[FF Berantai] Flechazo : Drama

Fleca_zho

FLECHAZO : Drama | By AhnLien

Chanyeol Park | Romance, Friendship, Comedy, Fluff, Schoollife | G

Prologue | Clueless

Haruskah dirinya yang menjadi peran utama?

Tuk..  

Tuk..  

Tuk..  

Telunjuknya mengetuk meja seiring jarum jam yang berjalan. Wajah yang terpangku di telapak kirinya hanya mendengus resah  melihat buku tulis fisika yang berisi lima soal dari tugas guru ter-killer se-angkatan sekolahnya. Lampu belajar yang tepat menyoroti buku tulisnya terlihat seperti panggung kosong tanpa iringan lagu pembuka.

Chanyeol menatap pasrah  soal-soal yang menurutnya ‘mudah’ itu. Otaknya tengah berasap mengingat-ingat hal-hal waktu yang berlalu. Dimana….

….Ia terdiam melihat wanita yang dijumpainya di supermarket.

Oh come on! Seharusnya ia bersikap gagah dan cool seperti biasanya, tetapi…. mengapa otaknya menciut untuk mengendalikan raut mukanya yang terlihat kaku dan gugup tadi?

Pensil terapit diantara bibir atas dan hidungnya. Kedua mata yang memandang keatas, melihat layang-layang putih berterbangan di langit kamar gelapnya yang mulai terbang melihat awan.    

_Sore lalu_

“Min-chan…”

Chanyeol mengikuti arah pandangan bocah lelaki itu. Kaleng-kaleng soda yang didekapnya hampir tejatuh jika  cerebellum dan sumsum spinalnya tak bisa mengendalikan sarafnya. Tetapi jantungnya tak dapat mengedalikannya dengan baik.

Tetapi sebaliknya, seorang gadis berpanggilan Min-chan itu hanya terdiam memandang Chanyeol—si lelaki berkaleng soda didekapannya yang hanya berjarak beberapa langkah dari posisi anak kecil itu.

Chanyeol tak tahu keadaannya yang terdiam memandanginya. Tak ada yang mengeluarkan suara sesaat dia memanggil anak kecil yoghurt itu. Mereka masih  terdiam. Hingga detik berikutnya suara imut sang bocah memecah kembali suasana asing yang tak biasa bagi mereka.

Min-Chan..”

Nama wanita itu terpanggil, kedua matanya langsung beralih menatap bocah kecilnya. Dan tersenyum tipis.

Hyung itu membantuku mengambil Yoghurt kesukaanku.” Anak itu berbalik kembali menatap Chanyeol yang masih ditempatnya,  “Terimakasih Hyung!”

Bocah itu tersenyum manis seperti anak-anak mendapatkan es krim. Tentu saja! Siapa yang tidak senang dengan krim dingin bemacam rasa yang dinikmati semua anak kecil dan kaum dewasa lainnya? Sepertinya ada yang tidak suka dengan es krim. Ups….

Chanyeol yang melihat bocah yoghurt itu tersenyum hanya mengedipkan mata berulang kali. Seperti menyadari bahwa ada satu makhluk lainnya yang berada di kawasan awkward moment sesaat. Dan memang ia baru tersadar dari tingkah anehnya.         

“Eh? Ye?

“Terimakasih.”

Dia berbicara. 

Chanyeol kembali menatap wanita berambut ikal panjang itu.  Sulaman manis terpampang membalas budi Chanyeol.

Terimakasih telah membantu adikku.”                                                                                                                                               

Waktu terasa singkat. Ia menyesali dapat bertemu dengannya lagi. Mengapa ia bertemu disaat penampilannya seperti pegawai remaja yang akan merapihkan  rak pendingin?

Punggungnya bersender lelah. Hembusan nafas kembali keluar dari bibirnya. Pandangan yang hampa bersama kebingungan, mengapa waktu harus cepat berlalu bagaikan kupu-kupu jingga yang berlalu dari bunga yang dihinggapnya? Entahlah.

Ia bahkan tak bisa berhenti memandang wanita itu jika saja ia tak menyapa balik untuk sayonara. Dan juga, sepertinya yang dikatakan Sehun tak terbukti sama sekali. Andai senyuman dapat dimakan, mungkin otaknya akan meleleh dan….    

TING!

Layang-layangnya harus terputus ketika bel via message menyapa hanphonenya. Kedua matanya teralih. Satu tangannya yang tersampir diatas meja segera mengambil dan membuka screen lock. Menarik sisi atas layar dan melihat notifikasi.

Byun Baek Messages.

Chanyeol segera membuka isi pesan.

+Byun Baek  :  “Yeol, kamu sudah selesai pr fisika?  “

Jari-jarinya mulai mengetik untuk membalas sms.

+Me   :  “Belum. Jawabannya ‘ngak ketemu-temu.”

Tak menunggu lama sms terbalas.


Byun Baek   :

Sama! Aku masih mentok nomor satu,nih!  

Me  :

Jadi kamu juga mengerjakan pr dari pak Jung?

  Byun Baek :

Iya dong. Besok ada pelajarannya tuh. Haissh.

Me   :

Benarkah? Yesss! Kita sehati! ({})

  Byun Baek  :

Kita memang harus sehati’kan? :*

Me  :

Hilangkan emoticon  itu please.. -_-

  Byun Baek  :

Katanya sehati, bukankah kita terikat karena kekuatan magis yang tercipta oleh silsilah misterius keluarga kita?

Me :

Magis centong nasimu?  Jangan bercanda, aku lagi pusing.

  Byun Baek    :

Jadi kamu lebih pentingin pusing dari pada aku?

Me :

Maksudku pusing mengerjakan soal, Baek.. Kalau saja kamu bisa membantuku, pasti aku juga akan membantumu.

  Byun Baek    : 

Kenapa tidak sekalian saja bekerja sama? Bukankah soal kita sama?

Me :

Oh ya? Lupa  /_-)

  Byun Baek    :

Kalau begitu aku akan mencari nomor satu dan tiga. Lalu kamu dua dan empat ya?

            Me  :

Limanya?

  Byun Baek  :

Kita cari juga. Ayo kita mulai. Semangat!


Nafasnya terbuang gusar melihat sms yang dilakukan bersamanya. Akhirnya ia mendapatkan teman seperjuang mengerjakan pr-nya. Ia tak tahu harus memulai bagaimana. Namun pekerjaan ini sepertinya perlu memakan jam tidurnya nanti.

Terimakasih.”

   

~F l e c h a z o~

Guru Jung menaruh buku tulis Chanyeol dihadapannya. Dihadapannya juga, Chanyeol tengah menunduk tak berani menatap tatapan sang guru kacamata bulat itu. Teman-temannya yang duduk diam ditempat masing-masing melihat sosok Chanyeol dengan diam. Mereka sedikit penasaran apa yang akan dinasehati guru Jung kepada Chanyeol.

“Park Chanyeol.”

Chanyeol terdiam tak menyahuti panggilan gurunya.

“Kenapa kamu datang terlambat?”

Chanyeol mengkerutkan jari-jari tangannya yang mulai panas. Merasakan aura geregetan dari pertanyaan Guru Jung, Chanyeol hanya melirik-lirikan matanya kearah lantai gelisah.

“S..s..saya….”

“Kenapa hanya menjawab empat soal? Dimana satu jawaban lagi?”

Guru ini membuat Chanyeol pusing tak terhingga. Tak memberikan kesempatan berbicara, apakah ini yang namanya HAM? Bisakah Chanyeol menjambak rambutnya sekarang? Sepertinya belum.

“Maaf. Saya belum sempat mengerjakannya.”

“Memangnya tadi malam kamu ngapain saja?”

“Se….sebenarnya…. saya sudah menemukan jawabannya, tapi jawabannya ada di buku lain. Saya belum sempat menyalinnya.”

“Banyak alasan.”

Kejujuran memang pahit. Selalu tertuduh dengan seribu satu alasan umum ‘banyak alasan’. Dan Chanyeol ingin mengenang dirinya saat ini.

“Tapi saya—“

“Tidak ada tapi-tapi’an!” Chanyeol menundukan kepala lagi. “Sebagai hukumannya, kerjakan pr’mu ini sebanyak lima halaman dan keluar dari kelas saya sekarang!”

TOK! TOK! TOK!

Pintu kelas terketuk. Dan terbuka perlahan. Dibalik pintu, seorang lelaki menampakan dirinya. Kim Jongin.

“Selamat pagi, Pak.” Sapa Jongin yang menjadi sorotan anak-anak dikelas termasuk Chanyeol yang mengangkat kepalanya dari tatapan bawah yang ia lakukan. Anak itu tersenyum sopan. Apakah Chanyeol tidak salah melihat senyuman itu?

“Pagi. Kamu siapa?” Tanya guru Jung dengan logat biasanya. Berbeda dari logat yang biasa menerangkan materi didepan kelas—garang.

“Saya Kim Jongin kelas sebelas D. Maaf jika mengganggu. Saya ingin memanggil Chanyeol sunbae.”

“Ada apa anak ini dipanggil?”

Chanyeol melirik gemas guru Jung yang mengatakan seenaknya tentang objek yang ditunjukinya—dirinya.

“Itu….Chanyeol sunbae di panggil oleh guru Kim. Ada keperluan penting.”

Memangnya tak bisa dipanggil saat istirahat saja?”

“Maaf, tapi saya hanya menjalankan tugas dari guru Kim.” Jawab Jongin sesopan mungkin.

Guru Jung mengangguk mengerti. Pandangan kembali semula.melihat Chanyeol

“Ingat, jangan lupa pr tambahanmu. Besok saya tunggu di ruang guru.”

Chanyeol mengangguk mengerti dan membungkuk singkat untuk izin keluar kelas. Lalu kakinya mulai melangkah menuju pintu kelas. Dan keluar melewati Jongin.

“Kalau begitu saya pamit dulu ya, Pak. Terimakasih.”  Jongin mengakhiri pertemuan dan mulai menutup pintu kelas Chanyeol dengan rapat.

Tap.  

Chanyeol membuang nafas lega. Aura panas yang mengelilingi tubuhnya langsung pergi entah kemana. Panjang umur sekali ia dihukum  keluar kelas dan bertemu….

“WHOA!”

Chanyeol terkejut melihat teman-teman anggota band nya berkumpul dan tepat dihadapannya. Sejak kapan manusia-manusia ini muncul dihadapannya? Entahlah, ia belum bisa me-relaksasikan otaknya yang panas.

“Hai!” Jongdae menyapa dengan senyuman manis miliknya.

Kalian kenapa ada disini?”

“Entahlah, Sehun tiba-tiba memanggil kami semua. Karena pak Jung mengajar dikelasmu, jadinya kami menyuruh Jongin untuk memanggilmu.” Baekhyun menjawab pertanyaan Chanyeol. Disampingnya Sehun hanya menggidikan bahu dengan singkat.

“Kau harus berterimakasih kepada Jongin yang rela bekorban untukmu Yeol..” Ujar Jongdae kembali menepuk pundak Jongin.

Gomawo Jongin-ah.”

No Prob.” Jawab Jongin santai.

“Ya sudah, kalau begitu ayo kita ke aula teater. Pasti guru Kim sedang menunggu kita.”  Ajak Kyungsoo saat melihat arlojinya.

Mereka yang bertambah satu orang rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kelas Chanyeol.

~F l e c h a z o~

 

Chanyeol bersama anggotanya  telah sampai didepan pintu berpapan ‘Enter’ . Jongdae yang tepat dihadapan pintu ber-cat putih itu segera membukanya. Lalu mereka  masuk satu persatu diikuti suara pintu yang tertutup oleh Sehun.

Aula teater sekolah mereka cukup besar. Seperti panggung pertunjukan yang sesungguhnya. Deretan kursi merah seperti bioskop, dan tirai merah sebagai layar panggung.

Mereka melihat deretan bagian kursi pertama dan kedua telah terisi. Chanyeol meyakini mereka yang sedang duduk itu anggota teater kelas sepuluh dan sebelas.Murid-murid yang melihat kedatangan Chanyeol dan kawan-kawan mulai menyapa, tak lupa teman-teman Jongin dan Sehun ber-high five ria.

Anggota band Chanyeol duduk dideretan bangku ketiga.Berurut dari Jongdae, Baekhyun, Chanyeol, Jongin, Kyungsoo, dan Sehun. Mereka menjatuhkan bokong  bersamaan setelah mendapati posisi bangku yang cocok.

Tak ada tanda-tanda kehadiran guru Kim yang memanggil nama mereka. Chanyeol terdiam dan merelaksasikan tubuhnya.Sementara samping kiri-kanannya melakukan aktifitas umum kurang kerjaan.

Menit berikutnya seseorang memasuki ruangan dan berjalan tepat didepan panggung. Seketika suara bising dan guyonan  yang ada lenyap begitu mereka melihat pemuda ber-style trendy telah berdiri dihadapan mereka.

Baekhyun dan Jongdae berhenti tertawa. Chanyeol mengangkat tubuhnya dari senderan bangku. Diikuti tiga teman disampingnya mulai berhenti berbicara.

Oh my god! Lee Jong Suk!” Heboh Baekhyun.

“Lee Jong Suk?” Tanya Jongdae pelan.

“Dia sedang apa disini?” Tanya Sehun entah dengan siapa.

“Tidak tahu. Tapi…. tidak biasanya sekolah kita didatangi artis.” Kata Jongin menjawab pertanyaan Sehun.

Pemuda itu terlihat tersenyum segar.Tak ada beban pikiran yang mengalir diwajahnya. Lalu dia membuka pertemuan.

“Selamat pagi, guys!”

“Selamat pagi!” Mereka menjawab tanpa terkecuali dari anggota band.

“Sebelumnya saya minta maaf  atas keterlambatan saya karena ada urusan sebentar. Dan untuk anggota band, apakah sudah hadir?”

“SUDAH!”

Sederet barisan samping Chanyeol menolehkan wajah mereka melihat intonasi Baekhyun yang bersemangat bersama tangan yang terangkat.

“Oke, siapa lagi yang belum hadir?”

“Ada yang masih ujian, sunbae.  Mungkin akan sedikit terlambat..” Jawab salah satu anggota yang duduk dibangku barisan kedua.

“Oke aku mengerti. Pepatah bilang ‘tak kenal maka tak sayang’. Walau sudah mengenal saya, alangkah baiknya kita kembali berkenalan satu sama lain. Oke, perkenalkan nama saya—“

“Lee Jong Suk!”  Baekhyun berucap kembali dengan semangat. Teman-temannya kembali menatap Baekhyun aneh—seolah-olah melihat si aneh.  Tetapi pemuda itu tersenyum senang. Lalu kembali melanjutkan perkenalan.

“Ya! Benar.” Dia menjentikan jarinya.

“Nama saya Lee Jong Suk. Kalian bisa memanggil saya Jong Suk. Mungkin kalian semua sudah tahu apa profesi saya. Namun, kesempatan kali ini, saya diberi amanat oleh guru kalian untuk menjadi salah satu penanggung jawab atas pentas yang akan kalian ikuti nanti dalam rangka acara festival tahunan bulan depan.”

“Tunggu dulu. Jadi kita dipanggil dalam rangka mengikuti festival?” Tanya Chanyeol tak percaya.

Yeap. Selain itu, kalian yang terpanggil disini juga terpilih untuk menampilkan drama.”

“Apa? Kita akan menampilkan drama?” Jongin mengikuti irama pertanyaan Chanyeol. Lelaki itu mengangguk yakin.

“Iya, benar.”

“Kok bisa?”  Chanyeol dan teman-temannya berbicara kompak.

“ Bukankah harus ada penyeleksian terlebih dahulu untuk menentukan peran? Sementara kami dari anggota band?”  Baekhyun kembali berucap dengan dua alis yang saling bertautan.

“Menurut guru Kim sendiri, kalian—anggota band memiliki karaterisitik yang unik. Jadinya tanpa penyeleksian, guru Kim sudah memutuskan untuk memilih anggota band untuk mengikuti peran  yang akan ditampilkan nanti.”

“Tapi kami sudah kelas duabelas. Ditambah, kami  juga kurang memahami dunia acting.” Ujar Jongdae ikut berbicara.

“Justru itu. Beberapa—mungkin semuanya. Kalian memiliki nilai ujian yang bagus dalam mata pelajaran beliau saat kelas sebelas dahulu, jadi kalian terpilih untuk mengikuti pentas ini. Kita bisa mengasahnya bersama.”

“Tapi saya kelas sebelas belum ujian praktek drama dari guru Kim.” Sehun berkata demikian.

“Sebenarnya untuk nilai itu tidak ada pengaruhnya. Jadi sesuai pilihan guru Kim anggota band akan ikut serta. Bukannya teman-temanmu ini juga ada yang kelas sebelas sepertimu?” Kata Jong Suk mengingatkan Sehun menunjukan teman-teman dibawah bangkunya. Mungkin Sehun lupa.

“Lalu, dimana guru Kim?” Tanya Kyungsoo.

“Guru Kim sedang ada kepentingan. Jadi saya yang menggantikannya sementara.”  Ucap Jong Suk kembali. Lalu melanjutkan pembahasan.

“Untuk penjelasannya, festival tahunan ini diadakan oleh Universitas Yorasei dalam rangka Hari Perdamaian Dunia. Tujuan festival ini juga sebagai sarana menjalin hubungan antar sesama manusia. Sehingga, memiliki prinsip ‘berbeda-beda tapi tetap satu’.

Tahun ini, tema yang akan diangkat adalah kebudayaan masyarakat. Dan point utama yang di nilai adalah tradisional budaya masyarakat. Dan kebetulan, sekolah kita ini mendapatkan negara Indonesia.”

“Indonesia?” Baekhyun menaikan salah satu alisnya.

“Ya. Ngomong-ngomong tentang negara ini, apa saja yang kalian tahu jika kita mengingat  negara Indonesia?”

Satu persatu, para siswa dan siswi mulai menjawab pertanyaan yang diajukan Jong Suk.

“Ehm…Pancasila!”

“Malang!”

“Surabaya!”

“Bali!”

“Pantai Kuta!”

“Wayang!”

“Monas!

 “Presiden Soekarno!”

Tak ingin tertinggal menjawab pertanyaan, Chanyeol dan teman-temannya mulai berpikir untuk menjawab seperti anggota teater dibangku depan mereka.

Kaya rempah-rempah!”

“Hari Sumpah Pemuda!”  

Chanyeol mencoba menjawab sambil mengingat-ingat gambaran yang pernah ia ketahui sebelumnya.

“Danau..Toba?”

Kyungsoo menoleh melihat Chanyeol.

“Ku kira kau tidak bisa menjawabnya.”

Chanyeol hanya memamerkan giginya dan menggaruk-garuk kepala gatal.  “Entah, aku dengar ini ada ceritanya.”

Jawaban semakin banyak. Usaha Baekhyun berpikir keras menghasilkan jawaban lain.

“Kartini!” Baekhyun mengangkat tangan tak ingin kalah.

“Hari Pahlawan Nasional!” Ucap Jongin.

“Bung Tomo!” Sehun ikut berucap.

“Wali Sanga!” Kyungsoo ikut menjawab. Dan satu lagi, akhirnya Jongdae dapat menjawab.

“Ah! Begal!”  

TAK!  

Baekhyun menjitak kepalanya keras. Sorotan mata mulai terarah melihat Baekhyun dan Jongdae.

“Hei? Sopan sekali’sih?!” Jongdae berucap kesal sambil mengusap kepala yang terjitak.

“Kau kira di negara kita tidak ada begal?” Baekhyun terlihat menahan emosinya.

“Tapi kemarin kulihat di berita, Indonesia sedang maraknya begal.”

“Tapi disini begal’nya tidak main-main juga tahu. Memangnya kamu mau ketemu begal?”

“Sudah-sudah!” Jong Suk kembali menenangkan keadaan kembali. Dan pandangan kembali melihat dirinya.

“Semua jawaban kalian tepat semua. Saya senang sekali melihat kalian mengetahui negara ini dengan baik.”  Jong Suk memandang bahagia.

“Bagaimana kita langsung membagikan naskahnya? Sunghwa-ya, ayo kesini.” Siswi berambut ikal dengan bandana putih itu mulai bangkit dari kursi depan yang ia duduki disamping temannya. Lalu ia berjalan mendekati Jong Suk sambil membawa kantung plastik fotokopian didekapannya.

Baekhyun membesarkan kedua bola matanya. “Lee..Lee… S….Sunghwa?” Ucapannya tergagap, seperti shock.

“Sunghwa?” Jongdae memandang Baekhyun bingung.

“Heh? Dia sudah kembali?” Tanya Kyungsoo bereaksi.

“Loh? Aku kira dia pindah sekolah bersama ayahnya.”  Ucap Sehun mengikuti reaksi teman-temannya.

Sebelum siswi manis itu berbicara, ia sempat berbicara dengan Jong Suk. Lalu setelah pembicaraan mereka selesai, Sunhwa mengangguk mengerti dan mulai menatap teman-teman dihadapannya itu.

“Halo semuanya apa kabar?”

Baik!”  

“Oke, teman-teman, sebelumnya terimakasih telah meluangkan waktu kalian untuk menghadiri pertemuan singkat hari ini.” Senyuman tertarik di dua sudut bibirnya.

“Sebelum saya membagikan naskah ini, sekolah kita akan mengikuti festival yang akan di ikuti sejumlah wilayah sekolah dimana masing-masing sekolah mengambil satu wilayah untuk dijadikan point utama, pada tanggal 21 September mendatang.”

Ditengah penjalasan yang diberikan Sunghwa, Jongin mulai memanggil Sehun.

Psst!”

Sehun menoleh kearah Jongin.

“Wae?”

Gimana setelah ini ke kantin?” Bisik Jongin tak peduli ada Kyungsoo disampingnya.

Sehun menyetujuinya.“Ayo!”

Lalu kedua anak itu ber­-high five di belakang kepala Kyungsoo. “Dasar bocah.” Lirih Kyungsoo yang tak bisa mengira pikiran dua adik kelasnya yang menjadi anggota band nya itu. Sementara Chanyeol, ia masih terlihat kalem dan memperhatikannya dengan baik.

Saat penjelasan berlanjut, seorang siswi tengah membuka pintu masuk ‘Exit’ disamping panggung teater lalu berjalan cepat menghampiri dua orang yang tengah berdiri membelakangi panggung tersebut.

Annyeong!  Maaf saya terlambat. Tadi ada tugas yang harus diselesaikan.” Punggungnya membungkuk beberapa derajat kepada Jong Suk maupun Sunghwa. Semua mata menyoroti kehadirannya itu. Lalu Jong Suk tersenyum menyapa kedatangannya.

“Oh ya, tidak apa. Silahkan duduk.”

Wanita itu berlalu dan menaiki tangga menuju bangku deretan ke-empat. Dan menempati bangku tepat dibelakang Chanyeol. Detik berikutnya Jongin membalikan kepalanya melihat wanita itu.

“Hei, Ri Young! Dimana dia?”

Wanita itu memutar dua bola matanya malas.

“Tanyakan saja pada hidungmu.”

Jongin langsung menekuk wajah datar. Lalu bibirnya mencibir tak terima. Kemudian membalikan kepalanya lagi memperhatikan pembicaraan.

Dimenit berikutnya, seorang wanita ber-sepatu converse hitam mulai berjalan dari arah samping panggung, dan mendekati Jong Suk.

“Annyeong Haseyo….” Sapa wanita itu padanya. Sorotan mata terobjek pada kehadirannya. Tak terkecuali bagi Chanyeol yang sedari tadi tenang memperhatikan arah pembahasan.  

Apa ini mimpi?

Dia datang?

Oh come on! Sadarlah Park Chanyeol, kau sedang melihat kehadirannya langsung! Jangan membuat dirimu terlihat bodoh dengan tatapan itu. Ketika kedua mata bertemu dengan dua mata lainnya,

Jantungnya berdetak lebih cepat,  lebih cepat dari roda sepeda yang turun menuruni bukit.

“Iya? ada apa?”

Wanita itu langsung mengalihkan kedua matanya melihat Jong Suk.

“Saya minta maaf atas keterlambatan saya datang kemari, tadi ada tugas yang yang harus saya selesaikan.” Ucapnya sopan dan bersalah.

Jong Suk tersenyum kembali. “Tidak apa-apa. Apakah masih ada temanmu yang belum datang?”

“Sebenarnya ada, tetapi masih berada di ruang kesehatan, sedang sakit.”

“Baiklah, kamu boleh duduk.”

Wanita itu membungkukan badannya sebelum pergi ke-deretan bangku dibelakang Chanyeol dan teman-teman. Kakinya mulai melangkah menuju barisan belakang.Lalu melewati satu-dua barisan, lalu ketiga. Dia menundukan kepalanya. Tak ingin berkontak mata dengan Chanyeol —maupun barisannya. Tepat dibarisan bangku ke-empat, perempuan berambut sebahu itu tersenyum senang dan menawarkan tempat duduk yang berada disampingnya.

Psst!” Jongin menyikut tubuh Chanyeol. Lalu kepalanya tertoleh malas.

“Siapa tuh?” Chanyeol membenci tatapan menggoda Jongin. Andai ia memiliki sarung tinju di sakunya, pasti ia langsung memakainya.

“Apa?”

“Siapa tuh’ yang datang??” Baekhyun ikut menggoda Chanyeol.

“Kalian ini!” Bisik Chanyeol kepada dua orang disamping kanan-kirinya. ia menahan malu dan detak jantungnya dari kejadian yang dialaminya tadi.

“…..Seperti tahun kemarin, setiap sekolah harus menampilkan tradisi dalam tema yang ditentukan. Kali ini, cerita yang akan kita mainkan adalah Malin Kundang dan Asal Usul Danau Toba dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera….”

“Hei, Jongin!” Jongdae mencondongkan tubuhnya melewati tubuh Baekhyun memanggil Jongin lirih. Lalu sang pemilik nama menyaut.

“Katanya Sunghwa baru pulang dari Bali?”

“Iya. Kalian tidak tahu Sunghwa pergi ke Bali?” kening Jongin mengkerut.

“Aku lupa. Kapan dia pulang?”

Jongin tampak berpikir. “Sepertinya kemarin.”

“Yakin? kemarin?” Baekhyun menoleh kearahnya dan mengikuti pembicaraan.

“Iya, katanya teman-teman begitu.  Tapi yang aku dengar, dia juga bawa oleh-oleh lumayan banyak buat Suzy dan keluarganya.”

“Maksudmu Bae Suzy?” Tanya Chanyeol mengikuti arah pembicaraan.

“Iya, siapa lagi Suzy disekolah ini?”

Sunghwa beli oleh-oleh buat Suzy?” Kyungsoo berkata tak paham.

“Iya. Sunghwa’kan sepupunya Suzy. Yah, pastinya—“

“Sepupu??” Sahut Baekhyun tak percaya.

“Kalian baru tahu? Jong Suk sunbae juga sepupunya.”

“Sepupu Sunghwa dan Suzy?” Tanya Chanyeol lagi menautkan dua alisnya.

“Bukan, Jong Suk sunbae itu sepupu Suzy dan kakaknya Sunghwa.” Sahut Sehun yang sedari tadi menyimak dan memperhatikan pembahasan.

HAH?”

Sehun terkaget dari reaksi teman-temannya. Semua kepala tertoleh menatap Sehun. Dua wanita dibelakang mereka ikut terkejut dan menatap bangku didepannya dengan aneh. Sorotan mata Sunghwa dan Jong Suk yang berdiri menjelaskan prosedur menatap mereka, ditambah kepala demi kepala yang menoleh serempak penasaran apa yang terjadi.

“Ssstt! Berisik!”  Sehun berdesis dan memperingati mereka.

“Ada apa disana?” Tanya Jong Suk penasaran. Lima anak yang menjadi pusat perhatian itu mulai menolehkan kepalanya kedepan, melihat Jongsuk yang kebingungan. Jongdae terkekeh malu dan angkat bicara.

“Maaf, sunbae. Tadi kami mendengar berita yang mengejutkan.”

“Ada tabrak lari di Kyoto tadi pagi, di berita.Baekhyun ikut memanipulasi perkataan Jongdae.

Jong Suk menggelengkan kepalanya pelan. Kurang memahami perkataan Baekhyun maupun Jongdae.

“Ya sudah. Beritanya dilanjutkan nanti saja, ya? Sekarang kembali fokus kedepan.”

Nde.” Chanyeol dan lainnya menjawab serempak merasa bersalah.

“Baik, saatnya pembagian naskah. Dalam naskah ini sudah tercantum nama-nama kalian, tetapi diharapkan jangan membuka isinya dulu sampai dirumah. Paham?” Ujar Jong Suk kembali.

“Paham!” 

“Ayo dibagikan.” Ajak Jong Suk kepada siswi disampingnya itu.

Mula-mula Sunghwa mulai menarik kertas-kertas yang telah ter-bendel itu dari dalam kantung plastik fotokopian didekapannya. Lalu tangan Jong Suk mulai membantu membawakan naskah yang cukup banyak itu.

“Park Chanyeol.” Chanyeol bangkit dari tempatnya dan merapihkan bajunya sebentar, lalu meminta jalan dari Jongin dan sederet bangkunya, dan pergi kehadapan Jong Suk mengambil naskah.

“Do Kyung—“

“Eng..Sunbae, biar saya bagikan saja langsung ke teman-teman saya, bagaimana?” Tawar Chanyeol saat ingin kembali ke-tempatnya.

“Boleh. Coba kamu cari nama-nama temanmu.” Jong Suk memberikan semua naskah kepada Chanyeol. Tangannya mulai memeriksa naskah pemberian Jong Suk.

“Semuanya ada disini..”

“Oke, silahkan dibagikan.”

Langkah demi langkah Chanyeol berjalan ketempatnya diiringi suara Sunghwa yang tengah membagikan naskah kepada siswa dihadapannya.  Dan mulai meminta jalan lewat lagi lalu duduk serta membagikan naskah teman-temannya.

“Tae Ri Young.”

Wanita rambut sebahu itu berdiri meminta jalan terhadap teman disampingnya.

Baek Sumin.”

Namanya terpanggil. Ia ikut bangkit dan turun mengambil naskah dari Sunghwa. Setelah temannya. Ia mendapat senyuman manis dari Sunghwa.

“Semangat!”

Thanks.” Jawabnya membalas senyuman dan berlalu meninggalkan Sunghwa.

Seperti halnya tadi, ia berjalan menaiki tangga melewati deretan bangku sambil menundukan tatapan. Chanyeol yang melihat tingkah wanita itu hanya terdiam—berusaha tidak melihatnya. Mungkin, dia merasakan hal yang sama seperti Chanyeol.

“Semua sudah dapat?”

Sudah.”

“Besok kita akan mulai latihan sepulang sekolah disini. Dan jangan lupa pesan saya. Jangan membuka naskah itu terlebih dahulu sebelum dirumah. Segera stabilo bagian yang merupakan bagian kalian lalu dipelajari.  Arraseo?”

KRING!!

Istirahat telah tiba. Anak-anak mulai berhamburan dari kelas mereka menuju tempat yang akan dituju. Sama halnya seperti Chanyeol dan anggotanya, tepat sepuluh detik bel berbunyi, rapat pembahasan mengenai festival telah usai.

Kantin.

Objek pertama yang telah disepakati bersama kembali dengan Jongdae yang rela mendekap semua naskah milik teman-temannya.

Mereka berjalan bersama dengan Jongin dan Sehun yang berjalan didepan Chanyeol dan teman-teman lainnya. Kemudian dua anak itu mulai berlari menjauhi Chanyeol dan kawan-kawan yang sedang membicarai film yang akan tayang.

Jongin menghindari kejaran Sehun bersama tawanya. Dan dia tak menyadari jika….

BUG!  

….akan terjatuh menginjak tali sepatunya.  Tubuhnya tengkurap. Tepat disepasang kaki bersepatu Nike putih tepat  di depan wajahnya.

Tunggu. Sepatu?

Jongin yang tadi meringis mulai memperhatikan ujung sepatu yang berjarak tiga senti didepan matanya itu. Lalu kepalanya terangkat, melihat sepasang kaos kaki putih se-lutut,  lalu roknya, kemudian puncak kepalanya.

Matanya membesar–dan kaget. Ia kembali bangkit dari posisinya cepat tanpa peduli perutnya yang sakit, dan menepuk sebagian pakaiannya yang terkena debu. Sementara itu, wanita dihadapan Jongin menatap balik dengan pandangan yang sama.  Lalu ia tersenyum dan menyapanya.

Annyeong, Soo Jung—

#SLAPP!  

Sapaan Jongin terbalas dengan tamparan milik Soo Jung.

“Dasar mesum!”

Dia pergi meninggalkan Jongin yang shock. Sehun yang bermaksud memanggil Jongin dari belakang punggungnya hanya membesarkan dua bola matanya, serta mulutnya yang berbentuk ‘O’. Siswa-siswa lain yang melihat adegan tadi mulai terdiam dan menatap Jongin aneh.

Baekhyun berlari mendekati Jongin.

“Jongin-ah!  Kau tidak apa?” Tanya Baekhyun khawatir.

“Aku….”

“Ayo, kita ke kelas! Kita makan bekal’ku bersama-sama!” ajak Chanyeol menghampirinya dan langsung merangkul pundak Jongin.

“Tadi….dia…..”

“Ayo, cepat!” Chanyeol menarik leher Jongin segera Disusul teman-teman lainnya meninggalkan kantin. Tempat perkara kejadian shooting Jongin.

~F l e c h a z o~

Chanyeol tak dapat mengembalikan waktu.

Ia tidak bisa mengatur selain Sang Pemilik. Tetapi waktu lebih memilih perintah-Nya untuk melanjutkan ke detik berikutnya. Setengah delapan malam lebih semenit.

Pekerjaan tambahan yang diberikan guru Jung masih selembar kertas lagi. Jari telunjuk miliknya terketuk satu detik setiap waktunya.

Dia sudah tak fokus lagi dengan soal-soal yang ditulisnya. Mengapa pekerjaan ini harus terjadi pada dirinya? Belum lagi ia belajar bahasa Inggris yang akan diujikan besok.

Chanyeol mengeluhkan pikirannya dari hembusan nafas yang ia buat. Tinggal selembar lagi itu bukan masalah—sebenarnya. Ia tak bisa berpikir apa-apa lagi, tiba-tiba bel mesengger menyapa handphonenya. Tangannya meraih dengan malas. Screen Lock terbuka dan segera melihat notifikasi. Baekhyun muncul di Group Chat.


Baekhyun  :

Hei, hei! Sudah melihat naskah dramanya?

Jongdae  :

Belum. Aku sedang membantu adikku mengerjakan pr.

Kyungsoo  :

Belum juga.

Sehun  :

Sama. Lagi beresin buku pelajaran dulu.

[Chanyeol memasuki forum chat.]

Chanyeol :

Aku juga.

Baekhyun  : 

Jongin~ dimana kamu?

Jongin  :

Disini. Ada apa?

#Lazy Emoticon#

Sehun  :

Sudahlah…. lupakan saja. Jangan dibawa pikiran terus.

Jongin  : 

Tidak, aku sudah melupakannya.

Jongdae  :

Jangan bohong.

Me :

Kalau mengantuk tidur saja.

#Sleep Emoticon#

 

Jongin  :

Tidak, aku sedang menemani ibuku memasak.

Baekhyun : 

Malam-malam?

Jongin  :

Ya? Kenapa? Masalah?

Jongdae  :

Hei, kalian sudah melihat naskahnya? Kalian dapat cerita apa? bagian apa?

Kyungsoo  :

Aku narator Malin Kundang.

Sehun  :

Asal usul danau Toba. Anaknya Toba.

Chanyeol :

Kau bagian apa, Baek?

Baekhyun :

Aku narator cerita Danau Toba. Yes!

Jongdae  :

Aku juragan kaya raya di Malin Kundang.

Sehun  :

Dimana Jongin?

Jongin  :

Apa lagi?

Baekhyun  :

Kau rindu ya?

Sehun :

Tidak, lihat saja daftar pemain Malin Kundang.


Chanyeol penasaran. Ia hampir lupa untuk melihat naskah drama yang diberikan tadi pagi. Dia mendirikan tubuhnya dan berjalan mendekati tasnya diatas kursi disamping nakas hitam dekat ranjang tidur.

Resleting sudah dibuka. Salah satu tangannya mengacak-acak isi dalam tas tersebut. Chanyeol mulai mengambilnya. Dengan nama ber-lable ‘Park Chanyeol’ sebagai sub-judul ‘Naskah Drama Festival Budaya’.

Ia kembali ketempat duduk. Dan membuka halaman tengah yang berisi satu cerita sambil melihat  pesan group yang berlanjut.


Baekhyun  :

Waaahh?? Jadi Malin?

Jongdae  :

Tidak mungkin!

#Shock Emoticon#

Kyungsoo :

Jung Soo Jung sebagai istri Malin?

Jongin : 

Apa?

Sehun :

Lihat naskahmu sendiri, Kkamjong.

Baekhyun :

Ciee jadi peran utama~

#Love emoticon#

Jongdae  :

Selamat yaa!

#Kiss Emoticon#

Jongin  :

Apa?! Oh tidak!! Aku pasti akan dihajar Kang Minhyuk!

#Crying Emoticon#

Sehun  :

Sudahlah, terima saja, inikan yang kamu mau? menjadi istri seorang Jung Soo Jung?

Jongin  :

Soo Jung pasti akan meminta ganti peran TT

Jongdae  :

Tidak mungkin. Ini sudah bulat. Nikmati saja~


Chanyeol kembali melirik dialog naskah yang sedang ia baca. Sepertinya dialog ini mudah dipahami.

[Baekhyun : “Yeol! Kau tidak akan percaya ini!”]

Chanyeol melihat handphonenya lagi. Baekhyun memanggil namanya. Lalu membalas chat.


Chanyeol :

Ada apa?

Baekhyun :

Kita akan bermain bersamanya!

Sehun :

Aku tidak percaya kalian akan bermain bersama. 

Me :

Kau bicara apa bocah?

Kyungsoo  :

Puji Tuhan…

Jongdae :

Cieee yang jadi peran utama. Selamat yaa!!

Chanyeol : 

Heh? Kalian kenapa’sih?

Jongin :

Memangnya Hyung belum lihat daftar pemainnya?Cobalah lihat sendiri. Kau harus bersyukur kepada Tuhan.


Chanyeol segera menaruh handphonenya di meja dan membuka halaman awal daftar pemain. Banyak nama-nama yang terpampang. Dari daftar pemain cerita pertama yang bertuliskan beberapa nama siswa yang akan bermain peran maupun tugas. Lalu ke halaman selanjutnya yang berisi daftar pemain drama selanjutnya.

Disana nama ‘Park Chanyeol’ sebagai tokoh utama.  Lalu nama Baekhyun sebagai narator, lalu nama Sehun, sampai melihat tokoh berikutnya yang akan menjadi pendampingnya.  

Baek Sumin as Princess.

 

T B C

Sebelumnya aku minta maaf atas keterlambatan untuk posting cerita ini TT aku merasa bersalah atas cerita ini yang  tertunda hampir dua minggu   karena ada ujian :(, aku berpikir untuk melanjutkan setelah selesai UAM, tetapi sehari setelah ujian moodku kemana-mana dan ngantuk banget buat ngelanjutinnya T-T soalnya aku suka ngelanjuti cerita waktu malam #uhuk

Gimana? kurang puas? Masih jelek? Maafkan aku sekali lagi atas ketidak jelasan cerita lanjutan yang sudah kubuat ini T-T dan mungkin… ceritanya yang kurang nge-feel sesuai tema yang diceritakan. Jujur aja, aku belum terlalu jago dalam memainkan genre ini, jadi tolong maafkan  saya lagi #nangisdipojokan -NW-  dan sebelumnya terimakasih juga untuk Kak Ila yang tlah mengizinkan diriku untuk mengikuti project cerita berantai ini yang telah menambah pengalamanku menjadi bewarna di dunia Author :’ mungkin, kalau aku tidak tahu ada project ini, imajinasiku bakal meluber entah kemana dan tak akan berani lagi menumpakan semua hasrat jiwaku dalam tulisan abstrak ini :’)

Untuk selanjutnya, saya doakan kak sehunblackpearl lebih cepat mem-postingnya :’)

Dan tolong maklumi jika ada typo yang masih bertebaran, baik kata-kata maupun alur. Sejelek-jeleknya cerita ini, aku harap kalian dapat meng-apresiasikan sebuah coretan dalam membaca sederet cerita berlanjut ini. Baik, sekali lagi terimakasih telah berkunjung~

Cheers.

AhnLien

Pembaruan / Update : 15 April 2015
Iklan

118 Comments Add yours

  1. mu86 berkata:

    Ada cerita indonesia nya….
    Daebak…lucu bbgt…hahhahhah
    Malin..wkwkwkw…

    Suka

    1. avelineheart berkata:

      haha terimakasih telah mampir ^^

      Suka

  2. nopnop berkata:

    Cieee yg jdi psangan peran utam 😀 asiikkk .. Tetap semangat yeoll!!

    Suka

  3. SpringSabila berkata:

    THEAAAAA MAAAAAF DOOOOOH TT.TT mungkin sudah dari zaman baheula aku bilang mau mampir, eh tahunya baru sekarang TT.TT

    Well, actually I like your story. Enak dan nggak neko-neko (dalam bahasa Jawa). HOHO TERLEBIH ADA MAS JONGSUK DUH SUDAH LAMA AKU NGGAK BACA ATAU NONTON APA PUN YANG BERKAITAN DENGANNYA SEJAK SCHOOL 2013 TT.TT dan ini juga lumayan kocak! Yeah, meski pun ini straight, tapi kalau konversasi Chanyeol dan Baekhyun kaya di awal-awal tadi itu rasanya jadiii… (ehm, aku tahu kamu kayanya bukan penggemar yaoi, sori ya XD ). Stop using that emoticons XD hehe….

    And my favourite scene is when Jongdae said that the thing he knows about Indonesia is begal XD duh, Thea, awalnya tuh aku nggak begitu simpati sama yang namanya masalah begal, walau pun saat itu Jogja juga lagi marak-maraknya. Sampai suatu kali di kelas, ada yang nyeletuk sama salah satu temanku, ‘Kamu korban begal ya?’ DAN SAMPAI SEKARANG PUN INI MASIH KEDENGARAN LUCU (oke, yang lucu bukan begalnya ya (itu keterlaluan menurutku, soalnya pelakunya juga pelajar), tapi lelucon soal begalnya 😀 ). Dan sejujurnya aku belum baca seri-seri sebelumnya dari projek fanfiksi berantai ini, tapi sepertinya selain komedi yang dititikberatkan pada fanfiksi ini adalah hubungan Chanyeol dengan Baekhyun Sumin. Hehehe XD

    Oh ya, sekadar koreksi (nggak akan banyak, mengingat DM-an kita beberapa waktu (yang sangat) lalu)), mungkin soal penggunaan konjungsi untuk kata depan, tanda elipsis, dan apostrof beberapa masih kurang tepat (duh, namanya juga manusia, typo itu wajar). Tapi, dengan diksi dan alur yang sudah kamu buat sedemikian rupa, siapa yang peduli? (termasuk aku, karena menurutku ini salah satu fanfiksi ringan dan enak buat dibaca). Soal soal cerebellum dan sumsum spinal, ah, jadi mengingatkanku pada pelajaran biologi (materi yang dibahas ngebut tapi catatannya seabrek ._.).

    Hehe, kurasa cukup sekian ya, Thea. Maaf kalau ada yang menyinggung dari kata-kataku :3 semangat ya nulisnya! Dan kudoakan pula semoga hasil UN-mu memuaskan! 😉

    Suka

    1. avelineheart berkata:

      Halo Kiaa~glad to see you again 😀 padahal isi cerita yang sebenarnya Chanyeol jatuh cinta dengan perempuan, tapi dicerita ini aku lebih senang jika bermain ria dengan teman-teman Chanyeol termasuk Baekhyun. Menurutku ini sedikit aneh dan melenceng dari alur sebenarnya (fluff) ‘-‘ dan tentang cerebellum itu… karena pengaruh belajar IPA kemarin buat persiapan ujian sekolah jadinya aku sempilin /maafkanorangini/ terimakasih atas doanya, kamu juga ya Kiaa ^^ dan juga terimakasih telah berkunjung :))

      Suka

  4. qiray berkata:

    aaaaaa cie mereka pasangan di drama ah aku suka semoga mereka bisa jadi deket

    Suka

  5. nawia23 berkata:

    Wahh.. lanjutnya ke sini yah.
    unik nih, projectnya nyebar.
    kesasar dari blognya kak ila. terus ke sini deh.
    Wuahh, ada begalnya *lol
    ngakak kenceng2. seru2!!
    Ciye chanyeol… yang jadi pemeran utama..
    kasian si jongin, di nistain banget nasibnya sama soo jung. sabar nakk…
    oke deh, semangat nulis terus yah!!

    Suka

    1. avelineheart berkata:

      haha iya aku terpaksa untuk menistakannya, terimakasih telah berkunjung ^^

      Suka

  6. dinda ariyanti berkata:

    ciee slmt buat chanyeol ! jdi pemeran utama trus lwn main nya baek sumin .. seneng tuh pasti chanyeol

    Disukai oleh 1 orang

  7. annisa nabila berkata:

    Chanyeol kek org bego kalo ada sumin :v , jongin kesian bangett di gampar soojung hiks :v bhaqq jadi linglung gitu :v

    Disukai oleh 1 orang

  8. sukkie berkata:

    Aaaa ceritanya terus bergulir haha…
    Cm aku bingung itu ada 2 cerita ya, malin kundang ama danao toba?

    Disukai oleh 1 orang

  9. SEHUUNN^^ berkata:

    kenapa di chat diatas tulisannya menjadi istri jung soo jung ya? masa jongin jadi istrinya -_- haha ciyee chanyeol pemeran utama sama si baek sumin ciyeee 😀

    Disukai oleh 1 orang

  10. L ran berkata:

    Bukankah kita terikat karena kekuatan magis yang tercipta oleh silsilah misterius keluarga kita? LOL, Byun Baekyun.. Ada2 aja.

    Jadi mereka mau main drama, dapet peran utama. Itu bakal nampilin dua drama ya? Ayo baca chapter selanjutnya 😀
    keep writing and fighting ^^

    Disukai oleh 1 orang

  11. dwiss berkata:

    woww jadi pasangan yeayy ,seru bacanya suka lah pokoke haha lanjuttt

    Suka

  12. mirai berkata:

    Cieeee pada jadi pemeran utama tjiieeee langgenggg yyyeeeeehhhh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s