dan memutar tubuhnya sehingga saat ia sudah diposisi semualanya langsung melemparkan bolanya menuju ke ring yang tingginya memang melebihi tinggi badanya itu serta Kris.

SHOOT!!

Bola basket masuk kedalam ring. Kris hanya melihatnya kagum karena Thea bisa memasukinya dengan satu kali lemparan. Thea langsung menoleh kearah Kris dan menggidikkan satu bahu nya agar.

“ Melakukan yang kita inginkan itu memang sulit, tapi jika berusaha demi sesuatu yang lain dan menurut mu juga ingin menunjukkan kepada yang lain sesuai target, pasti bisa.. gue lakuin ini, karena gue mau lu juga bisa belajar demi apa yang lu inginkan..” Thea menepuk pundak Kris yang memang berbeda 9 cm dari tingginya. Kris hanya tersenyum dan Thea memberikan bola basketnya yang sudah dia ambil sebelum ia membicarakan ini kepada Kris.

“ Ih.. lu bisa aja dah nge-shoot sekali, gue aja beberapa kali nge-shoot aja pasti tetep gak bisa..” Thea dan Kris langsung melihat kebelakang mereka. Kai, Luhan, dan Sehun sudah berada dibelakang mereka. Tao juga bersama mereka. Sulli? Sedang mendengarkan lagu mp3 nya dengan earphone putihnya itu sambil bersender dekat pohon. Menunggu sekaligus menemani Kris dan Thea bermain. Kai,dan Luhan sudah membawa sepedanya masing-masing. Thea,Kris dan Sulli memang sudah menunggu mereka sejak bel berbunyi.

“ Oh.. kalian toh, ya udah gue sama Sulli keparkiran dulu..” Thea langsung menyambar tas yang berada ditengah lapangan-Tepat berada di samping kaki nya Kris karena tadi Thea melempar tasnya asal- sambil menuju tempat Sulli bersender. Sulli baru sadar bahwa Thea selesai bermain. Lalu mereka berdua pergi menuju tempat parkiran sepeda. Kris? Ia sudah membawa sepedanya dekat tiang ring basket yang ia belakangi.

“ Hahaha..gila aja si bebek centil itu, sotoy banget-“ Sulli dan Thea sedang berjalan berdampingan sambil menuntun sepedanya. Tas mereka berada dikeranjang sepeda mereka masing-masing. Mereka bercanda gurau sampai-sampai Thea menyadari bahwa didepannya ada anak lain yang sedang menuntun sepedanya.

“ Kyungsoo!!” Orang yang merasa terpanggil itu segera menengok. Oh..itu Kyungsoo, teman sekelas Kai yang juga sama dengan notabenenya sebagai seksi mading OSIS. Kyungsoo tersenyum dan menghentikan jalannya. Sulli dan Thea langsung menyamai posisi dimana Kyungsoo berhenti. Lalu mereka jalan lagi. Thea berada disamping kiri Kyungsoo,sedangkan Sulli disamping kanannya.

“ Lu belum pulang?kok pakek jas OSIS? Abis rapat ya?” Kyungsoo menoleh kearah Thea. Dan Kyungsoo mengangguk kepalanya pelan.

“ Iya, rapat buat panitia lomba..” Sulli dan Thea ber-oh-ria.

“ Emm… terus kamu panitia apa?” Kyungsoo menengok lagi kearah Sulli. Kyungsoo tersenyum kembali.

“ Aku panitia menyanyi-.”

DEG!

Mengapa hatinya terasa tersentak saat Kyungsoo mengatakan bahwa ia adalah panitia menyanyi?Kyungsoo yang merasa bahwa ia sudah selesai bercakapan dengan Sulli segera menengok lagi kearah Thea. Kyungsoo mendapati Thea tengah menundukkan kepalanya. Kyungsoo sedikit memiringkan kepalanya agar meyakinkan bahwa Thea tidak apa-apa.

“ Thea? Kamu gak papa?” Thea menoleh dari posisi kepalanya yang menunduk. Lalu ia hanya tersenyum kecil meyakinkan bahwa Kyungsoo salah mengkhawatirkannya. “ Kamu ikut lomba apa?” Thea masih berusaha memalingkan wajahnya dari Kyungsoo.

“ Emmm.. a-aku-.”  Mereka bertiga menoleh saat ada yang memanggilnyamereka bertiga. Itu Kai,Luhan yang bersama Sehun, dan Kris yang sedang memboncengi Tao. Untunglah Thea bisa bernafas lega karena ada yang memanggilnya.

“ Belo’? Ngapain lu disini?” Kai sudah menyerggah dihadapan mereka bertiga karena mereka semua sudah sampai didepan pintu gerbang sekolah.

“ Aku? Baru keluar dari rapat OSIS buat lomba..” Tao turun dari sepedanya Kris dan langsung menuju sepeda Thea. Kyungsoo masih saja belum menaiki tempat untuk mengemudi sepedenya itu.

“ Jadi panitia apaan?” Luhan sudah berada disamping Sulli dengan Sehun yang menjadi penumpang sepedanya.

“ Panitia-“

Guys gue cabut duluan ya.. bye” Thea segera berlalu dari hadapan mereka semua bersama Tao yang menjadi penumpangnya. Mereka semua bingung dengan sikap Thea tadi. Ada apa denga Thea?

“ A, lu kenapa sih?” Thea masih menatap lurus kearah jalanan. Bukan.. ia sedang melamun,pandangannya kosong. Saat Tao bergeming memanggil namanya itu cukup keras, ia baru menyadarinya.

“ Gak papa kok.. gue lagi kepengen main Beni aja..pasti lu juga mau cepet-cepet sama Pobin lu itu ‘kan?” Tao mengerti apa yang dikatan Thea, tapi ada yang aneh dengan saudaranya ini..

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

“ Luhan! Temenin gue kekantin yuk!.” Thea berada dikelas Luhan. Entah kapan Thea masuk kedalam kelasnya itu. Luhan sedang melakukan menghitung bola kelerengnya itu langsung kaget karena Thea berada dimejanya. Ia langsung menoleh kearah Thea.

“ Elu kayak setan aja.. gak ah, gue masih pingin ngitung beludru gue” Thea berkacak pinggang saat Luhan melanjutkan aktifitasnya kembali.

“ Kalau gue beliin lu Good day pakek susu mau ‘kan?” Luhan menghentikan aktifitasnya dan seketika itu ia menoleh. Thea mendapatkan ekspresi Luhan tersenyum seperti anak kecil yang memelas ‘benar ya?’.

“ Iya dah! Giliran gue mau traktir aja mau” Thea mendesah berat. Ia benar-benar muak dengan wajah anak kecil nya Luhan yang sedang memelas kepadanya.

“ Heheh.. lu tau ‘kan gue suka pakek banget sama Good day ayo! Nanti Good day nya abis!” Luhan segera beranjak dari kursi nya dan sudah menyimpan kantung kelerengnya dibawah meja. Lalu Luhan menarik lengan baju panjang seragam nya Thea agar Thea juga bisa pergi dari kelas bersamanya. Thea kali ini menggelelengkan kepalanya.

Saat mereka berdua sampai menuju area Kantin, Mereka berhenti sejenak karena Thea menyuruh Luhan untuk berhenti menarik bajunya itu. Segeralah tangan kanannya mengaduk-ngaduk saku seragamnya. Sekali ia melihat kesakunya untuk memastikan ada berapa jumlah uang yang ia bawa. Thea segera menarik tangan kanan Luhan dan meletakkan selembar uang lima ribu.

“ Kalo mau beli Good day, pakek susu aja tapi sedikit nanti batuk, nanti kalau lu pakek meses atau chocochip begituan,e ntar tenggorokan lu radang, Es nya suruh setengah aja, nanti lu meler parah kayak kemarin.” Thea menasehatinya agar Luhan tak mecam-macam membeli minuman yang Luhan sukai itu. Nasehatnya sama dengan gaya ibunya itu. Memang, Luhan suka dengan gaya Thea yang sama seperti gaya yang baru saja Thea lakukan. Menasehatinya dulu sebelum ia beranjak menuju tempat pembelian. Luhan langsung mengangguk senang layaknya anak kecil dan segera berlalu melambaikan tangan kepadanya.

Thea hanya menggelengkan kepalanya. Dia sudah tau kebiasaan Luhan saat ia sudah menasehatinya. Lalu ia mencari tempat duduk yang biasa Thea dan teman-temannya itu. Dapat! Ia menemukan Kris,Kai,Sehun,Sulli dan Tao sedang tertawa lepas. Akhirnya Thea menuju ketempat mereka.

“ Eh.. lu ikut lomba apaan?” Thea baru saja duduk didekat Kris,tiba-tiba Kai bertanya kepada Sehun yang sedang menyedot jus jeruk yang ia pesan tadi.

“ Gue gak ikut apa-apa, cuman hias kelas doang..” Kai hanya mengangguk-nganggu tanda ia mengerti. Lalu ia menoleh kearah Kris tanda ia bertanya ‘ lu ikut apaan?’

“ Gue jadi tim basket..” Thea masih saja menyedot minuman dari Sulli. Thea tadi memang meminta minuman punya Sulli.

“ Ya iyalah.. jelas lu kayak tiang listrik, tapi ngomong-ngomong..lu emang bisa masukkin bolanya ? Kan lu paling greget sama masuknya..” Tao sedikit mencondongkan tubuhnya agar ia lebih jelas memperdengarkan jawabanya itu.

“ Yah.. emang sih gue takut pakek  ples  kelemahannya itu dimasuknya..tapi-ngemeng-ngemeng­  juga lu ikut apa?” Seketika itu, Thea berhenti melakukan aktifitas mengaduk-ngaduk minuman Sulli dengan sedotan. Thea menoleh kearah Kris sebentar lalu melanjutkan aktifitasnya yang tertunda itu.

“ Gue gak ikut apa-apa..”  Thea menjawabnya dengan berat hati. Tao yang sudah menelan minumannya itu segera angkat bicara.

“ Lo tau gak sih? Thea itu lagi sedih gara-gara kemaren diejekin kodok bengek sama bebek pecicilan itu dan perkatan si bebeknya tante girang itu buat dia malu..” Thea masih saja mengaduk-ngaduk minuman Sulli.

“ Loh emang kenapa? Kok dikatain kodok bengek? Emangnya tante girang yang lu maksud itu ada hubungannya sama Thea?” Kai memiringkan kepalanya kearah Tao. Tao yang tadinya menyedot minumannya yang sekarang sudah sepertiga isi itu mengelap sudut bibirnya sehabis ia minum.

“ Iya.. Tiffany yang ikut lomba nyanyi-.” Thea langsung berdiri dan segera menuju tempat Tao. Saat ia sudah dibelakang Tao, ia segera menarik baju Tao dari bagian punggunya.

“ Loh-loh The? Mau kemana?” Sehun masih melihat Thea menarik-narik Tao agar ia bisa ikut Thea pergi kesuatu tempat.

“ GUE MAU KEKELAS! GUE LAGI DIET!” Seketika itu, Thea dan Tao berlalu dari hadapan mereka. Mereka hanya bingung mengapa Thea mengubah ekspresinya menjadi orang yang sedang menghindar pembicaraan. Memang betulkan?

“ Thea mana?.” Semua yang tadinya melihat bayangan Thea dan Tao yang berbayang-bayang kejauhan itu langsung menoleh kearah seseorang yang sedang menyedot minuman berbau kopi. Itu Luhan.

“ Udah telat lo kalau mau cari Thea,tuh.” Kai memonyongkan bibirnya bermaksud menunjuk kearah bayangan yang hampir menghilang.Luhan melihat kemana arah bibir Kai menunjuk sesuatu. Akhirnya Luhan ber-oh-ria. Tunggu..saat ia melihat temannya satu-persatu, Dimana Tao?

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

“ HUAHHHH GUA SEDIH-O! GUE SEDIH! HUAHHH!!.” Ada dua orang anak laki-laki dan perempuan yang satunya-perempuan itu- sedang menangis bersedu-sedu dengan kepalanya ia tenggelamkan kedalam tangan yang ia silangi dimeja. Sesegukkan juga menjadi penghias rasa sedihnya. Mereka berada di dalam kelas mereka. Kelas itu tidak ada yang mengisinya. Hanya mereka berdua yang sekarang akan menjaga kelas itu.

Itu Thea dan Tao. Tao yang tak tega dengan saudaranya yang selalu bersedih ini sedang mengusap punggungnya dengan arti ‘yang tabah ya nak..’.

“ Udah The-Jangan dipikirin lagi dong, masa lu kalah sih sama si tante girang itu..sabar ya nak..” Tao sedang berbijak kepada orang yang sedang duduk-tepatnya sedang menangis-disampingnya.Thea masih saja sesegukkan. Kacamatanya belum ia lepas saat ia ingin nangis.

“ Gimana gue gak sedih! Gue nyesek tau kalau ada yang bicarain tentang lomba itu!Gue benci kalau ada hubungannya sama nyanyi apalagi kalau udah bersangkutan juga sama yang namanya ‘Tiffany’ itu!GUE GAK TERIMA! GUE KES-.”

PLUK!!

Bola kasti bewarna hijaupun mendarat tepat dikepala Thea yang sedang menangis itu. Bola itu terpental lagi kebawah lalu menggelinding kekolong meja mereka berdua. Thea yang berhenti melanjutkan kata-katanya itu langsung mengangkat kepalannya dan mengusap kepalanya yang terkena hantaman keras dari bola tadi. Ia langsung melihat arah bawah meja kolongnya karena bola tadi menggelinding dan berhenti dikaki Thea.

Tao yang juga melihat bola itu menggelinding ke meja mereka itu langsung melihat arah Thea yang sedang berusaha mengambil bola bewarna hijau itu. Thea mengambilnya dan menatapi bola yang ia pegangi.

“ SIAPA SIH YANG GANGGU GUA LAGI NANGIS HAH! UDAH TAU GUA LAGI ASIK NANGIS MALAH DIGANG-“

“ Maaf..tadi kamu kena bola aku ya?” Thea yang sedang berdumel sendiri segera dihentikan oleh sosok wajah yang dia kagumi itu sedang berdiri dihadapannya. Orang yang menganggapnya lebih tampan dari Lee Min Ho. Itu Donghae, Thea dan Tao menatapnya tidak percaya bahwa orang yang telah menimpuki Thea itu adalah Donghae. Sang korban bola kasti itu masih diam. Dihatinya merasa was-was karena yang menimpuki kepalanya itu adalah kakak kelas yang ia sukai.

“ E-eh..Eng-enggak kok enggak kena.. hehehe.” Tao membesarkan matanya kearah Thea yang sedang tertawa malu bahwa artinya ‘Bohong!kau tadi marahkan karena bola ini?!’

“ Maaf ya kalau kenak-.”

“ Ih gak papa kok..” Tao menggelengkan kepalanya pelan.

“ Kok.. tadi aku denger, kamu bicara kayak diganggu? Terus? Kenapa kamu nangis?” Donghae memperhatikan wajah Thea dengan nada prihatin. Thea yang sudah berkeringat dingin itu pun hanya terkekeh tidak jelas untuk menutupi rasa malunya itu karena Donghae menatap wajahnya.

“ A-anu.. a-aku HAH! Aku lagi baca novel..terus karena ada adegan yang menyentuh jadinya aku nangis.” Thea menunjukkan buku novelnya yang sudah dibaca setengah buku itu kepada Donghae. Tao menoleh kearah Donghae dengan membesarkan matanya. ‘ ITU NOVEL PSIKOPAT! JANGAN PERCAYA!’ itulah yang ia inginkan untuk berbicara langsung kepada Donghae. Namun ia hanya bisa memberitahunya lewat batinnya.

“ Yang benar? Kok ini cover novelnya serem?.” Thea tertawa kecil tidak jelas. Ia sungguh malu..karena tadinya ia yang marah kepada orang yang menimpukinya dan ternyata orang yang tadi meminta maaf kepadanya itu adalah kakak kelasnya.

“ Kakak gak liat? Judulnya aja juga termasuk sedih. Judulnya aja ‘ Flower Blue ‘ emang sih sampulnya serem, tapi ini ceritanya sedih kok kak..Iya kan TAO.” Thea tersenyum manis kepada saudara yang ada disampingnya itu sambil mengijak satu kakinya Tao. Tao yang merasakan kakinya seperti diinjak kuda nil itu membesarkan matanya lagi tanda ia menahan teriakkan yang seharusnya ia keluarkan dari mulutnya. Tapi ia bertahan saat Thea tersenyum manis kepadanya ‘ AWAS LU!BOCOR,POBIN UDAH TINGGAL BADAN!.’ Itulah yang Tao lihat dari sorot matanya Thea yang sedang tersenyum sambil menujukkan eye smile nya itu.

Tao tidak rela jika boneka panda satu-satunya itu dipenggal ditangan Thea. Ia sudah takut macam-macam dengannya. Boneka pandanya yang seharusnya ada lima sudah tewas ditangan Thea . Hanya satu boneka nya itulah yang belum Thea hilangkan kepalanya dari badan bonekanya itu. Tao takut jika boneka kedua yang diberi neneknya itu sudah mendadak hilang dan akhirnya satu jam kemudian ditemukan didepan pintu kamarnya dengan keadaan menggenaskan. Kepala sudah terpisah dari badan bonekanya itu.

“ I-iya kak, tadi pas lagi baca dia nangis soalnya lagi baca buku SER-Dihnya^^.” Thea tahu pasti Tao akan sengaja atau kecleposan berbicara buku yang aslinya itu adalah buku psikopat dan akhirnya Thea menginjak kakinya lagi lebih bawah. Donghae mengekerutkan keningnya ke Tao. Lalu ia memalingkan lagi wajahnya ke Thea yang sedang tersenyum manis kepadanya.

“ Oh.. kalau begitu-.”

“ BANG DONGHAE! MANA BOLANYA! LAMA AMET LU NGAMBILNYA!.” Dari arah luar yang terdengar suara membahananya itu sampai kelas Thea. Mereka bertiga menoleh kearah luar pintu, sumber suara yang fenomanal tersebut.

“ LAMA DARI HONGKONG! KALO BUKAN KARENA LU YANG TRAUMA SAMA ADEK KELAS! GUA PASTI OGAH TOLONGIN LU KALI!.” Kali ini, Donghae menjawabnya  lebih cetar membahan dari suara yang memanggilnya itu. Thea dan Tao sedikit memundurkan badannya yang sudah terpentok kursi karena suara Donghae yang tak kalah dari sumber suara dari luar kelasnya itu.Saat itu ,Donghae berkacak pinggang menghadap pintu kelas dari posisinya didepan meja Thea dan Tao. Mereka berdua tahu siapa yang memanggilnya. Itu kakak kelasnya yang bernama Kyuhyun, kelas 12-C. Donghae memang selalu bermain bersama sahabatnya sejak zaman Thea masih berada dikelas tiga SMP bersama Tao.

Lalu Donghae, yang sudah selesai menjawab meneriaki sumbernya itu langsung menoleh kearah mereka berdua sambil tersenyum. Tao dan Thea masih saja kaget karena suara toak nya yang lebih cetar dari suara singa kelaparan.

“ Maaf ya, dia emang selalu asal teriak..dia juga sebenarnya trauma sama adik kelas saat dia duduk dikelas dua SMP. Jadinya ia takut kalau masuk ke kelas adik kelasnya.Bolanya boleh kuminta?” Thea dan Tao saling melirik satu sama lain lalu Thea segera mengulurkan tangannya untuk memberikan bolanya kepada Donghae. Donghae langsung mengambilnya dan melambaikan tanganya kearah mereka berdua yang sedang duduk terpaku ditempat mereka. Dan akhirnya mereka berdua pura-pura pingsan kedalam lipatan tangan mereka.

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

Guys, kapan-kapan kita main bareng yuk! Masa udah satu bulan kita bersahabat belum ada yang tau rumah salah satu diantara kita?.” Kai sedang tiduran dibawah pohon sambil melihat keatas untuk melihat langit yang cerah dengan beberapa daun-daun pohon yang agak menutupi pandangannya untu melihat langit biru ciptaan Tuhan itu. Luhan dan Sehun sedang asyik main bola bekel di tepian koridor keas yang sudah sepi dan agak sunyi. Sulli sedang memainkan asal daun pohon yang ia temui itu di bawah pohon-yang memang ia sedang bersender membelakangi Kai-. Thea dan Tao yang sedang asyik gambar di bangku peristirahatan dekat lapangan.Lalu Kris yang sedang mendrible bola basketnya didepan tiang ring bola basket.

“ Maksud lu? Nge-rumpi kayak ibu-ibu yang arisan?.” Kris yang tadi ingin meng-shoot­ bola nya itu terhenti untuk membalas perkataan Kai tadi. Lalu Kris melempar bola nya itu keatas dan lagi-lagi ia mendesah dan berdecak pasrah berat karena ia tidak bisa memasukinya.

“ Yah bukan nge-rumpi begitu Kris.” Sulli melanjutkan acara meneliti daun yang ia dapatkan.

“ Ngomong-ngomong? Kenapa lu tumben ngasih request  ke kita kayak begituan? Gak biasanya lu nge­-request  ke kita yang aneh-aneh….” Sehun yang sedang menunggu giliran bermain bola bekelnya itu segera menoleh kearah Kai yang sedang bersantai. Seketika Sehun menoleh kearah semula , Ia dan Luhan berteriak berbarengan dengan nada yang frustasi.

“ Lu itu gak sadar atau apa sih? Kita kan udah lama berasahabat yah walaupun baru satu bulan sih.. masa sih belum ada yang tau lokasi-lokasi rumah yang lainnya..” Kai memejamkan matanya sambil menikmati udara yang bersemilir melewatinya.

“ Gue punya usul ke rumah siapa!.” Luhan menjentikkan jari nya sambil menatap bola bekel yang sedang Sehun mainkan. Lalu Kai menggantikan posisi kepalanya menjadi miring menatap Luhan.

“ Gue denger..kata si Belo’ kemaren. Baru seminggu yang lalu, gue tanya sama dia , nah.. katanya,ia udah pernah main tuh kerumah dua bersaudara itu!.” Luhan menunjukkan jarinya kearah dua orang yang sedang ribut mempermasalahkan gambar, lalu mereka berdua langsung menghapus gambar yang menurut mereka itu salah. Kai , Sulli dan Sehun segera menoleh kearah dua orang yang sekarang mengubah keadaanya tertawa puas. Kedua orang yang sedang berganti ekspresi tidak jelasnya itu adalah dua bersaudara yang mempunyai hobi yang sama. Thea dan Tao.

“ OY! KALIAN BERDUA YANG KAYAK CACING KEPANASAN! NGAPAIN LU PADA KAYAK PROFESOR GILA?.” Kris menoleh kearah Kai yang sedang berteriak dengan dua tangannya untuk dijadikan toak sementara. Lalu kedua orang yang merasa terpanggil itu segera menoleh kearah Kai dan terpaksa memberhentikan aktifitasnya.

“ APAAN? KITE BERDUA LAGI GAMBAR GUNUNG!!.” Tao membalas perkataan Kai dengan posisi kedua tangannya sama seperti Kai tadi. Sehun agak menyipitkan matanya untuk mendengar apa yang Tao tadi katakan.

“ APA?! ASTAUGHFIRULLAHALAZIM..SIAPA YANG NGAJARIN LU BERDUA GAMBAR BEGITUAN HAH?! LU PADA UDAH KETULARAN PENYAKIT MESUMNYA KAI YA?!.” Sehun menggelengkan kepalanya sambil mengelus-ngelus dadanya seperti orang bersabar. Tao langsung berkacak pinggang. Sementara itu, Thea menggelengkan kepalanya yang masih fokus ke buku gambar.

“ LU KALI YANG MESUM! KITA BERDUA GAK GAMBAR BEGITUAN KUNYUK! KITA BERDUA LAGI GAMBAR GUNUNG YANG ASLI!!.” Sehun meringis kecil karena Luhan melempar segumpal kertas dan dilemparkan kearah kepalanya.

“ Oh iya.. emang Kyungso pernah main kerumah lu?.” Sulli langsung bertanya setelah berbasa-basi yang tidak berguna menururtnya.

“ Pernah dong..Bahkan juga pernah nginep..Betul’kan?.” Tao yang berhenti melakukan aktifitas menghapus gambar yang  merek berdua gambar itu langsung memberikan jawaban yang pede.

“ Yoyoy..waktu itu, gue ama Kyungsoo ngerjain tugas dari jam empat sore sampek jam setengah satu malem. Itu pun baru setengahnya loh! Dan..  waktu itu, orang tua Kyungsoo lagi pergi keluar kota tiga hari. Ya sudah kita berdua menyelesaikannya bersama-sama. Sampai dua hari berturut-turut! Coba bayangkan! Baru besok selesainya! Dan dihari ketiga dia nginep, dia mainin Beni sama nonton Dispiceble me yang kedua bareng Tao, oh ya.. kalau misalnya gak dibantuin Tao,pasti Kyungsoo bisa tiga hari empat malem buat ngerjain tugas kelompok gue..” Thea menjelaskan panjang lebar sepanjang jalan tol yang mulus tanpa macet oleh kendaraan apapun.Mereka semua yang setia menjadi pendengar baiknya itu hanya membuka mulutnya lebar-lebar seperti orang yang mulutnya perlu disumpal apel merah dan diikat agar mereka bisa dipanggang seperti kambing guling yang pastinya lalat senantiasa akan masuk.

Tidak dihabis pikir oleh mereka bahwa Thea bisa hafal betul tentang agenda tugas kelompoknya dulu saat ia masih menginjak kelas satu dulu bersama sahabat kelas satunya,Kyungsoo . Untuk Tao? Dia masih saja menipiskan gambar yang ada dibuku gambarnya itu dengan tangannya sambil mengeluarkan lidahnya dikit diujung bibir,menurutnya juga,hal ini sudah biasa ia lihat karena setiap mereka berdua sudah bersantai,pasti Thea akan menceritakan hampir dua puluh menit lamanya permisah.

“ Tuh mulut kereta apa metromini?.” Kai mengerutkan keningnya karena sempat menjadi pendengar setia penjelasan Thea tadi. Thea masih mencoret-coret gambar dibukunya-yang juga bukunya Tao- dengan pensil Fabercastle golongan 6B itu.

“ Haha..lu sih ketinggalan kereta aja..kalau nih anak udah cerita,pasti bisa dua puluh menit kayak baca berita BAHKAN hampir setengah jam. Coba bayangkan saja bung.. tapi, gitu-gitu juga,dia jago cerita dongeng loh..buat kalian mendingan kalian gak usah denger cerita dongengnya dia deh…”

Thea berdeham menandakan bahwa Tao memang anak yang perlu ia kasih pelajaran karena hampir membocorkan kebiasaan ‘mendongenkan cerita’. Tao hanya menyengir sebentar lalu melanjutkan menipiskan gambar dengan tangannya.

“ Kok bisa sampai bergadang begitu? Apa gak takut dimarahin bang haji?.” Kris sedang memegang bola basketnya yang baru saja ia ambil. Kai,Sulli,Luhan dan Sehun serta Tao seketika itu tertawa meledak. Kris yang bingung mengapa mereka semua tertawa itu-(-)Thea- hanya memiringkan kepalanya seperti tanda tidak tahu. Thea hanya menggeleng-geleng kepalanya sambil tertawa geli. Orang secuek Kris yang biasa orang-orang lihat itu kini menjadi pelawak sementara

“ ‘Kan gue udah bilang, tugas kelompok adeknya bang haji..JUDI~ TEEOOW!.” Mereka semua tertawa lagi karena melihat gaya Thea yang mengikuti gaya khas lagu dari raja dangdut itu. Kris hanya hanya mengangguk-ngangguk saja dan tersenyum kecil. Thea yang berhasil membuat teman-temannya itu tertawa langsung melanjutkan aktifitasnya kembali yang tadi terhenti sementara hanya untuk menirukan gaya bang haji Roma irama.

“ NAH! Mendingan  minggu depan aja! Kan lumayan tuh..,pasti pada bolong semua kan waktunya? Yah kalau besok mah atau minggu ini, kita semua kan banyak kerjaan atau tugas masing-masing..gue yakin guru-guru pada rapat pas minggu depan.” Luhan yang sedang membereskan bola bekelnya memberi usul kepada teman-temannya. Kai yang sedang tiduran dengan tangannya yang menjadi bantal kepala sementaranya itu hanya mengangguk-angguk kecil.

“ Gue setuju, Besok dan minggu ini juga, gue masih ada tugas.. dan eh? Kenapa lu mempastikan bahwa minggu depan guru-guru pada rapat?.” Kai yang bingung dengan pernyataan yang dibilang Luhan tadi segera membenarkan posisinya menjadi duduk bersender dibawah pohon. Sementara Luhan,hanya menaikkan satu alisnya dengan artian ‘pastinya..’. Lalu Luhan menaikkan dan menururnkan seolah mengartikan ‘liat aja nanti’kepada Kai.

“ Oke-oke.. minggu depan Insyaallah gak sibuk juga, dan lu berdua..bersedia gak nih kita kunjungin rumahnya?.” Thea dan Tao yang sedang membereskan alat tulis dan buku gambarnya itu segera menengok kearah Kris yang sudah berada didekat mereka berdua dengan tasnya yang sudah ia bawa dengan tali tas yang bagian kirinya saja yang ia cantolkan kebahunya. Lalu Thea tersenyum kecil.

“ Hemm..gue mau izin dulu sama mama , papa gue. Oh iya, kalau gue juga gak dapet permintaan izin dari Beni juga,terpaksa kalian emang gak boleh main kerumah gue…”

¸,ø¤º°`°¨°`°º¤ø,¸

HUAHAHAHAHA…Aduh…kayaknya comedynya abstrak banget ya ._. . Saya baru kali ini nyoba bikin comedy loh #iniciusloh.Duh,duh..buat bang Donghae..jangan galak-galak sama my baby Kyuhyun.. mengalahkan jambul khatulistiwa nya Syahrini itu emang SISWANTO BANGET XD.

Diusahakan saya akan membuat comedy disetiap cerita ini dan.. Agar saya lebih bisa mendapatkan comedynya itu..Hanya semangat dari tanggapan kalian..

Comment and Like sangat dibutuhkan karena itulah penyemangat saya selain bahan bakar air mineral.. Ada apa dengan Thea tadi yah ada apa dengannya ._. .See you in next chapter dear^^

Next Chapter:

Adventure of my time..

Iklan

One Comment Add yours

  1. yoneelf berkata:

    lanjutttt

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s